Tim SAR gabungan membawa kantong jenazah korban tanah longsor di Desa Loka, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Sabtu (15/10/2022). | ANTARA FOTO/BASARNAS

Nusantara

Tiga Korban Longsor Dievakuasi

Akibat bencana itu tiga warga Jeneponto tertimbun longsor.

MAKASSAR – Bencana tanah longsor terjadi di Desa Loka, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Akibat bencana itu tiga warga Jeneponto tertimbun longsor. Namun ketiga korban berhasil dievakuasi tim gabungan pada Ahad (16/10), dalam kondisi meninggal dunia.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari memaparkan tanah longsor di Dusun Kompasa ini terjadi setelah hujan lebat pada Jumat lalu (14/10), pukul 13.00 waktu setempat. Fenomena hujan berintensitas tinggi juga mengakibatkan pohon tumbang hingga menutup badan jalan.

Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jeneponto menginformasikan tiga korban tertimpa longsoran saat berupaya untuk mengevakuasi pohon tumbang. "Tim gabungan yang membantu proses evakuasi korban tersebut berasal dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD setempat dan BPBD Kabupaten Bantaeng serta didukung warga setempat," kata Muhari, Ahad.

Ia mengatakan, selain ketiga korban meninggal dunia, tanah longsor juga mengakibatkan lima keluarga terdampak. Bencana ini tidak sampai mengakibatkan adanya pengungsian. Tercatat lima rumah warga mengalami kerusakan ringan.

photo
Tim SAR gabungan membawa kantong jenazah korban tanah longsor di Desa Loka, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Sabtu (15/10/2022). Tim SAR gabungan telah menemukan dua korban meninggal dunia akibat tanah longsor yang terjadi pada Sabtu (14/10/2022), sementara satu korban masih dalam pencarian. - ( ANTARA FOTO/BASARNAS)

Terhadap mereka yang terdampak, pemerintah daerah melalui Bupati Jeneponto, BPBD Provinsi Sulawesi Selatan, BPBD dan Dinas Sosial Kabupaten Jeneponto telah memberikan bantuan logistik kepada keluarga terdampak.

"Pascakejadian, petugas gabungan dan warga membersihkan material longsor dan pohon tumbang. Longsoran sempat menutup akses jalan poros Kabupaten Jeneponto,\" ujar dia.

Bencana longsor juga terjadi di Sukabumi, Jawa Barat. Longsor menerjang sebuah rumah di bantaran sungai di Kampung Cijangkar RT 02 RW 10 Kelurahan Nanggeleng, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Sabtu (15/10) malam. Dampaknya seorang warga mengalami luka-luka akibat peristiwa tersebut.

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi menyebutkan, bencana tersebut terjadi pada Sabtu malam sekitar pukul 22.45 WIB. Di mana ada satu orang warga atas nama Giman (58 tahun) yang terluka dan dibawa ke RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi untuk penanganan medis.

photo
Tim SAR gabungan membawa kantong jenazah korban tanah longsor di Desa Loka, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Sabtu (15/10/2022). - (ANTARA FOTO/BASARNAS)

''Penyebab bencana akibat intensitas hujan yang tinggi, hingga mengakibatkan kondisi tanah yang labil,'' ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi Imran Whardani, Ahad.

Korban yang terluka sebelumnya dievakuasi petugas dan relawan selama 15 menit. Selanjutnya, korban dibawa ke rumah sakit. Usai kejadian, kata Imran, petugas juga melakukan upaya asesmen. Selain itu mengimbau kepada warga akan terjadinya longsor susulan.

Di Kota Bogor, tim SAR gabungan juga masih mencari korban longsor, Warsih alias Cici (57) di Gang Barjo RT02/RW03, Kampung Kebon Jahe, Kelurahan Kebonkelapa, Kecamatan Bogor Tengah. Kepala Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor Theofilo Patrocinio Freitas mengatakan pencarian Simah masih belum diketahui titik lokasi pasti keberadaannya.

Pada longsor ini, terdapat delapan orang korban, dengan empat korban selamat, sedangkan tiga orang ditemukan meninggal dunia.

Diantisipasi

Pakar dari Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran (Unpad) Dr Raden Irvan Sophian menyebut potensi tanah longsor bisa diantisipasi dengan melihat gejala dan kondisi retakan tanah. Adapun langkah mengantisipasi longsor itu, menurut dia masyarakat harus segera menutupi menggunakan tanah jika melihat adanya retakan tanah di bagian atas sebuah bukit atau lereng.

"Yang terpenting, saat proses evakuasi setelah bencana terjadi, kebiasaan menonton bencana harus dihilangkan. Jangan menonton di jalur evakuasi. Ini dapat menyebabkan korban jika ada longsoran susulan, maka hindari dan jauhi area bencana," kata dia. 

Kisah Hidayah Arnita Rodelina Turnip di Kampus IPB

Sejak menjadi mahasiswi, mualaf ini mulai mengenal lebih dekat agama Islam.

SELENGKAPNYA

Agar Keuangan Keluarga Terjaga

Para ibu bisa memilih opsi menabung atau investasi yang memberikan hasil akhir yang berbeda.

SELENGKAPNYA

Keluarga Sakinah Dasar Kemajuan Negara

Rasulullah menyayangi keluarganya dan itu masih relevan sampai sekarang

SELENGKAPNYA