Wakil Presiden Republik Indonesia Maruf Amin. | Republika/Thoudy Badai

Ekonomi

Wapres Minta Tapera Syariah Terus Berkembang

Hehadiran Tapera Syariah sejalan dengan pengembangan ekonomi syariah.

JAKARTA -- Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin meluncurkan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) Syariah di Aceh. Wapres berharap kehadiran Tapera Syariah dapat menjadi salah satu sarana untuk mewujudkan keinginan masyarakat memiliki rumah sehingga bisa mengurangi selisih antara kebutuhan dan persediaan (backlog) perumahan di daerah hingga nasional. 

"Tabungan Perumahan Rakyat Syariah menjadi salah satu sarana untuk membantu mewujudkan kepemilikan rumah bagi masyarakat yang kebutuhannya kian meningkat dan kini mencapai 12,75 juta unit," kata Kiai Ma'ruf saat menghadiri Grand Launching Tapera Syariah secara daring, Selasa (23/8). 

Ma'ruf mengingatkan, terdapat tiga tantangan untuk makin mengembangkan Tapera Syariah. Pertama, ujar Ma'ruf, Tapera Syariah harus proaktif melakukan penawaran. Salah satunya dengan menjemput bola melalui sosialisasi yang inovatif dan masif kepada masyarakat luas, termasuk di lingkup ASN, BUMN, dan pemerintah daerah. 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by KH.Ma'ruf Amin (@kyai_marufamin)

"Manfaat layanan dan keunggulan Tapera Syariah perlu disampaikan kepada calon peserta," katanya. 

Kedua, Tapera Syariah harus terus memperluas cakupan kepesertaan. Menurut dia, skema Tapera Syariah yang inklusif dan universal harus dapat dinikmati oleh seluruh kalangan. Dia yakin, cakupan kepesertaan Tapera Syariah yang makin luas akan mendongkrak tingkat inklusi keuangan syariah. 

Kemudian, Ma'ruf menegaskan, Tapera Syariah harus dapat menjaga komitmen pengelolaan dana tabungan perumahan dengan prinsip syariah yang mengedepankan asas gotong royong, berkeadilan, transparan, aman, serta halal. 

 
 
Per Agustus 2022, terdapat 6,75 persen peserta aktif Tapera yang menyatakan minat terhadap prinsip pembiayaan syariah.
 

"Selain itu, pembiayaan perumahan dengan pendekatan rantai pasok berbasis syariah dapat ditingkatkan guna mendorong berkembangnya bisnis pelaku usaha yang terlibat dalam rantai pasok pembangunan perumahan," katanya. 

Menurut dia, kehadiran Tapera Syariah sejalan dengan pengembangan ekonomi syariah karena memfasilitasi kebutuhan masyarakat melalui hadirnya skema tabungan perumahan yang sesuai prinsip syariah. Dia mengatakan, momentum peluncuran Tapera Syariah ini juga sangat tepat bagi industri jasa keuangan di tengah meningkatnya preferensi masyarakat terhadap produk atau jasa yang sesuai syariah. 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Otoritas Jasa Keuangan (@ojkindonesia)

"Peningkatan preferensi masyarakat tidak hanya terlihat di sektor jasa keuangan dan sektor unggulan ekonomi syariah lainnya tetapi juga terjadi di sektor perumahan," kata Ma'ruf. 

Wapres menyampaikan, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperlihatkan pembiayaan rumah dari bank syariah mencapai Rp 103,24 triliun per Maret 2022. Jumlah itu naik hampir 12 persen dari periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Ma'ruf juga mencatat, per Agustus 2022, terdapat 6,75 persen peserta aktif Tapera yang menyatakan minat terhadap prinsip pembiayaan syariah. "Mengingat preferensi masyarakat terhadap pembiayaan perumahan secara syariah masih akan terus meningkat, maka masih ada ruang besar bagi pengembangan Tapera Syariah pada masa yang akan datang," katanya. 

Proyek IKN Jadi Sentimen Positif Waskita

Aksi korporasi Waskita berupa rights issue ini dinilai mampu menarik perhatian investor.

SELENGKAPNYA

Instrumen Keuangan Syariah Dukung Investasi Hijau

APBN mengalokasikan sekitar 4,1 persen setiap tahunnya untuk anggaran perubahan iklim.

SELENGKAPNYA

Program Bantuan Alsintan Diperbaiki

Penggunaan alsintan juga dapat disewakan melalui skema koperasi.

SELENGKAPNYA