Nasabah berjalan keluar usai bertransaksi di Kantor Cabang Digital Bank Syariah Indonesia (BSI) Thamrin, Jakarta. | ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj.

Ekonomi

BSI Gandeng MUI Dukung Program Keumatan

MUI merupakan salah satu stakeholder strategis yang mendukung kemajuan ekonomi halal di Indonesia.

JAKARTA -- PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menjalin kerja sama strategis dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mendukung akselerasi pembangunan ekosistem Islami dalam negeri.

Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan, untuk membangun ekosistem tersebut, diperlukan sinergi dan kolaborasi dengan seluruh pihak. Menurut Hery, MUI merupakan mitra yang tepat karena berperan besar dalam pengembangan ekonomi syariah.  

"Kelahiran perbankan syariah di Tanah Air tidak lepas dari peran strategis ulama, khususnya MUI, dengan melakukan pembinaan, pengawasan, dan arahan agar berjalan secara sehat dan berkelanjutan," kata Hery dalam keterangan pers, akhir pekan lalu.

 
 
Dengan kerja sama ini diharapkan Islamic ecosystem yang sedang dibangun bisa segera terwujud dan dirasakan manfaatnya oleh umat.
 
 

Salah satu peran tersebut diwujudkan melalui Dewan Syariah Nasional (DSN-MUI) yang bekerja menetapkan fatwa atas sistem, kegiatan, produk, dan jasa di lembaga perekonomian, keuangan, serta bisnis syariah. DSN-MUI juga mengawasi penerapan fatwa dalam rangka menumbuhkan usaha sesuai syariah.

BSI berharap, kerja sama ini dapat meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di tengah masyarakat. Sebagai otoritas fatwa atau lembaga ijtihad yang bersifat kolektif, DSN-MUI dinilai sangat strategis dalam pengembangan ekonomi sesuai maqashid syariah.

"Dengan kerja sama ini diharapkan Islamic ecosystem yang sedang dibangun bisa segera terwujud dan dirasakan manfaatnya oleh umat," kata Hery.

Islamic ecosystem merupakan sebuah potensi yang dapat dioptimalkan untuk kemaslahatan. Hingga Agustus 2022, tercatat ada lebih dari 42 ribu masjid dan 6.500 pondok pesantren yang sudah bekerja sama dengan BSI.

 
 
Hal ini guna pengembangan literasi di lingkungan MUI yang mendukung kemajuan ekosistem halal dari berbagai sisi.
 
 

BSI juga mengumpulkan dan menunaikan zakat perusahaan terbesar yang telah disalurkan melalui Baznas pada Mei 2022 lalu yang mencapai Rp 101,5 miliar. Sedangkan, dana jamaah masjid yang disalurkan lewat BSI berada di angka Rp 1 triliun atau naik 68 persen (yoy).

Peningkatan dana terbesar terjadi pada penerimaan dari pondok pesantren yang naik 186 persen (yoy) ke angka Rp 495 miliar dan peningkatan nasabah sebesar 68 persen (yoy) ke angka 6.794 nasabah hingga Mei lalu.

Direktur Eksekutif BSI Maslahat Sukoriyanto Saputro menyampaikan, bantuan ini bertujuan agar program kerja dan operasional MUI lebih optimal. Diharapkan bantuan ini bisa mengoptimalkan peran MUI dalam dalam membimbing, membina, dan mengayomi kaum Muslimin di seluruh Indonesia.

"Hal ini guna pengembangan literasi di lingkungan MUI yang mendukung kemajuan ekosistem halal dari berbagai sisi," katanya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by PT Bank Syariah Indonesia Tbk (@banksyariahindonesia)

BSI dan BSI Maslahat memberikan dukungan dana sebesar Rp 5 miliar. Sukoriyanto menekankan, MUI merupakan salah satu stakeholder strategis yang mendukung kemajuan ekonomi halal di Indonesia.

Sementara, Wakil Ketua Umum MUI KH Marsudi Syuhud mengatakan, pihaknya siap mendorong potensi lembaga keuangan syariah di Indonesia, termasuk di antaranya BSI. Ia meyakini, ekosistem keumatan ini harus terus dibangun dengan literasi yang menyeluruh dan didukung dengan regulasi dan fatwa-fatwa MUI.

Haaretz: Israel Dukung Militer Myanmar

Puluhan ahli Israel dikirim ke Myanmar untuk misi pelatihan.

SELENGKAPNYA

Korut Tembakkan Lagi Dua Rudal Balistik

Peningkatan peluncuran dinilai jadi isyarat uiji coba nuklir Korut kian dekat.

SELENGKAPNYA

Pertemuan Puan-Airlangga Buka Peluang KIB Ditarik PDIP

Airlangga sudah membuka opsi PDIP bergabung dengan KIB.

SELENGKAPNYA