Adiwarman A Karim | Daan Yahya | Republika

Analisis

Kemerdekaan Ekonomi Indonesia 2022-2023

Akhir tahun 2022 akan mulai dirasakan dinamika politik, terutama setelah pelaksanaan G-20 bulan November.

OLEH ADIWARMAN A KARIM

Kemerdekaan ekonomi Indonesia dapat dikelompokkan menjadi tiga pilar. Pertama, kemerdekaan rupiah. Kedua, kemerdekaan pertumbuhan. Ketiga, kemerdekaan keadilan sosial.

Tulisan ini hanya membahas kemerdekaan rupiah saja yang dikenal juga sebagai ketahanan daya beli rupiah yang memiliki dua dimensi. Pertama, dimensi daya beli dalam negeri yang dikenal dengan pengendalian inflasi. Melemahnya daya beli rupiah terhadap barang dan jasa di dalam negeri disebut inflasi.

Ada dua penyebab inflasi, yaitu bertambahnya jumlah rupiah yang lebih besar daripada bertambahnya barang dan jasa. Akibatnya lebih banyak rupiah mengejar lebih sedikit barang dan jasa.

Penyebab kedua inflasi adalah naiknya harga barang dan jasa yang diimpor, terutama yang dijadikan bahan baku bagi produk dalam negeri. Untuk pengendalian inflasi ini, Bank Indonesia telah sangat piawai dan hati-hati menjaga keseimbangan jumlah uang beredar dan permintaan barang jasa.

 
Kemerdekaan ekonomi Indonesia dapat dikelompokkan menjadi tiga pilar. Pertama, kemerdekaan rupiah. Kedua, kemerdekaan pertumbuhan. Ketiga, kemerdekaan keadilan sosial.
 
 

Untuk inflasi wilayah dibentuk tim daerah yang mengendalikan harga-harga bila terjadi kesenjangan spesifik daerah tertentu, misalnya kesulitan distribusi barang jasa tertentu. Untuk inflasi barang jasa juga teridentifikasi kenaikan masing-masing barang dan jasa.

Pada saat pandemi yang membolehkan Bank Indonesia “mencetak uang” melalui pembelian langsung Surat Utang Negara di pasar primer, tidak terlihat penggunaan berlebihan (abuse of authority) wewenang tersebut. Pengendalian moneter tetap berjalan dengan baik.

Kedua, dimensi daya beli luar negeri yang dikenal dengan pengendalian nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, khususnya dolar AS. Dimensi ini lebih kompleks pengendalian dan dampaknya. Melemahnya nilai tukar rupiah dari dimensi ini dapat dilihat dari tiga aspek.

Aspek pertama, lemahnya cadangan devisa akan dipandang sebagai rapuhnya suatu perekonomian suatu negara dan mengundang spekulan untuk menggoyang negara tersebut. Burung nasar atau burung pemakan bangkai yang dikenal dalam dunia keuangan sebagai vulture sangat senang mengintai negara yang cadangan devisanya pada batas ambang dan akan mengalami pergantian pemerintahan.

 
Pergantian pemerintahan merupakan suatu keniscayaan pada tahun 2024 sehingga Indonesia memenuhi satu kriteria para vulture.
 
 

Pergantian pemerintahan merupakan suatu keniscayaan pada tahun 2024 sehingga Indonesia memenuhi satu kriteria para vulture. Tinggal satu kriteria yang harus sangat kita jaga yaitu cadangan devisa. Keadaan ekonomi global tahun 2023 masih akan diwarnai dengan ketidakpastian dan shadow war antara negara-negara besar. Gangguan pasokan akan menaikkan harga internasional barang jasa dan dapat berimbas pada kenaikan harga dalam negeri.

Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juli 2022 mencapai 132,2 miliar dolar AS setara dengan pembiayaan 6,2 bulan impor. Bila diperhitungkan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah nilai itu setara dengan 6,1 bulan. Dalam keadaan normal, cadangan setara tiga bulan saja telah memadai.

Dalam keadaan saat ini yang penuh ketidakpastian, biasanya ditambahkan buffer tiga bulan lagi sehingga cadangan dijaga setara enam bulan. Bila suatu negara akan mengalami pergantian pemerintahan biasanya ditambahkan buffer 3 bulan lagi menjadi setara 9 bulan. Nilai ini dianggap pre-emptive policy untuk menghilangkan daya tarik para vulture.

Aspek kedua, cara perhitungan barang jasa dalam negeri dengan metode akuntansi nilai keekonomian seakan-akan barang jasa tersebut diperdagangkan di luar negeri sehingga menggunakan harga internasional.

 
Dalam keadaan saat ini yang penuh ketidakpastian, biasanya ditambahkan buffer tiga bulan lagi sehingga cadangan dijaga setara enam bulan.
 
 

Ada dua pendekatan ilmu, yaitu ilmu ekonomi internasional dan ilmu akuntansi. Dalam ilmu ekonomi internasional, barang yang diperdagangkan di luar negeri menggunakan harga internasional. Sedangkan barang yang diperdagangkan di dalam negeri menggunakan harga domestik.

Bila barang yang diproduksi di dalam negeri menggunakan harga internasional, maka tidak akan terjadi market clearance. Harga dalam negeri yang merupakan hasil pertemuan penawaran dan permintaan domestik tidak diberlakukan. Permintaan dan penawaran domestik harus tunduk pada ketentuan pemerintah berupa harga keekonomian yang mengacu pada harga internasional.

Karena permintaan dan penawaran dalam negeri tidak mampu membayar harga internasional tersebut, kemudian pemerintah memberikan subsidi agar dapat terjangkau oleh rakyat banyak. Itu sebabnya kenaikan subsidi berbanding lurus dengan kenaikan harga internasional. Padahal, barang tersebut diproduksi di dalam negeri.

Keadaan ini diawali oleh metode akuntansi yang digunakan oleh perusahaan asing yang berproduksi di Indonesia. Pertama, walaupun diproduksi di Indonesia barang tersebut dapat diperdagangkan di luar negeri sehingga memiliki harga internasional.

 
Karena permintaan dan penawaran dalam negeri tidak mampu membayar harga internasional tersebut, kemudian pemerintah memberikan subsidi agar dapat terjangkau oleh rakyat banyak.
 
 

Kedua, karena secara akuntansi terkonsolidasi dengan perusahaan induknya digunakan harga internasional. Praktik ini kemudian diikuti oleh perusahaan domestik.

Dalam ekonomi internasional hal ini telah lama terselesaikan. Seorang petani menghasilkan jagung kualitas ekspor dengan biaya Rp 10 ribu. Jagung yang diekspor tentu menggunakan harga internasional. Jagung yang dijual di pasar domestik tentu dijual menggunakan harga domestik.

Salah kaprah terjadi bila jagung kualitas ekspor produksi dalam negeri itu dijual di dalam negeri dengan harga internasional, kemudian karena harganya tidak terjangkau diberikan subsidi. Praktik salah kaprah ini tentu akan membebani APBN.

Aspek ketiga, dolar hasil ekspor tidak masuk kembali ke dalam negeri sehingga kenaikan ekspor Indonesia tidak dibarengi dengan kenaikan cadangan devisa secara proporsional. Ini merupakan ironi karena ekspor Indonesia malah memperkuat cadangan devisa negara lain, padahal kita perlu meningkatkan cadangan devisa setara 9 bulan untuk menghadapi tahun politik 2023.

 
Akhir tahun 2022 akan mulai dirasakan dinamika politik, terutama setelah pelaksanaan G-20 bulan November. Gejala mirip demam pelana kuda dalam sakit demam berdarah diduga akan terjadi dalam lalu lintas devisa.
 
 

Kewajiban dana hasil ekspor masuk ke Indonesia telah diatur Peraturan Bank Indonesia No 21 Tahun 2019, Pemerintah juga telah mengeluarkan PP No 1 Tahun 2019. Penggunaan perusahaan terafiliasi di luar negeri dengan transfer pricing diduga merupakan salah satu cara penghindaran ketentuan ini.

Akhir tahun 2022 akan mulai dirasakan dinamika politik, terutama setelah pelaksanaan G-20 bulan November. Gejala mirip demam pelana kuda dalam sakit demam berdarah diduga akan terjadi dalam lalu lintas devisa. Dana asing keluar selama beberapa saat, dilanjutkan fase dana asing masuk kembali seakan-akan kondisi normal, kemudian keluar lagi secara masif sehingga menjatuhkan nilai tukar rupiah.

Upaya para vulture mengganggu perekonomian hanya akan berhasil bila cadangan devisa sekadar pada ambang batas cukup. Mirip dengan gejala arus balik air laut Rip Current. Ombak besar yang menghantam pantai tidak berbahaya. Arus balik setelah menghantam ombak, itu yang berbahaya karena kecepatannya dapat menyeret hilang ke dasar laut. 

 
Motif awal para vulture adalah ekonomi. Dalam perkembangannya, para vulture menjadi bagian dari proxy war untuk menguasai suatu negara.
 
 

Rip Current lebih berbahaya lagi karena arus baliknya terkonsentrasi pada celah sempit akibat bentuk pantai yang terbelah seperti huruf V. Negara yang akan mengalami pergantian pemerintahan dan kekuatan politiknya terbelah akan menjadi daya tarik besar bagi para vulture.

Motif awal para vulture adalah ekonomi. Dalam perkembangannya, para vulture menjadi bagian dari proxy war untuk menguasai suatu negara. Ini pentingnya kita menjaga kemerdekaan ekonomi Indonesia. Ini perlunya kita menjaga dinamika politik yang guyub rukun. Ini mendesaknya kita menghentikan buzzer hoax yang membelah bangsa.

Ya Allah sungguh besar nikmat kemerdekaan yang telah Kau berikan. Ya Allah segala puji bagi-Mu yang telah menyatukan hati kami sebagai bangsa Indonesia.

Ya Allah lindungi kami, berkahi kami, kuatkan kami dalam membawa panji-panji kebesaran-Mu. Ya Allah izinkan kami memuliakan nama-Mu, izinkan kami meneruskan perjuangan Rasulullah SAW. Bismillah. 

Proklamasi Tanpa Gejolak?

Benarkah proklamasi berlangsung tanpa gejolak?

SELENGKAPNYA

Haji Kodrin dan Kebaikannya

Haji Kodrin menatap haru pria berkulit hitam yang berdiri di depan mimbar Mushala At-Taqwa.

SELENGKAPNYA

Ki Bagoes Hadikoesoemo, Penggagas Tegaknya Syariat Islam

Ki Bagoes merumuskan pokok-pokok pikiran KH Ahmad Dahlan hingga menjadi Mukaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah.

SELENGKAPNYA