vp,,rm
Ilustrasi Hikmah Hari ini | Republika

Hikmah

Mensyukuri Kemerdekaan

Dengan mensyukuri kemerdekaan, maka keberkahan akan selalu menaungi bangsa ini.

OLEH ABDILLAH

Bangsa besar yang bernama Indonesia kini usianya sudah memasuki 77 tahun. Negara yang dibangun di atas kesepakatan semua golongan. Bangsa yang diperjuangkan dengan darah. Tanpa perjuangan dan kehendak Allah SWT, tak mungkin rasanya bangsa ini bisa melepaskan diri dari penindasan para penjajah.

Saat ini, Indonesia sudah berdiri tegak dengan keindahan dan kekayaan alam yang sungguh luar biasa. Negeri serpihan surga yang terjaga di dunia. Mari kita jaga keindahan dan kelestarian bangsa besar ini. Sebab, pada dasarnya kerusakan disebabkan oleh perilaku manusia yang serampangan.

Allah SWT berfirman: “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia…” (QS ar-Rum: 41).

Jangan biarkan negeri ini terkoyak kembali. Jangan biarkan konflik menjadi bara yang terus menyala. Negeri ini dengan keberagaman dan kekayaannya adalah anugerah dari Allah SWT untuk kita.

Mari kita syukuri anugerah yang besar ini. Dengan bersyukur, maka keberkahan akan selalu menaungi bangsa ini. Allah SWT berfirman: “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”

Syukur adalah bentuk terima kasih kepada Allah karena sudah menganugerahi bangsa yang indah. Kita tahu bahwa bangsa ini adalah anugerah dari Allah. Bersyukur adalah cara menjaga agar bangsa ini tetap terjaga. Kesejahteraan dan ketentraman bangsa ini hanya bisa diraih jika dilandasi dengan syukur.

Senantiasa memuji kepada Allah karena sudah diberikan kebaikan, kemudian direalisasikan dengan tindakan. Perilaku kita harus membawa kedamaian. Tindakan harus mengarah pada persatuan. Jagalah bangsa ini agar terus aman supaya ibadah dan semua aktivitas bisa dilakukan dengan nyaman.

Mari kita jaga persaudaraan dan keutuhan bangsa ini. Jauhilah berbagai konflik yang sekiranya mendatangkan kerusakan. Perkuatlah persatuan dan persaudaraan di antara kita sebagaimana telah disampaikan oleh Rasulullah SAW.

“Muslim yang satu dengan Muslim yang lainnya seperti sebuah bangunan, saling menguatkan satu dengan yang lainnya.” Beliau sambil menjalinkan jari-jemari (HR Bukhari dan Muslim).

Dalam hadis ini, Rasulullah menganalogikan persatuan seperti halnya bangunan yang akan tetap kokoh jika terus dijaga bersama. Tanpa persatuan, sebuah bangsa tidak memunyai kekuatan dan akan mudah dihancurkan.

Sebagai orang beriman, kita harus menjadi pelopor yang menyebarkan kasih sayang terhadap sesama. Tidak membiarkan ucapan dan tindakan melukai saudara sebangsa. Seorang Muslim harus mencintai saudaranya sebagaimana dia menyintai dirinya sendiri.

Mengenai hal ini, Rasulullah SAW telah mengingatkan kita dalam sabdanya: “Tidak sempurna iman seseorang dari kalian sehingga ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai terhadap dirinya sendiri." (HR Bukhari).

Wallahu a’lam.

Sayyid Husein Mutahar, Kiprah Habib, dan Paskibraka

Sayyid Husein Mutahar tercatat sebagai yang turut membidani lahirnya Paskibraka.

SELENGKAPNYA

Bagaimana Suasana Proklamasi pada 1945?

Ada sepasukan Barisan Pelopor dari Panjaringan yang datang terlambat dan meminta agar pembacaan proklamasi diulangi kembali.

SELENGKAPNYA

Merah Putih Pertama Berkibar di Cianjur?

Upacara pengibaran Merah-Putih disebut telah dilakukan di Cianjur pada 16 Agustus 1945.

SELENGKAPNYA