Petugas dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung menyuntikkan vaksin penyakit mulut kuku (PMK) tahap kedua ke hewan ternak sapi di Jalan Raden Ganda, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Senin (1/8/2022). | REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA

Nasional

Satgas Kejar Produksi Vaksin PMK 30 Juta Dosis pada 2023

Pemerintah Kabupaten Boyolali di Provinsi Jawa Tengah masih memperpanjang waktu penutupan lima pasar hewan dalam pencegahan wabah PMK.

JAKARTA -- Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Wiku Adisasmito mengatakan kapasitas produksi vaksin PMK dalam negeri pada 2023 bisa meningkat sampai 30 juta dosis.

Dia mengatakan pemerintah tengah menggiatkan produksi vaksin PMK dalam negeri berdasarkan stereotip virus yang beredar di Indonesia. Pada 2022, kata Wiku, Indonesia memiliki kapasitas produksi vaksin sebanyak 2 juta dosis yang ditargetkan terus meningkat hingga 2023.

Wiku menilai pengadaan vaksin PMK dari produksi dalam negeri merupakan perwujudan kemandirian bangsa. “Pemerintah secara penuh mendukung dan memprioritaskan vaksin dalam negeri sebagai upaya menciptakan kesehatan nasional pada hewan rentan PMK,” kata Wiku, Jumat (19/8).

Beberapa perusahaan lokal yang telah menyatakan ketertarikan memproduksi vaksin PMK, yakni Pusat Veteriner Farma (Pusvetma), PT Caprifarmindo, PT Biotis Prima Agrisindo, PT Medion, dan PT Vaksindo Satwa Nusantara. Di Juni 2022, pemerintah menyetujui penggunaan dana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) untuk pengadaan 29 juta dosis vaksin PMK tahun ini. Termasuk mendatangkan vaksin impor dari empat negara, yakni Cina, Prancis, Brasil, dan Argentina.

Wiku memastikan pengadaan vaksin dilakukan secara profesional. Semua prosesnya jelas, transparan, dan akuntabel di bawah pengawasan dan kendali utama oleh Kementerian Pertanian.

Untuk tahap awal, pemerintah mendistribusikan 3 juta dosis vaksin PMK yang dibagi ke dalam dua fase yaitu 800 ribu dosis telah didistribusikan dan disuntikkan ke hewan ternak. Sebanyak 2,2 juta dosis tengah didistribusikan dan mulai disuntikkan ke hewan ternak. Vaksinasi itu ditargetkan tuntas maksimal September 2022.

Sementara, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Satuan Tugas Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (Satgas PMK) Letjen TNI Suharyanto menghadiri Rapat Koordinasi Penanganan PMK di kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, Jumat. Suharyanto mengimbau pemerintah daerah Sulawesi Selatan untuk segera menurunkan kasus aktif PMK di wilayah tersebut.

Berdasarkan data Satgas PMK pusat, kasus PMK di Sulsel telah tersebar di 17 kabupaten/kota. Total terdapat sejumlah 2.228 hewan ternak yang telah terjangkit. “Penularan di Sulsel terus naik. Hal ini harus dicegah karena virus PMK menular sangat cepat. Sulsel adalah salah satu provinsi lumbung ternak di Indonesia, sehingga harus kita jaga,” kata Suharyanto.

Puncak kasus aktif PMK di Sulsel tercatat terjadi pada 16 Agustus dengan 2.577 kasus. Kemudian, mengalami penurunan hingga 18 Agustus dengan 2.228 kasus. Walaupun ada tren penurunan kasus aktif namun angka tersebut terhitung masih tinggi.

“Harapannya, Sulsel nantinya dapat melaporkan tidak ada penambahan atau 0 (nol) kasus baru seperti delapan provinsi lainnya yakni DKI Jakarta, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur,” kata dia.

Masih ditutup

Pemerintah Kabupaten Boyolali di Provinsi Jawa Tengah masih memperpanjang waktu penutupan lima pasar hewan dalam pencegahan wabah PMK. Sebanyak lima pasar hewan tersebut yaitu Pasar Hewan Jelok di Kecamatan Cepogo, Pasar Hewan Karanggede, Pasar Hewan Kalioso di Kecamatan Nogosari, Pasar Hewan Simo, dan Pasar Hewan Ampel.

photo
Petugas dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung berjalan di area kandang hewan ternak di Jalan Raden Ganda, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Senin (1/8/2022). - (REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA)

"Penutupan lima pasar hewan karena wabah PMK di Boyolali, sejak tanggal 27 Mei hingga Agustus ini, untuk mengendalikan penyebaran virus," kata Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Boyolali, Lusia Dyah Suciati, Jumat.

Disnakkan Boyolali hingga kini terus melakukan penanganan PMK tersebut antara lain melakukan skrining, kemudian pengobatan hewan suspek atau yang positif, dan kegiatan vaksinasi terhadap hewan ternak yang sehat di daerah zona hijau untuk mencegah penularan.

BI Masih akan Tahan Suku Bunga

Bank Sentral AS diperkirakan akan kembali naikkan suku bunga.

SELENGKAPNYA

Segeralah Tunduk Bersujud

Apakah kelak akan diperlakukan sama antara orang yang tunduk bersujud kepada Allah dengan yang membangkang?

SELENGKAPNYA

Adab Sebagai Notaris

Apa tuntutan dan adab sebagai notaris dalam transaksi sehari-hari?

SELENGKAPNYA