Warga Palestina mencari harta benda di gedung tempat pemimpin Jihad Islam Khaled Mansour terbunuh oleh bom militer Israel, di Rafah, Ahad (7/8/2022). | AP Photo/Yousef Masoud

Kabar Utama

Gencatan Senjata di Gaza Masih Rapuh

Israel telah membuka kembali penyeberangan perbatasan ke Gaza.

GAZA -- Israel dan kelompok Jihad Islam atau Palestinian Islamic Jihad (PIJ) menyepakati gencatan senjata untuk mengakhiri pertempuran di Gaza yang terjadi selama tiga hari mulai Jumat (5/8) hingga Ahad (7/8). Gencatan senjata dimulai pada Ahad pukul 23:30 waktu setempat.

Kendati demikian, gencatan senjata dinilai masih cukup rapuh dan peperangan bisa kembali terjadi kapan saja. Gencatan senjata pada Ahad dimediasi oleh Mesir, dengan bantuan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Qatar.

Sekretaris Jenderal Jihad Islam Ziad al-Nakhala mengatakan, salah satu perjanjian kunci dalam gencatan senjata itu adalah Mesir memberikan jaminan akan membebaskan dua pemimpin Jihad Islam yang ditahan oleh Israel.

“Jihad Islam menetapkan persyaratan. Pertama, menyatukan seluruh rakyat Palestina. Kedua, kami menuntut musuh membebaskan saudara kami yaitu Khalil Awawda dan Sheikh Bassem al-Saadi,” kata al-Nakhala, dilansir Aljazirah, Senin (8/8).

Mesir mengatakan, pihaknya mengerahkan upaya untuk membebaskan Awawda dan al-Saadi dalam waktu dekat. Sejauh ini belum ada komentar dari Israel terkait persyaratan pembebasan tahanan tersebut. Sementara, Kepala Direktorat Diplomasi Publik Nasional Israel Lior Hayat mengancam akan memberikan respons tegas jika gencatan senjata dilanggar oleh pihak PIJ.

photo
Smoke rises following Israeli airstrikes on a building in Gaza City, Friday, Aug. 5, 2022. Palestinian officials say Israeli airstrikes on Gaza have killed several people, including a senior militant, and wounded 40 others. - (AP/Hatem Moussa)

Penangkapan Al-Saadi pekan lalu di wilayah pendudukan Tepi Barat menjadi salah satu pemicu utama eskalasi di Gaza. Setelah penangkapan Al-Saadi, pasukan Israel meluncurkan serangan pre-emptive di Jalur Gaza untuk mencegah serangan balasan. Dua komandan senior Jihad Islam, yaitu Taysir al-Jabari dan Khaled Mansour tewas dalam serangan udara Israel.

Warga Gaza menyambut gembira gencatan senjata tersebut. Puluhan warga Gaza turun ke jalan untuk merayakannya. Seorang warga Gaza, Nour Abu Sultan, mengatakan, dia belum tidur selama beberapa hari karena cuaca panas dan serangan udara Israel.

“Kami belum tidur selama berhari-hari (karena) panas, penembakan dan roket, suara pesawat terbang di atas kami, ini menakutkan,” kata pria berusia 29 tahun itu.

Utusan PBB untuk Timur Tengah, Tor Wennesland menggarisbawahi komitmennya untuk melakukan semua upaya dalam mengakhiri eskalasi, memastikan keselamatan penduduk sipil, dan menindaklanjuti upaya pembebasan tahanan Palestina. "Namun, situasinya masih sangat rapuh. Saya mendesak semua pihak untuk mematuhi gencatan senjata," ujarnya.

Meski pertempuran terhenti, warga Palestina di Gaza mengatakan mereka tidak dapat hidup normal karena pengepungan Israel selama 15 tahun. Sekitar 2,3 juta orang memadati daerah kantong pantai yang sempit. Israel dan Mesir secara ketat membatasi pergerakan orang dan barang ke Gaza dengan memberlakukan blokade laut. Blokade tersebut dilakukan dengan alasan masalah keamanan.

Direktur The Electronic Intifada, Ali Abunimah berpendapat, gencatan senjata antara Jihad Islam dan Israel cukup rapuh. Tidak menutup kemungkinan serangan akan kembali terjadi di Gaza jika ada salah satu pihak yang melanggar kesepakatan.

“Apakah itu akan terjadi dalam sehari, atau sepekan, sebulan atau setahun.  Tapi itu akan terus terjadi karena Israel menikmati impunitas total atas kejahatannya terhadap rakyat Palestina," kata dia.

Seusai menyepakati gencatan senjata, Israel dilaporkan kembali membuka penyeberangan perbatasan ke Gaza pada Senin (8/8). Pembukaan penyeberangan memungkinkan masuknya truk bahan bakar masuk untuk memasok satu-satunya pembangkit listrik di Gaza.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengapresiasi kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan PIJ. Dia secara khusus memuji peran Mesir sebagai mediator.

photo
Anggota Pertahanan Sipil Palestina mengevakuasi warga yang terkena bom di pengungsian Jebaliya, Gaza, Ahad (7/8/2022). - (AP Photo/Ahmad Hasaballah)

Guterres mengingatkan kedua belah pihak untuk benar-benar mematuhi gencatan senjata. Sebab, pertempuran yang terjadi pada akhir pekan lalu telah menwaskan puluhan orang, termasuk anak-anak.

"Dia (Guterres) sangat sedih dengan hilangnya nyawa serta korban luka, termasuk anak-anak, dari serangan udara di Gaza dan penembakan roket ke Israel," kata kantor Sekretariat Jenderal PBB dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Ahad (7/8).

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden turut mendorong agar Israel dan PIJ dapat menjalankan kesepakatan gencatan senjata.  Biden mengaku telah menjalin komunikasi dengan para pejabat dari Israel, Otoritas Palestina, dan sejumlah negara di kawasan untuk mendorong resolusi cepat guna mengakhiri pertempuran di Gaza.

“Kami juga meminta semua pihak sepenuhnya menerapkan gencatan senjata dan memastikan pasokan bahan bakar serta (bantuan) kemanusiaan mengalir ke Gaza saat petempuran mereda,” kata Biden seperti dikutip dari Al Araby.

photo
Petugas pengurus jenazah di RS Najar menshalatkan jenazah Muhammad Hassouna seorang remaja yang gugur akibat bom militer Israel di Rafah, Jalur Gaza, Ahad (7/8/2022). - (AP Photo/Hatem Ali)

Biden menyesalkan jatuhnya korban sipil di Gaza akibat serangan Israel. “Laporan korban sipil di Gaza adalah sebuah tragedi, baik oleh serangan Israel terhadap posisi Jihad Islam atau puluhan roket Jihad Islam yang dilaporkan jatuh di Gaza,” ucapnya.

Sejauh ini, sebanyak 44 warga Palestina di Gaza menjadi korban jiwa akibat serangan udara Israel. Dari keseluruhan korban, 15 di antaranya adalah anak-anak.

Biden menegaskan, baik Israel maupun Palestina sama-sama mempunyai hak untuk hidup dengan aman. “Warga Israel dan Palestina sama-sama layak untuk hidup dengan aman dan terlindungi serta menikmati kebebasan, kemakmuran, dan demokrasi yang sama,” katanya. 

Kesucian Al-Aqsha

Negara-negara Islam mengutuk aksi para pemukim Israel yang menyerbu halaman Masjid al-Aqsha pada Ahad (7/8) pagi. Penyerbuan itu dinilai merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional. Apalagi, aksi tersebut mendapatkan perlindungan oleh pasukan Israel bersenjata lengkap. Israel didesak untuk menghormati kesucian Masjid al-Aqsha.

Penyerbuan dimulai sekitar jam tujuh pagi waktu setempat dan berlangsung selama tiga jam saat warga Israel memperingati hari raya Yahudi Tisha B'av. Aksi itu dilakukan kelompok sayap kanan yang menyerukan penghancuran Masjid al-Aqsha, salah satu situs paling suci dalam Islam.

Di halaman masjid, pemukim Israel melakukan ibadah dan mengibarkan bendera Israel, yang bertentangan dengan kesepakatan lama di situs tersebut. Ada lebih dari 1.000 pemukim Israel yang dilaporkan melakukan penyerbuan di halaman Masjid al-Aqsha.

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengecam keras adanya aksi penyerbuan di Masjid al-Aqsha. Saudi menyatakan, penyerbuan oleh pemukim Israel tersebut merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional dan status quo sejarah dan hukum di al-Quds (Yerusalem).

“Pelanggaran dan serangan terus-menerus di tempat-tempat suci akan memperburuk ketegangan, yang akan mendorong situasi ke dalam siklus kekerasan yang berkelanjutan,” demikian pernyataan Kemenlu Arab Saudi seperti dilansir Saudi Gazette, Senin (8/8).

photo
Petugas Israel diterjunkan ke kompleks Masjid al-Aqsha selepas penyerangan pada Jumat (22/4/2022). - (AP Photo/Mahmoud Illean)

Kemenlu Saudi sebelumnya juga telah meminta masyarakat internasional untuk memikul tanggung jawab guna mengakhiri eskalasi pendudukan Israel. Masyarakat internasional juga didorong untuk memberikan perlindungan yang diperlukan bagi warga sipil, dan melakukan semua upaya yang berkontribusi untuk mengakhiri konflik.

Kecaman keras turut dilayangkan Pemerintah Pakistan. Dilansir di Daily Times, Senin (8/8), Pakistan menilai tindakan provokatif ini secara terang-terangan telah melanggar kesucian Kiblat Awal (Qibla-e-Awal), sekaligus melukai perasaan umat Islam di seluruh dunia.

Pakistan menyatakan, tindakan penyerbuan tersebut merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional, norma, dan praktik internasional. "Segala upaya untuk mengubah status historis dan legal Masjid al-Aqsha harus dihentikan."

Di sisi lain, Pakistan juga menyerukan kepada masyarakat internasional mengambil tindakan untuk mengakhiri agresi dan pelanggaran Israel. Apalagi, Israel disebut terus memicu kekerasan, ketegangan, dan ketidakstabilan di kawasan.

Yordania juga mengutuk pelanggaran Israel di Masjid al-Aqsha. Mereka mendesak Israel menghormati kesucian Masjid al-Aqsha dan menghentikan langkah-langkah yang bertujuan mengubah status quo sejarah dan hukum.

Dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan di kantor berita Petra, juru bicara Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat, Haitham Abu Alfoul, menekankan bahwa al-Aqsha secara eksklusif berada di bawah yurisdiksi wakaf, yang dikelola Yordania dan Administrasi Urusan al-Aqsha di Yerusalem.

Menurut media lokal Palestina, ada sedikitnya 1.000 orang pemukim Israel yang menyerbu Masjid al-Aqsha. Kelompok kecil jamaah Muslim yang berada di dalam masjid selama penggerebekan diserang oleh pasukan Israel. Di luar masjid, yang terletak di Kota Tua Yerusalem, bentrokan terjadi antara ultra-nasionalis Israel dan penduduk Palestina. Beberapa aktivis Israel terlihat meneriakkan slogan-slogan anti-Muslim.

Penyerbuan terhadap Masjid al-Aqsha dilakukan sebelum tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan kelompok Jihad Islam Palestina. Perang yang sebelumnya berlangsung selama tiga hari telah menewaskan puluhan orang.

Jumlah korban jiwa pun dilaporkan terus bertambah. Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia menyampaikan, agresi Israel ke Jalur Gaza telah mengakibatkan puluhan korban jiwa dan ratusan lainnya mengalami luka-luka.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Palestina merilis, jumlah korban akibat agresi Israel hingga Ahad (7/8) pukul 23.25 waktu setempat, mencapai 44 orang meninggal dunia dan 360 orang luka-luka.

Menurut laporan MER-C, wanita, lansia, bahkan anak-anak tidak luput menjadi sasaran kebrutalan Israel. Rumah Sakit (RS) Indonesia yang terletak di Bayt Lahiya, sebagai rumah sakit terbesar di Gaza bagian utara turut menangani hingga puluhan korban serangan Israel.

Relawan MER-C di Jalur Gaza, Reza Aldilla Kurniawan melaporkan, sejak Israel memulai serangan pada Jumat (5/8), RS Indonesia menangani sedikitnya delapan korban meninggal dan 54 korban luka-luka. Ruang instalasi gawat darurat (IGD) menjadi ruangan tersibuk di RS Indonesia pascaserangan terjadi.

"Ruang IGD yang diberi nama salah satu pahlawan asal Aceh, yaitu Teungku Chik Ditiro terus menerima korban-korban serangan Israel dengan berbagai derajat luka, untuk segera mendapat pertolongan medis," kata Aldilla melalui pesan tertulis yang diterima Republika, Senin (8 Agustus 2022).

Aldilla menyampaikan, selama serangan berlangsung, getaran terasa cukup kuat dan suara ledakan terdengar jelas dari Wisma dr Joserizal Jurnalis, tempat tinggal para relawan Indonesia selama bertugas di Jalur Gaza, yang berada di dalam kompleks RS Indonesia.

"Keberadaan RS Indonesia di Gaza menjadi sangat krusial terlebih pada saat terjadinya serangan seperti sekarang ini. RS Indonesia menjadi rumah sakit utama bagi para korban serangan di Gaza bagian utara, untuk mendapatkan pengobatan dan pertolongan medis," ujar Aldilla.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat

Panik Sebelum Serangan Jepang

Oleh Jepang, orang-orang Belanda yang berusia 18 tahun ke atas dimasukkan ke kamp.

SELENGKAPNYA

Bom Atom dan Kemerdekaan Indonesia

Bertekuk lututnya balatentara Jepang tak banyak diketahui bangsa Indonesia karena semua radio disegel.

SELENGKAPNYA