Revisi Buku PAI | Antara
13 Jul 2020, 03:42 WIB

Kemenag Segera Rampungkan Revisi Buku PAI

Revisi buku agama tidak kemudian menghapuskan fakta sejarah.

Kementerian Agama memastikan revisi 155 buku pelajaran pendidikan agama Islam (PAI) akan segera rampung. Menurut Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin, ini sesuai dengan target awal revisi dan perombakan buku agama selesai pada Desember 2019.

Ini hampir tuntas, jadi masih sedang finalisasi. Kami kumpulkan penulisannya. Materi sudah hampir jadi untuk semuanya mata pelajaran PAI di sekolah dan buku agama di sekolah, ujar Kamaruddin saat ditemui wartawan di Hotel Pullman, Jakarta, Selasa (26/11).

Menurut Kamaruddin, revisi buku agama membuat orientasi mata pelajaran PAI juga ikut berubah. Ia menjelaskan, sesuai orien- tasi dari pelajaran agama agar meng hasilkan siswa menjadi lebih berintegritas, berakhlak baik, tetapi tetap memegang nasionalisme.

Oleh karena itu, pengajaran mata pelajaran PAI nantinya tidak hanya menyangkut hafalan dan ibadah semata. Jadi, religiositas dan nasionalisme kita perkuat. Bukan hanya menghafal dan ibadah, melainkan kombinasi, tutur dia.

Selain belajar agama tradisional, juga orientasi belajar agama itu bisa jadi instrumen untuk transformasi perilaku diterapkan refleksi sosial jadi warga negara baik, ujar Kamaruddin.

Namun demikian, Kamaruddin memastikan revisi buku agama tidak kemudian menghapuskan fakta sejarah. Ia mencontohkan, buku agama Islam yang di dalamnya memuat sejarah perang tidak akan dihapus, tetapi diberi penjelas an terperinci. Misalnya, mengapa Nabi berperang, bagaimana sifat dan karakter Islam saat berperang, katanya.

Ia mengatakan, penjelasan juga akan menyinggung bagaimana dalam perang sekalipun pendekatan yang dilakukan Nabi Muhammad tetaplah humanis. Misalnya, jangan Anda membunuh perempuan, jangan membunuh anak-anak, jangan membunuh rakyat sipil. Itu betapa humanisnya Nabi SAW, punya etika luar biasa. Itu akan dimunculkan, tuturnya.

Ia menyebut hal-hal seperti ini menunjukkan pelajaran harus produktif. Anak punya kompetensi toleran, nasionalis, respek, demokratis, mengetahui kondisi Indonesia. Sebelumnya, perombakan buku agama dilakukan untuk buku materi pelajaran agama mulai SD hingga SMA.(ed: a syalaby ichsan)


Berita Terkait

×