Pekerja melakukan aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta. | ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

Ekonomi

Pelindo Perlancar Akses Ekspor ke AS

Kapasitas kapal yang besar akan mendorong layanan ekspor ke AS menjadi jauh lebih baik.

JAKARTA -- CMA CGM Group dan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo pada Senin (31/10) menerima CMA CGM Alexander Von Humboldt yang merupakan kapal peti kemas terbesar yang bersandar di Pelabuhan Indonesia (Pelindo) dan dilayani oleh PT Jakarta International Container Terminal (JICT).

Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono mengatakan, kehadiran kapal jumbo CMA CGM akan mendorong ekspor Indonesia ke Amerika Serikat (AS). "Dengan adanya kapal ini, arus dari Indonesia ke AS jadi lebih lancar," kata Arif saat ditemui di Terminal JICT, Jakarta, Senin (31/10).

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by BUMN Pelabuhan Indonesia (@pelindo)

Arif menuturkan, kapasitas kapal yang besar akan mendorong layanan ekspor ke AS menjadi jauh lebih baik. Pengiriman kontainer atau logistik juga akan lebih cepat menuju AS tanpa harus singgah di Singapura. 

Dia menilai, kapal jumbo CMA CGM dapat dikatakan insentif tersendiri dalam sektor logistik. "Insentif jangan dikatakan uang. Mempercepat proses, memperpendek waktu juga adalah suatu hal yang bernilai," ucap Arif.

Arif menambahkan, Pelindo pascamerger fokus pada standardisasi operasional dalam efisiensi dan efektivitas layanan di seluruh terminal. Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi port stay dan cargo stay di pelabuhan sehingga menurunkan biaya logistik di Indonesia. 

"Bersandarnya kapal besar CMA CGM di Terminal JICT menunjukkan komitmen Pelindo Group dalam peningkatan pelayanan jasa kepelabuhanan," ujar Arif.

 
 
Dengan begitu, biaya logistik akan semakin kompetitif sehingga Pelabuhan Tanjung Priok dapat menjadi transshipment di Asia Tenggara.
 
 

Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Arif Toha mengatakan, kapal ini dapat mengefisiensikan logistik. Ia mengharapkan kargo-kargo yang ada di sekitar Jawa bisa ke Pelabuhan Tanjung Priok dahulu untuk memanfaatkan kapal tersebut dan selanjutnya langsung menuju Amerika Serikat.

"Dengan begitu, biaya logistik akan semakin kompetitif sehingga Pelabuhan Tanjung Priok dapat menjadi transshipment di Asia Tenggara," kata Arif Toha.

Ia menilai, hal tersebut menjadi peluang besar bagi ekspor Indonesia. Kapal jumbo tersebut dapat mengirimkan barang dalam waktu yang singkat hanya 23 hari dan meminimalkan penanganan transshipment di berbagai pelabuhan.

Memfasilitasi pertumbuhan volume perdagangan ekspor antara Indonesia dan AS, CMA CGM Alexander Von Humboldt memiliki rute pelayanan langsung atau direct call CMA CGM Columbus JAX (JAX). Rute tersebut menghubungkan Jakarta dan Amerika Serikat.

 
 
Kami akan terus berinvestasi pada aset, kemampuan, dan orang-orang kami untuk melayani dengan lebih baik.
 
 

Presiden Direktur CMA CGM Indonesia John Lim mengatakan, mulai Senin (31/10), tiga dari 19 kapal berkapasitas 16 ribu TEUs ada dalam layanan pekanan JAX CMA CGM. Kapal-kapal tersebut akan memfasilitasi pengiriman yang lebih optimal ke dan dari Indonesia pada setiap perjalanan.

"Kami akan terus berinvestasi pada aset, kemampuan, dan orang-orang kami untuk melayani dengan lebih baik," ucap Lim.

Chief Executive Officer CMA CGM Asia Pacific Limited Laurent Olmeta mengatakan, saat ini CMA CGM Grup mempekerjakan lebih dari 250 anggota staf di tujuh kantor cabang dan memiliki empat depot milik sendiri. Saat ini, perusahaan menawarkan tujuh layanan maritim dan 50 layanan yang sandar di pelabuhan setiap pekannya.

"Dari jumlah tersebut, empat layanan termasuk layanan JAX datang ke JICT setiap pekannya," kata Laurent.

Dengan melayani lebih banyak kargo ekspor pada setiap perjalanan direct call Indonesia-AS, Laurent memastikan layanan JAX juga menawarkan konektivitas ke pantai timur dan pantai barat AS dengan waktu transisi 34 hari. Dengan begitu, hal itu dapat meningkatkan waktu transit industri.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Kementerian Perhubungan RI (@kemenhub151)

"Layanan JAX mengirimkan produk lokal dan produk manufaktur, seperti kertas, karet, garmen, alas kaki, dan barang elektronik dari Indonesia ke Amerika utara setiap pekannya," ungkap Laurent.

Laurent menilai, tonggak sejarah tersebut menunjukkan komitmen CMA CGM dalam penyediaan konektivitas pasar. Selain itu, memberikan keunggulan layanan karena Jakarta semakin memperkuat posisinya sebagai pelabuhan maritim internasional yang penting di dunia.

IDX Sharia Growth Dukung Peningkatan Investasi Syariah

Saat ini indeks yang terkait syariah ada empat, yakni JII, ISSI, JII70, dan IDX MES BUMN 17.

SELENGKAPNYA

Dilema Spin Off dan Komitmen Pengembangan UUS

Sinergi perbankan menjadi salah satu solusi mengatasi tantangan spin off.

SELENGKAPNYA

Literasi Keuangan Perlu Ditingkatkan

Pada September 2022, dana nasabah anak usia dini BSI meningkat 22,96 persen (yoy).

SELENGKAPNYA