Siswa Sekolah Dasar Negeri Cilandak Barat 07 mengikuti kegiatan cuci tangan salah satu penerapan protokol kesehatan (prokes) di kawasan Cilandak, Jakarta, Kamis (3/2/2022). Presiden Jokowi meminta pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) dievaluasi, te | ANTARA FOTO/Reno Esnir

Jakarta

Jam Sekolah tak Diubah untuk Atasi Macet

Dishub DKI diminta membuat terobosan baru untuk mengurai kemacetan

JAKARTA — Dinas Perhubungan DKI Jakarta menilai jam masuk sekolah tidak perlu diubah dalam kebijakan pengaturan jam kerja yang diwacanakan untuk mengatasi kemacetan di Ibu Kota.

Pengaturan jam kegiatan sebelumnya diusulkan oleh Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya untuk mengatasi penumpukan kendaraan pada jam-jam sibuk. "Jam masuk sekolah untuk peserta didik tidak perlu dilakukan perubahan," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Syafrin Liputo saat memberikan sambutan pada diskusi terkait pengaturan jam kerja, di Jakarta, Selasa (1/11).

Namun, dia tidak memberikan detail alasan tidak perlunya perubahan untuk jam masuk sekolah. Syafrin menjelaskan, usulan tidak perlu ada perubahan jam masuk sekolah merupakan salah satu kesimpulan yang diambil pada diskusi sebelumnya yang saat ini terus didalami.

 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Dinas Perhubungan DKI Jakarta (@dishubdkijakarta)

 

Ia menjelaskan, berdasarkan data Polda Metro Jaya, dalam kurun waktu pukul 09.00-15.00, volume lalu lintas menurun di sejumlah jaringan jalan di Jakarta. Sedangkan, jam sibuk pagi terjadi pada pukul 06.00-10.00 WIB dan sore pada pukul 16.00-21.00 WIB.

"Oleh sebab itu, ada usulan dilakukan pengaturan agar mobilitas warga di-split (dipecah)," katanya.

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya bersama instansi terkait saat ini tengah mengkaji wacana pengaturan jam kerja di wilayah DKI Jakarta. Wacana tersebut bertujuan untuk mengurai kemacetan yang selalu terjadi pada jam-jam tertentu.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Latif Usman sepakat dengan Dishub DKI Jakarta yang menyebut jam masuk sekolah tidak perlu diubah. Hanya, dia belum menguraikan alasan jam masuk sekolah tidak masuk dalam wacana kebijakan tersebut.

“Ya, kalau untuk anak sekolah saya setuju tidak diubah,” ujar Latif saat dihubungi melalui pesan singkat, Selasa (1/11).

 

 

 

Ya, kalau untuk anak sekolah saya setuju tidak diubah

 

KOMBES POL LATIF USMAN Dirlantas Polda Metro Jaya
 

 

Menurut Latif, wacana kebijakan pengaturan jam kerja itu dicetuskan karena adanya gelombang pengendara yang masuk ke Jakarta dari berbagai penjuru daerah penyangga secara bersamaan. Akibatnya, penumpukan pengendara di pintu-pintu masuk Jakarta tak terelakkan dan menyebabkan kemacetan yang sulit untuk diurai.

“Itu seperti air bah, kendaraan masuk pada jam-jam yang sama secara serentak dari berbagai penjuru pintu masuk,” ujar Latif.

Namun, untuk mekanisme pengaturan jam masuk kerja tersebut, kata Latif, diatur oleh masing-masing instansi. Misalnya, untuk pegawai negeri sipil (PNS) pengaturan dikembalikan pada instansi masing-masing. Hanya saja, untuk sektor kesehatan dan pendidikan, seperti jam masuk sekolah terbilang khusus.

Hal itu sesuai dengan usulan Dishub DKI Jakarta yang meminta agar jam sekolah tidak diubah. “Kalau anak sekolah pagi, tapi kalau bidang esensial kritikal itu kan bisa diatur waktunya. Kalau pendidikan, khusus itu,” kata Latif.

Menurut Latif, wacana kebijakan pengaturan jam kerja masih dalam pembahasan Pemprov DKI Jakarta sebagai pemangku kepentingan. Namun, wacana pengaturan jam kerja di wilayah DKI Jakarta telah menemui kesepakatan, mulai dari pemerintah daerah, kementerian, hingga asosiasi pengusaha.

“Masih dibahas dan didiskusikan,” kata Latif.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Jakarta Lawan Hoaks (@jalahoaks)

 

Terobosan baru

Wakil Ketua Dewan Pimpinan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) DKI Jakarta Nurjaman dalam pemaparannya di diskusi tersebut mendukung tidak ada perubahan jam masuk sekolah. Namun, ia menekankan usulan agar jam sekolah yang berubah adalah jam masuk sekolah untuk pelajar SMA/SMK.

"Di sektor pendidikan, jam tidak berubah mungkin untuk tingkat TK, SD dan SMP," ujarnya.

 

 

 

Di sektor pendidikan, jam tidak berubah mungkin untuk tingkat TK, SD dan SMP

 

NURJAMAN Wakil Ketua Apindo DKI Jakarta
 

 

Selain itu, Nurjaman memaparkan, sumber kemacetan diperkirakan sebanyak 40 persen karena infrastruktur jalan yang menyempit, kemudian 25 persen akibat kecelakaan lalu lintas, dan 15 persen akibat cuaca buruk. Sedangkan di zona tempat kerja berkontribusi terhadap kemacetan sebanyak 10 persen.

Sementara, Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono meminta Dishub DKI Jakarta untuk membuat terobosan baru demi mengatasi kemacetan di DKI Jakarta. Dia menyarankan upaya-upaya lain, seperti perluasan ganjil genap maupun penerapan sistem satu arah (SSA).

“Ya memang Dishub DKI harus buat terobosan yang spektakuler, mengutamakan potensi untuk atur jalan pagi dan sore hari agar lengangnya jalan bisa dilakukan,” kata Gembong ketika dihubungi, Selasa (1/11).

Dia juga menyarankan Dishub meningkatkan daya tarik penggunaan transportasi publik sehingga bisa memikat animo warga Jakarta. “Jadi, harus dibuat rangsangan,” katanya. 

Siap Gelar Muktamar, ‘Aisyiyah Susun Isu Strategis

‘Aisyiyah, menurut dia, akan mendorong agar isu-isu strategis ini menjadi isu proritas yang harus segera ditindaklanjuti

SELENGKAPNYA

Muhammadiyah Prihatin Pembangunan Masjid Dihalangi

Muhammadiyah bukanlah pendatang baru di Kabupaten Bireuen

SELENGKAPNYA

Satpol PP DKI Cabut Segel Eks Holywings

Permintaan untuk pencabutan segel sebenarnya telah lama dilayangkan pihak Holywings

SELENGKAPNYA