Seorang turis yang mengenakan masker wajah mengunjungi Roma, Italia, 10 Maret 2020. Dalam upaya untuk menghentikan penyebaran coronavirus novel Covid-19, Perdana Menteri Italia Conte memperpanjang karantina virus corona ke seluruh negara mulai dari 10 Mar | EPA-EFE/ANGELO CARCONI

Internasional

PBB: Pariwisata Global Tumbuh 70 Persen dari Prapandemi

Kenaikan kunjungan Timur Tengah didongkrak oleh penyelenggaraan haji di Saudi.

MADRID – Organisasi Pariwisata Dunia PBB atau United Nations World Tourism Organization (UNWTO) mengungkapkan, pariwisata global saat ini telah mencapai 70 persen dari tingkat pra-pandemi.

Meski sudah ada kemajuan menuju pemulihan sektor pariwisata, UNWTO berpendapat, jendela peluang tidak akan tetap terbuka selamanya.

“Kita perlu memikirkan kembali pariwisata: sebagai penyedia lapangan kerja, pilar ekonomi, dan dengan latar belakang COP27 (Konferensi Iklim PBB), sebagai solusi darurat iklim,” kata Sekretaris Jenderal UNWTO Zurab Pololikashvili dalam acara “Rethinking Tourism” yang dikutip Al Arabiya, Selasa (8/11).

 

 

Kita perlu memikirkan kembali pariwisata: sebagai penyedia lapangan kerja, pilar ekonomi.

 

ZURAB POLOLIKASHVILI Sekjen UNWTO
 

 

Acara Rethinking Tourism memang digelar di sela-sela perhelatan COP27 di Mesir. Rethinking Tourism mengumpulkan para menteri, delegasi tingkat tinggi, dan pemimpin bisnis dari 19 negara. Tujuannya adalah untuk merefleksikan relevansi global dari sektor pariwisata, keberlanjutan dan kesejahteraan sosial.

Menyajikan ikhtisar pekerjaan UNWTO, Pololikashvili menekankan perlunya lebih banyak investasi dalam infrastruktur berkelanjutan dan pada manusia. Terutama melalui pendidikan berkualitas dan menyediakan pekerjaan yang layak. “Tugas kita adalah menciptakan lapangan kerja,” ujarnya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by World Tourism Organization (@unwto)

 

Menurut UNWTO, sektor pariwisata menyumbang satu dari 10 pekerjaan di seluruh dunia. Sektor tersebut telah menyediakan jutaan mata pencaharian, tak hanya untuk masyarakat di negara berkembang, tapi juga negara maju.

Pandemi Covid-19 telah memukul keras industri pariwisata dunia. Pada masa awal pandemi 2020, sektor pariwisata benar-benar terbenam. Hampir seluruh negara di dunia memberlakukan larangan perjalanan dan menutup perbatasan mereka untuk turis. Di dalam negeri, pemerintah menerapkan karantina wilayah atau lockdown untuk mengekang penyebaran Covid-19.

Eropa dan Timur Tengah

Laporan di laman resmi UNWTO pada 26 September lalu menyebutkan, Eropa dan Timur Tengah menunjukkan pemulihan terpesat pada periode Januari hingga Juli. Angka kedatangan masing-masing mencapai 74 persen dan 76 persen dibanding periode sama pada 2019 atau sebelum pandemi.

Kedatangan pelancong ke Eropa bahkan naik tiga kali lipat dalam tujuh bulan pertama 2022 dibanding periode sama pada 2019. Pencabutan pembatasan perjalanan di sejumlah besar daerah tujuan juga menjadi penyebab kenaikan jumlah kunjungan ke Eropa. UNWTO mencatat, 44 negara di Eropa tidak memberlakukan pembatasan terkait Covid-19 per 19 September tahun ini.

photo
Umat Islam berjalan keluar masjid usai melaksanakan ibadah Shalat Dzuhur di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, Kamis (27/10/22). Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq Al Rabiah menegaskan bahwa vaksinasi meningitis bukan syarat wajib bagi jamaah umrah, termasuk jamaah umrah Indonesia. - (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Sedangkan di Timur Tengah terjadi pertumbuhan angka kunjungan kedatangan internasional hingga empat kali lipat year on year (yoy) pada Januari hingga Juli tahun ini. UNWTO menyebut, kenaikan itu mencapai 287 persen.

Kedatangan ke Timur Tengah pada Juli tahun ini bahkan melampaui angka sebelum pandemi, meski naik tipis 3 persen. Kenaikan ini antara lain mendapat sumbangan terbesar dari Arab Saudi yang kembali mengizinkan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Untuk Saudi saja, kenaikan kunjungan mencapai 121 persen yoy.

Kenaikan kunjungan juga tercatat di kawasan Amerika yaitu 103 persen dan Afrika sebesar 171 persen pada Januari hingga Juli tahun ini, dibanding periode sama 2021. Jika dibanding prapandemi maka angka kunjungan masing-masing sebesar 65 persen dan 60 persen.  

photo
Pemandu wisata memberikan penjelasan kepada turis mancanegara di Masjid Istiqlal, Jakarta, Ahad (28/1). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana mengembangkan konsep pariwisata halal yang akan memudahkan wisatawan muslim untuk memenuhi kebutuhan berwisatanya. Republika/Putra M. Akbar - (Republika/Putra M. Akbar)

Kunjungan ke Asia dan Pasifik lebih dari dua kali lipat pada tujuh bulan pertama tahun ini yaitu 165 persen yoy. Meski, angka itu masih terhitung 86 persen dibanding sebelum pandemi yaitu 2019. Alasannya, sejumlah negara masih membatasi perjalanan hanya untuk keperluan esensial saja.

Daerah kedatangan pelaku perjalanan internasional dalam lima hingga tujuh bulan pertama 2022 yang melampaui 2019 adalah Virgin Island (AS) naik 32 persen, Albania naik 19 persen, Sint Maarten naik 15 persen, Ethiopia dan Hondurs masing-masing naik 13 persen, dan Andorra naik 10 persen. Selanjutnya ada pula Puerto Rico naik 7 persen, Uni Emirat Arab dan Republik Dominika naik 3 persen, serta San Marino dan El Salvador naik 1 persen. 

Tindak Lanjuti Penghapusan Vaksinasi Meningitis

Kebijakan penghapusan vaksin meningitis harusnya sudah bisa mulai diberlakukan secepat mungkin.

SELENGKAPNYA

Politikus PSI Sekarang Dukung Jalur Sepeda

Dia juga mengkritik petugas Dishub DKI yang tak pernah mengawasi jalur sepeda

SELENGKAPNYA

Bung Tomo Ketuk Tentara Muslim India

Pasukan India yang beragama Islam tergetar hatinya ketika Bung Tomo menyerukan takbir.

SELENGKAPNYA