Kapolda Sumbar Irjen Pol Teddy Minahasa (kedua kiri) didampingi Kapolres Bukittinggi AKBP Dody Prawiranegara (kedua kanan), saat ungkap kasus narkotika jenis sabu-sabu di Mapolres Bukittinggi, Sumatera Barat, Sabtu (21/5/2022). | ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

Nasional

Sakit Gigi, Alasan Teddy Minta Pemeriksaan Ditunda

IPW mendukung ketegasan Kapolri dalam pemberantasan narkoba.

JAKARTA -- Pengacara Irjen Polisi Teddy Minahasa, Henry Yosodiningrat mengungkap kliennya menderita sakit gigi hingga membuat kepalanya sakit. Semestinya, Teddy dijadwalkan menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan peredaran narkoba pada Senin (17/10).

"Teddy Minahasa semestinya kemarin (Senin) diperiksa lanjutan. Tapi karena kondisi kesehatannya, dalam hal ini masalah gigi yang sebelum dia dipatsuskan itu dia memang habis operasi," ujar Henry di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Selasa (18/10).

Menurut Henry, awalnya Teddy diperiksa kesehatannya oleh dokter di Propam Polri dan dirujuk RS Polri. Setelah sempat tertunda, menurut Henry pemeriksaan terhadap Teddy dilanjutkan pada Selasa.

"Kemarin dari dokter gigi, datang ke Propam, diproses ngecek, kemudian hasilnya rujukannya ke RS Polri. Nah, sehingga kemarin (Senin) enggak jadi diperiksa," jelasnya.

photo
Kapolda Sumbar Irjen Pol Teddy Minahasa (kedua kanan) bersama Kapolres Bukittinggi AKBP Dody Prawiranegara (kanan) menunjukkan barang bukti saat jumpa pers pengungkapan kasus narkotika jenis sabu-sabu di Mapolres Bukittinggi, Sumatera Barat, Sabtu (21/5/2022). Polres Bukittinggi mengamankan sabu-sabu sebanyak 41,4 kilogram senilai Rp62,1 miliar di wilayah hukumnya dari delapan orang tersangka yang diduga akan diedarkan di Bukittinggi dan sekitarnya hingga ke Pulau Jawa. - (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

Henry meyakini jika kliennya tidak terlibat dalam kasus narkoba dan akan membuktikannya dalam persidangan. "Kalau memang Teddy pengguna atau pengedar, saya duluan mendesak supaya dia dihukum maksimal," katanya.

Keyakinan itu kata dia, setelah Teddy melalui tiga kali tes narkotika. Bahkan menurut Henry, Kapolri sendiri menyatakan tidak ditemukan bahwa Teddy menggunakan narkoba.

"Mau diperiksa lagi ya silakan, saya tidak akan pernah menghalang-halangi," ujarnya.

Indonesia Police Watch (IPW) mendukung ketegasan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam pemberantasan narkoba. IPW meminta Kapolri mengawal kasus Irjen Teddy Minahasa yang terlibat dalam peredaran narkoba. 

Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso menilai pengawasan terhadap kasus Irjen Teddy penting. Langkah itu menurut IPW tidak boleh surut untuk ditegakkan di lingkungan Polri sendiri.

"Kapolri sebagai pimpinan tertinggi di kepolisian harus mengawalnya (kasus Irjen Teddy) hingga tuntas. Baik itu dalam proses sidang etik maupun proses pidananya," kata Sugeng dalam keterangan pers, Senin (17/10).

Sugeng menilai langkah pemantauan harus dilakukan Kapolri untuk meningkatkan kembali kepercayaan publik terhadap institusi Polri yang terpuruk akibat peristiwa 'Duren Tiga' dan 'Kanjuruhan'.

"Ini sekaligus untuk menjaga marwah lembaga Polri karena perbuatan yang dilakukan oleh Irjen Teddy Minahasa dan kawan-kawan itu jelas mencoreng upaya institusi yang sedang membangun citra Polri sebagai aparat penegak hukum," ujar Sugeng.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat

Presiden FIFA: Kami Bersama Indonesia

Presiden menegaskan transformasi sepak bola Indonesia harus dilakukan secara menyeluruh.

SELENGKAPNYA

Australia Tolak Yerusalem Ibu Kota Israel

Pemerintah Australia secara resmi membatalkan pengakuan Yerusalem Barat sebagai ibu kota Israel.

SELENGKAPNYA

192 Kasus Gangguan Ginjal Akut Tersebar di 20 Provinsi

Harapan anak dengan gangguan ginjal akut misterius untuk sembuh total cukup besar.

SELENGKAPNYA