Seorang pekerja mengeringkan kacang kedelai impor di Rumah Tempe Indonesia, Cilendek, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (25/2/2022). | ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/aww.

Bodetabek

07 Aug 2022, 00:15 WIB

Tempe Indonesia Berangkat ke Jepang dan Korea

Negara yang menerima tempe dari Rumah Tempe Azaki ialah Jepang dan Korea.

 

 

OLEH SHABRINA ZAKARIA

Cucup Ruhiyat berkeliling memperlihatkan peralatan produksi tempe di pabriknya, Rumah Tempe Azaki. Pabrik tempe yang dimilikinya tak seperti pabrik tempe pada umumnya. Ada area basah, area kering, serta harus menggunakan seragam kerja karyawan produksi.

Rumah Tempe Azaki memproduksi tempe secara higienis. Buah kerja sama antara Forum Komunikasi Doa Bangsa (FKDB) yang membina UMKM dari berbagai bidang, dan Rumah Tempe Indonesia sejak 2015.

Kepada Republika, Cucup bercerita, dulunya ia bersama penggagas Tempe Azaki bernama Ayep Zaki, memproduksi tempe tanpa mengindahkan kehigienisan. Cucu menyebutnya sistem ‘koboy’.

photo
Sejumlah pekerja memproduksi tempe di Rumah Tempe Indonesia, Cilendek, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (25/2/2022). Rumah Tempe Indonesia setiap harinya menghabiskan sebanyak 300 kilogram kacang kedelai impor yang diproduksi secara higienis serta ramah lingkungan untuk kemudian dipasarkan ke sejumlah supermarket di wilayah Jabodetabek dan diekspor ke Korea Selatan. - (ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/aww. )

Pabrik tempe tersebut dulunya berdomisili di Sukabumi sejak 2005. Selama 10 tahun, Cucup merasa tidak ada kemajuan dari produksi tempe yang kualitasnya standar. Dari situlah FKDB bertemu dengan Rumah Tempe Indonesia.

Dari pertemuan tersebut, dimulailah kelas pabrik untuk produsen tempe yang memproduksi dengan benar dan higienis. Yakni, menggunakan mesin semi otomatis, memperbaiki kemasan, dan meningkatkan kualitas tempe.

“Terjalinlah kerja sama FKDB dan RTI ini untuk bareng-bareng meningkatkan kualitas produksi tempe, dari asalnya koboy ke higienis,” kata Cucup.

Saat ini, sistem pembuatan tempe dilakukan di dalam pabrik yang sudah memiliki standar operasional sesuai ketentuan. Salah satunya yang terletak di Kelurahan Curug, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, yang dibangun pada 2019.

Dalam menjamin kualitas produk, secara sistem dan fasilitas, Rumah Tempe Azaki telah menerapkan standar Cara Produksi Pangan Olahan Yang Baik (CPPOB) sesuai Peraturan BPOM. Juga menerapkan system Hazard Analisys and Critical Control Point (HACCP) yang dibuktikan dengan kepemilikan sertifikat Izin Edar MD BPOM dan Sertifikat HACCP. Produknya pun sudah besertifikat halal.

photo
Sejumlah pekerja memproduksi tempe di Rumah Tempe Indonesia, Cilendek, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (25/2/2022). - (ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/aww. )

Tak hanya sampai di situ, setelah diperbaiki secara kualitas dan sebagainya ternyata respons pasar membaik. Sedikit demi sedikit, Rumah Tempe Azaki membangun pabrik tempe satu per satu di kota lain. Saat ini sudah ada 76 pabrik tempe se-Indonesia.

Ia pun mendapat informasi jika tempe merupakan pangan potensial atau super food lantaran sehat dan kaya nutrisi. Di dunia ini, tempe bisa menjadi makanan masa depan dan bisa dimodernisasi menjadi berbagai jenis santapan.

“Kita lakukan modernisasi. Kemasan, kualitas, rasa dan sebagainya diperbaiki. Tempat produksi pun kita buat untuk lulus uji berbagai sertifikasi yang dipersaratkan untuk bisa ekspor,” ujarnya.

Cucup menyebutkan, setiap pabrik tempe yang dikelolanya memiliki kapasitas produksi yang berbeda-beda. Di Kota Bogor sendiri, dalam sehari bisa diproduksi 1,9 ton tempe dari 1,2 ton kedelai. Jumlah tersebut paling banyak dibandingkian dengan cabang lainnya. Karena hanya di Kota Bogor yang memproduksi tempe untuk ekspor.

photo
Pekerja memproduksi tempe di rumah tempe a-zaki, Perumahan Bogor Raya Permai, Kelurahan Curug, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (21/6/2021). - (ANTARA FOTO/ARIF FIRMANSYAH)

Adapun negara yang menerima tempe dari Rumah Tempe Azaki ialah Jepang dan Korea. Rumah Tempe Azaki mulai mengekspor tempe ke Jepang sejak Juni 2021 dengan merk dagang Arumia.

Tempe Arumia disambut baik di Jepang, terutama warga Indonesia yang telah lama tinggal di Jepang. Sejak Tempe Arumia beredar di pusat perbelanjaan Jepang, Rumah Tempe Azaki menerima banyak respons di media sosial.

“Harta karun”, “barang berharga”, “akhirnya bisa makan tempe di Jepang” merupakan sambutan-sambutan yang kerap muncul bagi peminat tempe di Jepang. Tempe tersebut dibanderol seharga sekitar Rp 40 ribu per 450 gram.

Sedangkan untuk ke Korea, Rumah Tempe Azaki telah mengekspor tempe dengan merek dagang Tempe Azaki sejak Juni 2022. Tepat setahun setelah Tempe Arumia diekspor ke Jepang. Tempe yang diekspor ke Korea dikemas dengan ukuran 200 gram.

Tak hanya ke Korea dan Jepang, Cucup menyebutkan, ke depan Rumah Tempe Azaki berencana mengekspor tempe ke negara yang banyak terdapat tenaga kerja wanita (TKW) dan tenaga kerja Indonesia (TKI). Seperti Hongkong, Taiwan, Arab Saudi, dan Singapura. 

Muhammad Natsir: Pahlawan dan Pendidik Teladan

Tidak banyak orang mengenal Muhammad Natsir sebagai guru dan pendidik sejati.

SELENGKAPNYA

Keterwakilan Perempuan Mengkhawatirkan

Diperlukan kesungguhan berbagai pihak meningkatkan jumlah perempuan sebagai penyelenggara pemilu.

SELENGKAPNYA