Warga lanjut usia (Lansia) mengikuti wisuda Lansia kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL) Sekolah Lansia BKKBN Yogyakarta di Yogyakarta, Selasa (27/8/2022). | Republika/Wihdan Hidayat

Nusantara

Pemberdayaan Lansia Masuk dalam Pembahasan RUU

Penduduk lansia di Indonesia telah mencapai 10,28 persen atau sekitar 29,3 juta orang.

JAKARTA -- Kementerian Sosial (Kemensos) mendukung penyusunan RUU Kesejahteraan Lanjut Usia. Direktur Rehabilitasi Sosial Anak Kemensos Kanya Eka Santi mengatakan, penyusunan RUU Kesejahteraan Lanjut Usia ini berangkat dari UU Nomor 13 Tahun 1998 tentang Lanjut Usia yang tidak relevan lagi dengan kondisi saat ini.

"Dinamika sistem pemerintahan yang telah mengalami perubahan menuntut perlu adanya revisi pada UU ini," kata Kanya, Rabu (28/9).

Selain itu, data survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Badan Pusat Statistik Tahun 2021 menunjukkan, penduduk lansia di Indonesia telah mencapai 10,28 persen atau sekitar 29,3 juta orang. Kanya menyebutkan, jumlah ini menjadi representasi dari kenaikan angka usia harapan hidup penduduk Indonesia pada 2021 yang mencapai 73,5 persen.

"Semakin tinggi jumlah lansia, harapannya adalah lansia semakin produktif, mandiri, dan bermartabat," kata Kanya.

photo
Petugas menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kepada seorang lansia di Kantor Pos Malang, Jawa Timur, Kamis (8/9/2022). - (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Kemensos Supomo juga menyampaikan, makin banyaknya jumlah lansia, perlu upaya pemberdayaan agar lansia yang produktif bisa memiliki keterampilan. Kemensos juga terus membuat inovasi terhadap program penanganan lansia, salah satunya melalui Program Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi).

Program Atensi memberikan tujuh layanan kepada penerima manfaat, antara lain, pemenuhan hidup layak, perawatan sosial, dukungan keluarga, terapi fisik, mental, dan spiritual, pelatihan vokasional dan kewirausahaan, bantuan dan asistensi sosial, serta dukungan aksesibilitas. Pendekatan Atensi ini dilakukan melalui keluarga, komunitas, dan residensial.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR TB Ace Hasan Syadzily mengatakan, UU Lansia kelak harus satu napas dengan UU Pemerintah Daerah. "Dalam RUU Kesejahteraan Lansia nanti akan dijelaskan kewenangan pemerintah pusat dan juga pemerintah daerah," kata Ace.

Ace juga menekankan, pelayanan terhadap lansia harus menjadi prioritas. Peran berbagai pihak seperti swasta dan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) pun turut menjadi catatan penting dalam pendalaman RUU Kesejahteraan Lanjut Usia.

photo
Petugas kesehatan memeriksa tekanan darah dari seorang warga lanjut usia (lansia) di Posyandu Ayeum Mata, Desa Alue Raya, Samatiga, Aceh Barat, Aceh, Rabu (31/8/2022). - (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)

Dalam rangka penyusunan RUU Lansia ini, Komisi VIII DPR RI melakukan kunjungan spesifik ke Sentra Wyata Guna Bandung dan Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha "Abiyoso" Sleman, Yogyakarta. Kunjungan tersebut dilakukan untuk menyerap aspirasi dari berbagai pihak dalam menyusun dan membahas RUU Kesejahteraan Lanjut Usia.

Poliklinik terpadu

Dokter spesialis neurologi RS Atma Jaya Andre SpN menyambut baik adanya pembahasan RUU Lansia. Andre tak memungkiri, terdapat hambatan yang ia alami selama melayani lansia. Menurutnya, poliklinik terpadu bagi lansia perlu diperbanyak agar pelayanan makin komprehensif.

"Mengingat pada lansia biasanya terjadi masalah yang kompleks dan membutuhkan kerja sama multidisplin (dokter, perawat, psikolog, terapist, laboratorium, dan okupasi)," ujar Andre.

Dia menambahkan, banyak lansia yang kerap kesulitan untuk mengakses ke rumah sakit karena keterbatasan. Sehingga, perlu dikembangkan telemedicine dan program homecare agar pasien lansia mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik. 

Mengenang KH Zainuddin MZ: Amplop Kosong dan Sepeda Ontel

Setelah tiba di rumah dan amplop itu disobek, ternyata tak ada isinya sepeser pun

SELENGKAPNYA

Transformasi Cuap-cuap Jadi Cuan

Hadirnya fitur live shopping adalah game changer dalam dunia belanja daring. 

SELENGKAPNYA

Saat Jenderal Jadi Tumbal

TNI-AD telah kehilangan putra-putra terbaiknya di pagi buta awal Oktober 1965.

SELENGKAPNYA