Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan (tengah) berjalan menuju Gedung Ditreskrimum Polda Jawa Timur, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (20/10/2022). | ANTARA FOTO/Didik Suhartono

Nasional

Ketua Umum PSSI Serahkan Dokumen Tambahan ke Penyidik

Iwan Bule seharusnya menjalani pemeriksaan kedua sebagai saksi pada Kamis (27/10) pekan lalu.

SURABAYA -- Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan alias Iwan Bule menyerahkan dokumen tambahan untuk bukti tambahan ketika menjalani kedua sebagai saksi tragedi Kanjuruhan di Mapolda Jatim, Surabaya, Kamis (3/11). Iwan Bule bersyukur pemeriksaan kali ini berjalan lancar. 

“Alhamdulillah tadi selain berita acara tambahan ada dokumen pendukung. Dokumen banyak, yang jelas untuk pendukung kepada penyidik dokumen yang kami sampaikan,” ujar dia usai pemeriksaan. 

Iwan Bule tiba di Mapolda Jatim sekitar pukul 10.17 WIB dan menyelesaikan pemeriksaan pada pukul 15.06 WIB. Iwan Bule dicecar 35 pertanyaan dalam pemeriksaan tersebut. 

Iwan Bule menyampaikan permintaan maaf karena tidak bisa menghadiri panggilan penyidik pada jadwal pemeriksaan sebelumnya. Iwan Bule seharusnya menjalani pemeriksaan kedua sebagai saksi pada Kamis (27/10) pekan lalu. 

Ia mengatakan harus menghadiri rapat koordinasi dan persiapan Piala Dunia U-20. “Karena minggu lalu mohon maaf kami tak bisa hadir. Karena ada beberapa kegiatan baik Rakor dan maupun rapat Piala Dunia,” kata Iwan Bule.

Anggota Exco PSSI Ahmad Riyadh yang mendampingi mengatakan, Iwan Bule dicecar sekitar 35 pertanyaan oleh penyidik. Pertanyaan yang dilayangkan penyidik seputar tugas dan fungsi PSSI, serta teknis operasional liga.

“Pendalaman mulai peran fungsi PSSI, bagian nya sebagai regulator, sebagai operator siapa, sebagai pelaksana apa mulai awal sampai akhir, penanggung jawab kompetisi, penanggung jawab pertandingan siapa,” ujarnya.

Soal dokumen yang dibawa Iwan Bule, Riyadh menjelaskan, dokumen tersebut berupa surat keputusan (SK) PSSI kepada klub, panpel, bisnis, kesehatan, edukasi klub, dan sebagainya. “SK PSSI dulu kan sudah ada, tinggal yang dilakukan PSSI apa kepada panpel, klub, kepada kesehatan, kepada bisnis, ada semua. Bagaimana edukasi kepada klub mulai awal sampai akhir sebelum pertandingan,” kata Riyadh.

Perlindungan LPSK

Sementara itu, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) telah memberikan perlindungan kepada 18 orang terkait tragedi Kanjuruhan, Malang. Para terlindung terdiri atas suporter, relawan medis hingga keluarga korban. 

Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu menjelaskan program perlindungan yang diberikan berupa pemenuhan hak prosedural dan perlindungan fisik.  "Program perlindungan ini dimaksudkan agar saksi dan korban merasa aman dalam memberikan keterangan pada setiap proses hukumnya," kata Edwin.

LPSK merekomendasikan 13 nama sebagai saksi kepada penyidik untuk dimintai keterangan. "Karena mereka ada orang yang mengalami langsung Tragedi Kanjurahan tersebut, diantaranya terdapat relawan medis," ujar Edwin. 

LPSK berharap penyidik kepolisian tidak terpaku pada laporan polisi (LP) yang ada dalam mengusut tragedi Kanjuruhan. LPSK mengingatkan agar Polri mendalami penggunaan gas air mata (GAM) yang menimbulkan korban jiwa.

"Perbuatan penembakan GAM sebaiknya juga dipertimbangkan sebagai sangkaan perbuatan penganiayaan sebagaimana diatur di pasal 351 dan pasal 354 KUHP," kata Edwin. 

Tokoh Agama Sepakat Bentuk Aliansi Global

Aliansi ini diharapkan bisa menjadi jembatan bagi para negara.

SELENGKAPNYA

Ketua KPK Sambangi Lukas Enembe di Papua

Nantinya akan ada proses tersendiri untuk mendalami kondisi Lukas.

SELENGKAPNYA

Penanganan Pidana Obat tak Sinkron

Polri akan melakukan investigasi secara keseluruhan untuk mendalami semua.

SELENGKAPNYA