vp,,rm
Ilustrasi Hikmah Hari ini | Republika

Hikmah

Guru Berkarakter

Kehidupan akan selalu menguji karakter seorang guru.

OLEH ASEP SAPA'AT

Kehidupan akan selalu menguji karakter seorang guru. Guru berkarakter tecermin dari perilaku kesehariannya, terutama saat dirinya menghadapi situasi sulit. Ada guru yang cakap mengajar dipinang berbagai sekolah elite untuk menjadi staf pengajarnya, tetapi guru itu menolak.

Mengapa? Dia ingin fokus merawat ibunya yang sudah tua dan mengidap penyakit alzheimer. Mereka hidup berdua saja. Maka, dia memilih sekolah yang mengizinkan dia mengajar dan dapat membawa serta ibunya ke kelas.

Di sekolah, ketulusan dan keikhlasan sang guru merawat ibunya tampak di depan murid-muridnya. Ketika sang guru mengajar, tiba-tiba ibunya meminta sesuatu, dia segera menghampiri dan memenuhi permintaan ibunya, lalu sang guru kembali mengajar.

Saat jam istirahat, para murid makan bersama di kantin, sang guru pun menyuapi ibunya makan. Sang guru benar-benar tenang mengajar saat sang ibu terlelap tidur di bangku paling belakang di kelas. Episode pendidikan karakter tersaji lewat kehidupan nyata sang guru. Sosok pendidik yang memuliakan ibunya.

Kisah hidup sang guru di sekolah menjadi buah bibir. Sebagian orang tua resah anak-anaknya tak mendapatkan layanan pengajaran dan pendidikan terbaik di tangan sang guru. Sang guru dianggap tak bersikap profesional dalam bekerja. Sang guru pun tak mampu bertanggung jawab penuh mengajar dan mendidik murid-murid. Bahkan, sang guru didesak orang tua untuk diberhentikan dari sekolah.

Hidup adalah pilihan. Sang guru berada di persimpangan jalan. Dia harus memilih, selamatkan karier sebagai guru atau fokus merawat ibunya. Ibu adalah inspirasi kehidupan bagi sang guru. Mudah baginya untuk menentukan pilihan karena ibu lebih utama dibandingkan kariernya sebagai guru.

Saat kepala sekolah menceritakan kehidupan sang guru dan ibunya secara gamblang kepada para orang tua dalam rapat sekolah, para orang tua baru tersadar begitu hebat sosok sang guru yang selama ini mengajar anak-anaknya. Apalagi, saat orang tua merasakan terjadi perubahan perilaku pada diri anak-anaknya yang makin mencintai dan berbakti kepada mereka. Buah dari proses pendidikan karakter dari sang guru. 

Mengajar itu mudah karena hanya menyampaikan pengetahuan. Mengajarkan para murid untuk berbuat baik kepada orang tua pun bukan perkara sulit. Yang tersulit, sang guru benar-benar berbakti kepada orang tua yang ditunjukkan dalam perilaku keseharian.

Allah SWT berfirman: “Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun, bersyukurlah kalian kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.” (QS Luqman: 14).

Nyatanya, karakter dan keteladanan sang guru telah menginspirasi para murid untuk memuliakan orang tua mereka.

Wallahu a’lam.

Orang-Orang Pilihan

Merekalah orang-orang cerdik, mempersiapkan bekal di hari yang panjang kelak.

SELENGKAPNYA

Mengukur Kesejahteraan Petani

Petani harus dilihat dari dua sisi, sebagai produsen dan konsumen akhir.

SELENGKAPNYA

Praktik Culas di Perguruan Tinggi

Membangun tata kelola perguruan tinggi yang transparan dan akuntabel adalah kunci memberantas dan mencegah korupsi di kampus.

SELENGKAPNYA