vp,,rm
Sekretaris Jenderal Rabithah Alam Islami (Liga Muslim Dunia) Syaikh Muhammad bin Abdul Karim Al Issa (keempat kiri), Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Miftachul Akhyar (ketiga kiri), Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (keempat kanan), Mantan | ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

Kabar Utama

Tokoh Agama Sepakat Bentuk Aliansi Global

Aliansi ini diharapkan bisa menjadi jembatan bagi para negara.

BADUNG -- Konferensi Religion of Twenty (R-20) menghasilkan komunike dari kesimpulan berbagai topik yang dibicarakan selama dua hari penyelenggaraan. Salah satu hal yang disepakati dalam konferensi para tokoh agama negara-negara G-20 tersebut adalah pembentukan aliansi global.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mengatakan, tim dari PBNU, Liga Muslim Dunia, dan Center for Shared Civilizational Values, sedang menyelesaikan penyusunan komunike yang nantinya akan diberbitkan dalam bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bahasa Arab. Oleh karena itu, Gus Yahya belum bisa menjelaskan secara terperinci isi komunike.

Hal yang pasti, kata Kiai Yahya, salah satu poin penting dari komunike adalah kesepakatan mendirikan aliansi global  "Kami sepakat bahwa dibutuhkan suatu aliansi global dari semua orang yang punya kehendak baik dari semua agama, semua kebangsaan, untuk bergabung bersama dan berjuang untuk sejumlah visi mulia," kata Gus Yahya dalam konferensi pers sesuai penutupan R-20, di Nusa Dua, Badung, Bali, Kamis (3/11).

Gus Yahya menjelaskan, aliansi global tersebut akan berjuang untuk membangun dan melaksankan inisiatif-inisiatif yang konkret. Aliansi ini diharapkan bisa menjadi jembatan di antara bangsa dan negara, serta di antara peradaban yang berbeda-beda.

"Sehingga bisa terbangun kesalingpahaman, kehendak bersama untuk mengembangkan peradaban, tatanan dunia yang bukan hanya harmonis, tapi juga diwarnai dengan nilai-nilai mulia," kata Gus Yahya.

photo
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf saat memimpin diskusi dalam acara Editorial Meeting Religion of Twenty (R20) di Kantor PBNU, Jakarta, Rabu (12/10/2022). - (Republika/Thoudy Badai)

Untuk membangun keharmonisan tersebut, Gus Yahya menyebut bahwa hal pertama yang harus ditempuh adalah dengan bersedia melakukan dialog secara jujur, terbuka, dan realistis. Ia menilai, kejujuran itulah yang membuat R-20 berbeda dengan konferensi-konferensi internasional yang dilakukan selama ini.

Gus Yahya mengungkapkan, dalam forum R-20, semua tokoh agama dunia berani berbicara secara jujur tentang masalah hubungan antara agama yang terjadi di negaranya. Dia mencontohkan, tokoh agama dari Nigeria secara terang-terangan mengungkapkan adanya peristiwa mengenai persekusi terhadap minoritas Kristen.

"Lalu, Anda juga bisa dengarkan dari pembicara-pembicara bagaimana misalnya ada persekusi dari mayoritas Hindu di India terhadap minoritas. Semua bicara jujur karena kita mau melihat masalah apa adanya, supaya kita mendapatkan jalan keluar yang valid," kata dia.

photo
Rektor Universitas Islam Indonesia Fathul Wahid 9kedua dari kiri) , Menteri BUMN Erick Thohir (ketiga dari kiri), Menko Polhukam Mahfud MD (kedua dari kanan), bercengkerama di sela gelaran R20 di Badung, Bali, Rabu (2/11/2022). - (istimewa)

Forum R-20 digelar PBNU bersama Liga Muslim Dunia di Nusa Dua Bali pada 2-3 November 2022. Ada 338 partisipan yang hadir pada perhelatan R20, yang berasal dari 32 negara. Sebanyak 124 peserta berasal dari luar negeri dan sisanya merupakan partisipan Indonesia. Forum tersebut menghadirkan 45 pembicara dari lima benua.

Tahun depan, konferensi R-20 akan digelar di India. Dia menegaskan bahwa forum R-20 merupakan awal dari perwujudan harapan yang telah dilakukan NU selama ini. Menurut dia, NU terus mencoba menjangkau dan menemukan orang-orang untuk menjadi mitra agar bisa menghasilkan gerakan global dan berkontribusi terhadap pembangunan manusia serta masa depan yang lebih baik bagi peradaban manusia.

Juru Bicara Forum R-20 Najib Azca menjelaskan, forum R-20 menghasilkan komunike yang berisi kesimpulan dari topik pembicaraan dalam sidang paripurna R20. Salah satu isi komunike akan memohon kepada Pemerintah Indonesia untuk mengusulkan dalam forum G-20 pada 15-17 November agar R-20 diterima secara resmi sebagai official engagement event G-20.

"Jadi, salah satu komunikenya, kita akan membawa keinginan itu ke forum G-20, tentu saja melalui Pemerintah Indonesia, yang sekarang memegang Presidensi G-20," kata Najib.

Ketua Forum Abu Dhabi untuk Perdamaian Syekh Abdullah bin Bayah menegaskan, agama bisa mengambil peran penting dalam penyelesaian perang. Menurut dia, para pemimpin agama harus memaksimalkan perannya untuk menyelesaikan perang Rusia-Ukraina dengan merujuk kembali kepada nilai-nilai kemanusiaan yang mendasar dan bermakna. Selain itu, menurut dia, para pemimpin agama juga perlu bekerja sama.

"Kerja sama antara kita semua merupakan hal terbaik agar proses perdamaian kita dirasakan semua orang," ucap ulama yang berasal dari Mauritania ini.

Dia mengatakan, harus ada usaha nyata yang berkaitan dengan agama, berupa ajakan-ajakan yang sangat murni bahwa perdamaian pada hakikatnya merupakan investasi masa depan seluruh manusia.  "Dasar dakwah adalah toleransi dan kebersamaan sehingga kita bisa mengakhiri perang."

Syekh Abdullah berharap forum R-20 dapat mewujudkan cita-cita bersama, yaitu perdamaian dunia. "Saya harap agar pertemuan para pemimpin agama dunia ini menjadi titik balik tentang perdamaian dunia. Berharap forum ini berhasil," ucap dia.

photo
Sekretaris Jenderal Rabithah Alam Islami (Liga Muslim Dunia) Syaikh Muhammad bin Abdul Karim Al Issa (keempat kiri), Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Miftachul Akhyar (ketiga kiri), Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (keempat kanan), Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (ketiga kanan), Menko Polhukam Mahfud MD (kedua kiri), Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy (kedua kanan), Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (kanan) dan Menteri BUMN Erick Thohir (kiri) memukul rebana saat pembukaan G20 Religion Forum (R20) di Nusa Dua, Badung, Bali, Rabu (2/11/2022). - ( ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)

Direktur Beit Midrash for Judaism and Humanity Rabbi Yakov Nagen menilai, R-20 bisa memberikan solusi untuk menyelesaikan konflik global, termasuk di Timur Tengah. Tokoh agama Yahudi asal Amerika ini mengatakan, agama harus menjadi bagian dari solusi.

 “Saya tahu bahwa di Timur Tengah, agama terkadang menjadi bagian dari masalah. Agama harus menjadi bagian dari solusi,” ujar Yakov saat menjadi pembicara.

Yakov menilai, R-20 menjadi forum penting untuk menjembatani beragam sudut pandang keagamaan di berbagai belahan dunia. Ditemani seorang sahabat dari Palestina, dia mengungkapkan kebahagiaannya diberikan kesempatan untuk menghadiri forum dialog antarpemuka agama dunia itu.

Yakov meyakini, kolaborasi PBNU bersama Liga Muslim Dunia menjadi gerbang utama dalam upaya mencapai perdamaian global. “Saya berharap dunia akan mendengar apa yang telah dikatakan di sini (R20),” ujar dia. 

Tokoh Agama Jaga Perdamaian

Forum R-20 menjadi bukti Indonesia mampu menjadi rumah bagi keberagaman.

SELENGKAPNYA

Jokowi, Prabowo, Erick Masuk 500 Tokoh Muslim Berpengaruh

Sebanyak 26 tokoh Indonesia masuk dalam daftar terbaru 500 tokoh Muslim paling berpengaruh sedunia.

SELENGKAPNYA

BPOM Tuding Impor Propilen Glikol Pangkal Persoalan

Bahan baku yang digunakan industri farmasi masuk ke Indonesia tidak melalui pengawasan BPOM.

SELENGKAPNYA