Tenaga kesehatan menyuntikan vaksin booster Covid-19 kepada warga di sentra vaksinasi di kawasan Kota Tua, Jakarta, Jumat (16/9/2022). | Republika/Thoudy Badai

Tajuk

21 Sep 2022, 03:45 WIB

Pandemi Belum Berakhir

Pernyataan Biden dikeluarkan di tengah kasus baru di AS masih di atas 60 ribu.

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mendeklarasikan pandemi Covid-19 telah selesai di negeri Paman Sam. Sebelumnya Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, pandemi yang sudah berlangsung lebih dari dua tahun kemungkinan segera berakhir.

Jumlah kasus baru dan angka kematian akibat Covid-19 yang terus menunjukkan penurunan dinilai menjadi indikasi bahwa pandemi hampir sampai di garis finis.

Amerika sebenarnya belum terbebas sama sekali dari  pandemi Covid-19.  Pernyataan Biden dikeluarkan di tengah kasus baru di AS masih di atas 60 ribu. Sedangkan kasus kematian akibat Covid-19 mencapai ratusan orang dalam satu hari.

Bagaimana dengan Indonesia ? Di Indonesia, kasus harian dalam beberapa pekan terakhir di kisaran 2.000-3.000 kasus per hari, dan angka kematian rata-rata belasan orang. Artinya, fatality rate tidak lebih dari satu persen.

 
Pernyataan Biden dikeluarkan di tengah kasus baru di AS masih di atas 60 ribu.
 
 

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menetapkan beberapa syarat yang harus dipenuhi agar status pandemi berubah menjadi endemi. Pertama, tingkat positivity rate harian di bawah 5 persen. Positivity rate di Indonesia saat ini berada di angka 5,78 persen. Kedua, tingkat kematian kurang dari dua persen.

Parameter lainnya adalah keterisian ranjang di rumah sakit harus di bawah 5 persen. Kondisi di Tanah Air saat ini, keterisian RS untuk perawatan Covid-19 di angka 4,07 persen. Selanjutnya adalah persentase vaksinasi booster atau dosis ketiga harus lebih dari 50 persen.

Berdasarkan data Vaksinasi Covid-19 Kemenkes pada Selasa (20/9), cakupan vaksinasi dosis 1 mencapai 87,09 persen dari total jumlah penduduk Indonesia. Sedangkan dosis 2 sebanyak 72,86 persen, dosis 3 atau booster pertama di angka 26,75 persen.

Beberapa indikator itu menunjukkan Indonesia sudah masuk fase akhir pandemi.  Misalnya fatality rate, positivity rate, dan vaksinasi.

 
Beberapa indikator itu menunjukkan Indonesia sudah masuk fase akhir pandemi.  Misalnya fatality rate, positivity rate, dan vaksinasi.
 
 

Jokowi, pemerintah tidak akan secara gegabah menyatakan bahwa pandemi sudah berakhir di tengah kasus Covid-19 di Indonesia yang masih ribuan per hari. Di sisi lain, masih ada beberapa negara yang angka kasus positifnya kembali mengalami kenaikan. Karena itu, ia menegaskan pentingnya sikap kehati-hatian terkait pandemi ini.

Indonesia seharusnya memang tidak harus terburu-buru menetapkan berakhirnya pandemi.  Selain angka kasus harian yang masih ribuan, masyarakat tidak boleh dibuat terlena dengan penetapan pandemi menjadi endemi.

Kita berharap pemerintah tetap fokus melakukan langkah-langkah pencegahan dan penangulangan Covid-19. Misalnya cakupan vaksinasi yang belum mencapai 100 persen. Bahkan vaksinasi booster baru di angka 26,75 persen.

Kita juga berharap masyarakat tidak menurunkan kewaspadaan akan bahaya Covid-19. Jumlah kasus harian dan angka kematian memang sudah jauh menurun. Tapi tak ada jaminan bahwa tidak akan terjadi lonjakan kasus lagi.

Yang jelas pandemi belum benar-benar berakhir. Kita harus bersabar. Tidak usah tergesa-gesa mengikuti negara lain yang menyatakan pandemi telah usai. Tetap saja fokus dan waspada menghadapi Covid-19.  ';

Intrik Membesarkan Generasi Digital Native

Membesarkan generasi digital native tak bisa dilakukan dengan pola pikir digital immigrant.

SELENGKAPNYA

Azyumardi Azra dan Sikap Mental Konspiratif

Dalam makalah di muktamar ABIM, Prof Azyumardi membahas potensi kebangkitan peradaban Muslim.

SELENGKAPNYA

Ummu Waraqah, Imam Shalat Para Muslimah

Rumahnya dijadikan tempat para sahabiyah menunaikan shalat.

SELENGKAPNYA
×