Si Jampang tengah beroperasi di kawasan Tangerang | Dok Pemkot Tangerang

Bodetabek

Kala Si Jampang Jajakan Sembako Murah untuk Warga Tangerang

Hadirnya Si Jampang yang diresmikan sejak pekan lalu, ternyata disambut positif kalangan ibu-ibu

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang meluncurkan inovasi terbaru sebagai upaya mengendalikan inflasi kebutuhan pokok. Adalah Mobil Si Belanja Gampang (Si Jampang) yang ditugaskan berkeliling menjajakan bahan pangan dengan harga di bawah pasar untuk menjangkau permukiman warga di Kota Tangerang, Banten.

Hadirnya Si Jampang yang diresmikan sejak pekan lalu, ternyata disambut positif kalangan ibu-ibu. Salah seorang warga Batuceper, Yunita, mengatakan, memang benar harga sayur-mayur yang dijajakan Si Jampang lebih murah dibandingkan yang dijajakan pedagang keliling. Dia membandingkan harga bawang, misalnya, dengan kualitas produk serupa di pasaran, tetapi dijual dengan harga lebih murah sekitar 30 persen.

"Saya belanja bawang dan kentang ternyata benar harganya jauh lebih murah. Bawang di luar (di pasaran) Rp 30 ribu per kilogram (kg), sedangkan di Si Jampang saya beli hanya Rp 20 ribu. Sedangkan kentang biasanya saya beli Rp 15 ribu per kg, di Si Jampang saya dapat Rp 13 ribu," kata Yunita kala ditemui sedang berbelanja Si Jampang di kawasan rumahnya, Selasa (18/10).

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by KOTA TANGERANG (@tangerangkota)



Tidak heran, setiap kunjungan Si Jampang ke permukiman warga, kaum ibu ataupun mak-mak langsung mengerubungi mobil tersebut. Selain menjual sayuran, Si Jampang juga menyediakan beras, minyak goreng, telur, cabai, bumbu dapur, hingga buah-buahan.

Saat ini, mobil tersebut dioperasikan dalam tahap sosialisasi. Sehingga, Si Jampang akan terus berkeliling di 13 kecamatan di Kota Tangerang sekaligus bentuk promosi kepada warga. Yunita pun bersyukur, sudah merasakan manfaat yang dihadirkan Pemkot Tangerang itu. "Harga-harga (lebih murah) ini sangat membantu kami ibu rumah tangga," kata Yunita.

Warga Batuceper lainnya, Komariah, menyampaikan, ia sempat penasaran dengan kehadiran mobil Si Jampang kala berkeliling di sekitar tempat tinggalnya. Setelah mendapat kabar dari tetangga, Komariah menjajal sendiri membeli sejumlah kebutuhan dapur.

"Penasaran ternyata benar harganya memang jauh lebih murah. Cabai di luaran Rp 50 ribu per kg, di Si Jampang kita dapat Rp 40 ribu. Bawang-bawangan juga begitu, jauh lebih murah," kata Komariah.

 

 

Penasaran ternyata benar harganya memang jauh lebih murah. Cabai di luaran Rp 50 ribu per kg, di Si Jampang kita dapat Rp 40 ribu

 

KOMARIAH Warga Batuceper
 


Direktur Utama Perumda Pasar Kota Tangerang Titien Mulyati menerangkan, pada tahap awal, Si Jampang baru beroperasi sebanyak lima unit. Menurut dia, pergerakan mobil penjual sembako itu bakal menyasar jalur permukiman warga.



Titien menekankan, Perumda Pasar Kota Tangerang yang diberi tanggung jawab mengelola Si Jampang sudah memiliki rute tertentu. Pihaknya tidak ingin sampai aktivitas mobil tersebut bertabrakan dengan pedagang keliling. "Sehingga, perlu dilakukan penguatan pemetaan jalur oleh camat, lurah beserta jajarannya," katanya. 

 

Sehingga, perlu dilakukan penguatan pemetaan jalur oleh camat, lurah beserta jajarannya

 

TITIEN MULYATI Direktur Utama Perumda Pasar Kota Tangerang
 



Titien menjamin, Si Jampang lebih banyak bergerak ke titik permukiman warga. Sehingga, kehadirannya diharapkan dapat bermanfaat bagi penghuni rumah yang ingin belanja kebutuhan sehari-hari dengan harga lebih murah dibandingkan di pasaran.

Wali Kota Tangerang Arief Rachadiono Wismansyah mengatakan, peluncuran Si Jampang adalah untuk memudahkan masyarakat dalam berbelanja dan menstabilkan harga. Menurut dia, Si Jampang merupakan program lanjutan dalam menanggulangi dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), yang membuat pengeluaran masyarakat meningkat. Sebelum Si Jampang, kata dia, pemkot mengadakan program bazar murah serta penggratisan angkutan kota (angkot) Si Benteng dan Bus Tayo.

"Tujuannya harga-harga yang ada lingkungan masyarakat sesuai dengan harga yang berada di pasar induk. Kita ingin harga-harga ini juga bisa dikendalikan dan menjaga daya beli masyarakat," kata Arief.

Menjadi Penerang Saat Dunia Suram

Indonesia sebagai titik terang saat ekonomi dunia suram.

SELENGKAPNYA

Keuangan Syariah Tetap Lincah pada Masa Menantang

Saat pandemi saja, pertumbuhan ekonomi syariah tetap bisa dua angka.

SELENGKAPNYA

Percaya Diri Kendalikan Pandemi

Vaksin buatan dalam negeri sebagai pengejawantahan dalam mewujudkan ketahanan kesehatan.

SELENGKAPNYA