Sejumlah pelajar didampingi orang tuanya belajar secara daring di Mulyorejo Selatan Baru, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (25/8/2020). Pengurus kampung di tempat itu menyediakan wifi gratis bagi pelajar yang terkendala biaya kuota internet untuk belajar seca | Didik Suhartono/ANTARA FOTO

Jawa Timur

Siswa di Surabaya Dibebaskan dari PR

Sebagai gantinya, sekolah bakal menerapkan dua jam pendidikan karakter

SURABAYA -- Pemerintah Kota Surabaya bakal segera membebaskan Pekerjaan Rumah (PR) bagi siswa SD dan SMP negeri maupun swasta di Kota Pahlawan. Kebijakan bebas PR tersebut bakal mulai diterapkan pada Kamis (10/11) ini yang bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan.

Sebagai gantinya, sekolah bakal menerapkan dua jam pendidikan karakter mulai pukul 13.00-14.00 WIB. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengaku terdapat orang tua siswa yang khawatir dengan kebijakan pembebasan PR tersebut.

Namun, kata Eri, kekhawatiran tersebut bukan merupakan suatu masalah. Menurutnya, pro dan kontra dalam setiap pengambilan kebijakan merupakan hal yang wajar

photo
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (kiri) menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) minyak goreng kepada warga di kantor Kecamatan Rungkut, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (16/4/2022). Selain menyalurkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Kementerian Sosial juga menyalurkan BLT minyak goreng sebesar Rp300 ribu untuk tiga bulan kepada masing-masing penerima manfaat di Surabaya. - (ANTARA FOTO/Didik Suhartono/rwa.)

"Sebetulnya orang tua belum memahami kalau PR itu (tetap) ada tetapi diganti dengan PR untuk pembentukan karakter di sekolah. Berarti orang tua harus sadar betul, ketika anaknya di sekolah mendapatkan pendidikan, ada PR setelah itu diselesaikan di sekolah," kata Eri, Rabu (9/11).

Eri melanjutkan, ada orang tua yang mengaku panik dan khawatir jika pembebasan PR akan berdampak buruk kepada anak-anak dan membuat mereka lebih suka bermain. Eri pun mengajak orang tua siswa untuk ikut membentuk karakter anak-anak saat berada di rumah.

Eri menekankan, orang tua memiliki tugas dalam pengawasan dan menjaga anak-anak setelah pulang dari sekolah. "Maka orang tua juga harus mendidik anak-anaknya untuk memiliki karakter sebagai calon pemimpin bangsa nanti," ujarnya. 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Eri Cahyadi (@ericahyadi_)

Eri mengimbau kepada para orang tua siswa untuk ikut bersama-sama membentuk karakter anak-anak, dan tidak hanya membebankan pendidikan kepada sekolah dan PR anak. "Jangan dibebankan anak dengan PR karena orang tua tidak mampu untuk mendidik. Tetapi mereka harus hadir agar anak tidak individualistik," kata Eri.

Eri menjelaskan, kebijakan pembebasan PR tersebut bertujuan untuk memberikan ruang kreatif kepada anak. Hal ini dilakukan agar para siswa tidak terbebani PR, serta meningkatkan kemampuan untuk bersosialisasi.

"Karakter anak akan terbentuk nanti, karena anak butuh kasih sayang orang tua. Yang menjadikan anak ini pemimpin yang luar biasa adalah kasih sayang orang tua," ujarnya.

Indonesia Siap Terima Biden-Xi Jinping, Putin Belum Pasti

Hingga saat ini sudah ada 17 kepala negara/kepala pemerintahan yang menyatakan akan hadir pada KTT G-20.

SELENGKAPNYA

Jaga Momentum Pertumbuhan Ekonomi

Pengendalian inflasi menjadi kunci untuk melanjutkan tren pertumbuhan.

SELENGKAPNYA

Negara Kaya Didesak Bayar Kompensasi Perubahan Iklim

Negara berkembang menuntut agar negara penghasil polusi membayar kompensasi atas kerusakan akibat perubahan iklim.

SELENGKAPNYA