Pengunjuk rasa menyalakan suar saat mengikuti aksi memprotes kenaikan harga-harga akibat inflasi di Buenos Aires, Argentina, Kamis (8/9/2022). | AP/Victor R. Caivano

Teraju

Ekonomi Global Masih Tertekan

Ketidakpastian ekonomi juga menghantui masa depan negara-negara maju.

OLEH RAKHMAT HADI SUCIPTO

Sudah lebih dari dua tahun pandemi Covid-19 melanda seluruh negara di dunia ini. Wabah ini benar-benar memorakporandakan seluruh sendi-sendiri perekonomian setiap negara. Tidak ada negara yang kebal menghadapi dahsyatnya efek pandemi tersebut.

Sisa-sisa terjangan Covid-19 masih terasa hingga kini. Banyak negara belum mampu bangkit seratus persen dari efek panas pandemi virus corona ini. Bahkan banyak negara maju kini menghadapi ancaman resesi karena efek pandemi melekat sangat kuat. 

Amerika Serikat saja mengalami inflasi hebat sebagai imbas panjang pandemi Covid-19. The Washington Post melaporkan, selama lebih dari 18 bulan terakhir, Amerika telah menghadapi gelombang kenaikan harga yang tajam karena inflasi mencapai level tertinggi dalam 40 tahun terakhir. Harga mobil bekas dan mobil baru meroket. Harga bahan pokok juga melambung, termasuk ayam utuh dan daging giling. Nyaris semua harga barang di negara tersebut membubung tinggi.

Masyarakat Amerika Serikat semula mampu menghindari ancaman inflasi dengan membeli mobil bekas. Mereka juga mengurangi perjalanan dengan menggunakan jalur udara karena harga tiket pesawat naik tajam. Namun, kehidupan mereka tetap tertekan karena inflasi telah menggelayuti seluruh barang kebutuhan sehari-hari, seperti bahan makanan, minuman, energi, bahkan perumahan. 

Inggris juga tak luput dari belitan inflasi tinggi. Inflasi di negara ini meningkat lebih dari yang diharapkan pada Juli 2022 ke level tertinggi dalam 40 tahun terakhir. Hiperinflasi ini telah mengintensifkan tekanan pada konsumen dan mendorong pemerintah dan Bank of England (BOE) untuk mengambil langkah lebih tegas.

Kantor Statistik Nasional Inggris menyebutkan, Indeks Harga Konsumen (IHK) di Inggris naik 10,1 persen pada Juli 2022 dari tahun sebelumnya setelah naik 9,4 persen pada bulan sebelumnya. Angka tersebut lebih tinggi dari yang diperkirakan sebelumnya oleh BOE dan para ekonom.

Kenaikan harga pangan memberikan kontribusi terbesar terhadap kenaikan inflasi Agustus 2022 di Inggris. Ini menunjukkan tekanan inflasi telah menyebar di luar energi. "Harga makanan naik, terutama produk roti, susu, daging, dan sayuran, masuk kelompok harga naik lebih tinggi," jelas Grant Fitzner, kepala ekonom di ONS. "Kenaikan harga barang-barang pokok lainnya, seperti makanan hewan, tisu toilet, sikat gigi, dan deodoran juga mendorong inflasi pada Juli 2022."

Jerman, negara kuat di kawasan Eropa, juga sedang berjuang menghadapi tekanan inflasi. Dengan inflasi yang menembus angka 7,9 persen pada Agustus 2022, Jerman berada di bawah tekanan untuk memberikan bantuan lebih lanjut bagi konsumen dan bisnis yang terkena lonjakan harga energi.

Paket bantuan Jerman untuk membantu warga dan perusahaan mengatasi inflasi yang melonjak akan mencapai 13 miliar euro (12,86 miliar dolar AS) pada 2022 ini. Kementerian Keuangan Jerman menyebut Pemerintah Federal akan memberikan kontribusi sebesar 12 miliar euro.

photo
Buah jeruk dengan harga yang naik tajam dijual di salah satu toko di Lisboa, Portugal, (5/9/2022). Pemerintah Portugal melaksanakan sidang kabinet darurat terkait inflasi yang mencapai 9 persen di negara itu. - (AP/Armando Franca)

"Inflasi sebesar 7,9 persen pada Agustus 2022 nyaris meleset dari level tertinggi baru dalam 70 tahun. Namun pajak bahan bakar dan akhir dari potongan harga bahan bakar dan tiket 9,0 euro kemungkinan akan mendorong inflasi ke level 10 persen pada akhir tahun 2022," ungkap Jorg Kramer, kepala ekonom di Commerzbank, salah satu lembaga keuangan terkemuka di negara itu, seperti dilaporkan dw. 

Bantuan untuk tahun anggaran 2023 akan berjumlah 42,5 miliar euro dan sebanyak 24,6 miliar euro akan berasal dari kas Federal. Pembayaran satu kali sebesar 300 euro bagi pensiunan akan menghabiskan hampir setengah dari bantuan yang dijanjikan pada 2022 sebesar 6,0 miliar euro. Perusahaan padat energi akan mendapatkan total 3,0 miliar euro selama tahun 2022 ini dan tahun depan. 

Dari total anggaran, sekitar 8,5 miliar euro pada 2022 dan 2023 akan digunakan untuk mengurangi pajak pertambahan nilai atas konsumsi gas. Sebanyak 10,1 miliar euro, bagian terbesar dari dana yang dialokasikan, akan didedikasikan pada 2023 untuk meningkatkan ambang batas pajak penghasilan sebagai respons terhadap inflasi.

Jerman pun mengambil langkah pengamanan bagi sektor transportasi umum. Pemerintah memutuskan memberikan diskon tiket transportasi umum. Kementerian Keuangan mengatakan, gangguan itu belum termasuk dampak keuangan dari penundaan kenaikan harga CO2, batas harga listrik yang disepakati, atau pengurangan biaya jaringan yang akan berjumlah lebih dari 10 miliar euro.

photo
Warga perumahan di Jerman, kini harus semakin menghemat gas (ilustrasi) - (Instagram/Vonovia)

Secara umum, menurut data Eurostat, inflasi di zona euro mencapai rekor tertinggi baru pada Agustus 2022 sebesar 9,1 persen. Kenaikan tinggi pada energi menjadi pendorong utama inflasi di zona euro ini.

Angka inflasi di euro zone tersebut di atas ekspektasi. Jajak pendapat Reuters dari para ekonom memperkirakan inflasi di zona euro pada tingkat 9,0 persen. Ini menjadi rekor tertinggi kesembilan berturut-turut kenaikan harga konsumen di kawasan euro, dengan kenaikan dimulai pada November 2021. Inflasi utama di zona euro mencapai 8,9 persen pada Juli 2022.

Energi di zona euro memiliki tingkat inflasi tahunan tertinggi pada level 38,3 persen pada Agustus 2022. Angka ini turun sedikit dari 39,6 persen pada Juli 2022. Makanan, alkohol, dan tembakau naik 10,6 persen pada Agustus 2022 dibandingkan dengan 9,8 persen pada Juli 2022, dengan efek langsung dari gelombang panas baru-baru ini di seluruh benua yang berkontribusi terhadap peningkatan tersebut.

Barang industri non-energi, seperti pakaian, peralatan rumah tangga, dan mobil naik 5,0 persen pada Agustus 2022 dibandingkan dengan data tahun lalu, naik 0,5 poin pada bulan lalu. Sektor jasa naik 3,8 persen, naik 0,1 poin dari Juli 2022.

Menelusuri angka nasional, tingkat inflasi Prancis turun menjadi 6,5 persen pada Agustus 2022, turun dari 6,8 persen (Juli 2022). Angka tersebut lebih rendah dari ekspektasi, dengan ekonom yang disurvei oleh Reuters telah mengantisipasi penurunan menjadi 6,7 persen. Spanyol juga merilis angka inflasi yang melambat untuk Agustus pada level 10,3 persen dibandingkan dengan 10,7 persen pada Juli 2022. 

Estonia saat ini memiliki tingkat inflasi tertinggi di zona euro sebesar 25,2 persen, diikuti oleh Lithuania (21,1 persen) dan Latvia (20,8 persen). Malta dan Finlandia mengikuti Prancis dengan tingkat inflasi terendah, masing-masing sebesar 7,1 persen dan 7,6 persen.

Rekor baru

Inflasi terus mencapai rekor baru tepat saat Bank Sentral Eropa (ECB) mempertimbangkan kenaikan suku bunga besar lainnya pada September 2022 ini. ECB menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin menjadi nol pada 21 Juli 2022, kenaikan suku bunga pertama dalam 11 tahun dan kenaikan serupa atau lebih besar bisa terjadi lagi.

"Beberapa anggota ECB cenderung menganjurkan kenaikan suku bunga 75 basis poin," ujar Peter Schaffrik, ahli strategi makro global di RBC Capital Markets, seperti dilansir CNBC beberapa waktu lalu. "Meskipun perlambatan ekonomi yang hampir pasti akan kita alami, bank sentral tidak akan berhenti di jalur pendakian mereka."

“Prospek ekonomi Eropa cukup suram," kata Kenneth Wattret, kepala ekonom di S&P Global Market Intelligence. “Tampaknya tak terhindarkan bahwa kawasan euro menuju resesi. Pertanyaannya hanya seberapa dalam dan berapa lama itu akan bertahan.”

ECB memiliki beberapa pekerjaan rumah yang harus dilakukan. "ECB jauh di belakang kurva, inflasi sangat tinggi dan kemungkinan akan tetap seperti itu setidaknya selama tujuh bulan ke depan," kata Wattret.

Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire mengatakan, inflasi adalah fokus utama bagi negara-negara Eropa dalam jangka pendek. “Tantangan utama yang harus kita semua hadapi untuk pekan-pekan ke depan dan bulan-bulan berikutnya adalah untuk mengurangi tingkat inflasi di mana-mana di Eropa,” kata Le Maire.

"Jadi terserah ECB untuk mengambil keputusan yang tepat, dan kami sepenuhnya percaya ECB untuk mengambil keputusan yang tepat. Akan tetapi, poin kuncinya adalah penurunan tingkat inflasi di mana-mana di Eropa," lanjut Le Maire.

Cina terkendali

IHK Cina naik pada kecepatan yang lebih lambat dari perkiraan pada Agustus, sementara tingkat inflasi produsen mencapai level terendah dalam 18 bulan. Ini mencerminkan ekonomi terganggu oleh permintaan domestik yang lemah dan meninggalkan ruang untuk pelonggaran kebijakan bank sentral lebih lanjut.

photo
Penjual buah menjajakan dagangannya di Hanoi, Vietnam, Ahad (14/8/2022). Perang Rusia-Ukraina memicu kenaikan harga berbagai bahan makanan di Vietnam. - (AP/Hau Dinh)

Di Cina, berdasarkan data Biro Statistik Nasional (NBS) Cina, IHK Agustus 2022 meningkat 2,5 persen dari bulan yang sama tahun sebelumnya. Angka ini lebih lambat dari 2,7 persen pada Juli 2022 dan perkiraan rata-rata 2,8 persen dalam jajak pendapat analis Reuters.

Indeks Harga Produsen (IHP) naik 2,3 persen, laju paling lambat sejak Februari 2021, dan lebih lambat dari 4,2 persen sebulan sebelumnya dan 3,1 persen dalam jajak pendapat karena penurunan harga energi dan bahan baku. "Inflasi gerbang pabrik akan turun lebih jauh sepanjang sisa tahun ini berkat penurunan harga komoditas yang terus berlanjut dan basis perbandingan yang lebih tinggi," kata analis Capital Economics Sheana Yue dan Zichun Huang dalam sebuah catatan penelitian mereka.

The Economist menyebut Cina memiliki reputasi untuk mengejar pertumbuhan dengan segala cara. Termasuk dengan memanfaatkan kinerja sektor pertanian dan penerapan jam kerja yang lebih berat. Tetapi satu hal yang tidak akan dikorbankan Cina adalah stabilitas harga.

Rekor Cina dalam menahan tekanan harga sangat mengesankan untuk ekonomi berkembang. Inflasi harga konsumen rata-rata hanya 2,3 persen selama 20 tahun terakhir.

 
The Economist menyebut Cina memiliki reputasi untuk mengejar pertumbuhan dengan segala cara
 
 

Setelah Rusia menginvasi Ukraina pada Februari 2022, Cina mulai merasakan beberapa tekanan inflasi yang melanda perekonomian di tempat lain. Inflasi naik dari 0,9 persen pada Februari 2022 menjadi 2,7 persen selama Juli 2022, mendekati batas atas pemerintah sebesar 3,0 persen.

Bahan bakar untuk kendaraan naik 14 persen dalam kurun waktu lima bulan, dan harga daging babi melonjak lebih dari 25 persen pada Juli 2022 karena para petani menimbun babi dengan harapan harga yang lebih tinggi akan datang.  

Akan tetapi angka baru yang dirilis pada 9 September 2022 menunjukkan, ketakutan inflasi Cina tampaknya akan berakhir sebelum dimulai. Inflasi harga konsumen turun menjadi 2,5 persen pada Agustus 2022. Meskipun harga bahan bakar jauh lebih tinggi daripada tahun lalu, harganya lebih rendah dari bulan lalu.

Dengan gambaran seperti itu, ekonomi global jelas masih berada dalam lingkungan yang tak kondusif. Amerika Serikat dan kawasan Eropa saja terus dalam bayang-bayang tekanan hiperinflasi. Bila ekonomi mereka tertekan, dampak buruknya akan menjalar ke negara-negara lainnya. 

Ummu Haram Binti Milhan, Mujahidah di Lautan

Seorang pejuang sekaligus perawi hadis dari kalangan sahabiyah

SELENGKAPNYA

Nasib Pala Banda, Run, dan Manhattan

Pulau Run adalah salah satu pulau penting dalam sejarah Indonesia.

SELENGKAPNYA