Warga melihat biji kopi robusta sebelum dipanen di Desa Cibeureum, Cilimus, Kuningan, Jawa Barat, Jumat (22/7/2022). | ANTARA FOTO/Dedhez Anggara

Opini

05 Aug 2022, 03:45 WIB

Mencintai Kopi, Mencintai Indonesia

Apabila dulu kopi meninggakan jejak hitam dalam sejarah Indonesia, kini saatnya kopi menjadi perekat bangsa.

ANDRE NOTOHAMIJOYO; Asisten Deputi Mitigasi Bencana dan Konflik Sosial, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan

Beberapa waktu belakangan ini, kopi menjadi tren konsumsi masyarakat. Berbagai tempat untuk menikmati kopi seperti kafe/kedai hingga layanan daring berkembang. Berbagai rintisan usaha kopi bermunculan.

Ini sangat bagus untuk mendorong pengembangan kopi di Tanah Air sekaligus penggerak perekonomian lokal. Keunikan utama kopi di Indonesia adalah variasi rasa meskipun hanya tiga jenis biji kopi yang ditanam yaitu arabika, robusta, dan liberika.

Ini karena perbedaan sifat tanah, kontur, hingga ketinggian lahan penanaman. Perbedaan ini menyebabkan cita rasa kopi yang berbeda di setiap daerah bahkan di kabupaten yang sama. Penanaman kopi juga sangat ramah lingkungan dan bagian dari ekosistem hutan lestari.

Saat ini pemerintah menggalakkan program budi daya tanaman di lahan hutan dengan pendekatan ramah lingkungan dan salah satu solusi ekonomi lokal.

 
Saat ini pemerintah menggalakkan program budi daya tanaman di lahan hutan dengan pendekatan ramah lingkungan dan salah satu solusi ekonomi lokal.
 
 

Beberapa penelitian, antara lain dari Gonzales-Chaves et al (2021), Luth, Setiyono (2018), dan Ricketts et al (2004) menunjukkan, hutan faktor penting yang memengaruhi kualitas dan hasil kopi. Tutupan hutan di sekitar kebun kopi berpengaruh terhadap hasil panen.

Hasil panen kopi tertinggi berada di sekitar fragmen hutan dengan lanskap tutupan hutan menengah dan tinggi.  

Rothgeb (2002) menyatakan, terdapat tiga gelombang utama dalam industri kopi dunia. Gelombang pertama, awal abad 20 di mana kopi mulai disajikan dalam bentuk kemasan praktis. Di saat Perang Dunia I, kopi menjadi menu minuman harian tentara yang bertugas.

Gelombang kedua, era 1960-an saat pencinta kopi menginginkan inovasi rasa. Muncul varian rasa seperti latte, espresso, mochaccino, cappuccino, frappuccino, americano, dan lainnya. Berbagai coffee shop tematik yang lebih nyaman dan modern bermunculan.

 
Rasa kopi berbeda apabila ditanam di daerah tertentu. IG menjadi identitas kopi ditanam di suatu wilayah dan penguat merek kopi.
 
 

Gelombang ketiga, awal abad ke-21. Masyarakat menyadari perjalanan panjang demi secangkir kopi mulai dari penanaman, pengolahan biji kopi, hingga penyajian. Di era ini istilah “origin” dan “storytelling” menguat.

Origin atau indikasi geografis (IG) adalah tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang dan/atau produk karena faktor lingkungan geografis termasuk faktor alam, manusia atau kombinasi kedua faktor tersebut memberikan reputasi, kualitas, dan karakteristik tertentu pada barang dan/atau produk yang dihasilkan (www.kemenkumham.go.id).

Rasa kopi berbeda apabila ditanam di daerah tertentu. IG menjadi identitas kopi ditanam di suatu wilayah dan penguat merek kopi.

Aroma kopi yang harum dan rasa yang beragam menjadi daya tarik. Kopi Gayo, Sidikalang, Preanger, Kintamani, Bejawa, Toraja, dan lainnya cerminan kekayaan hayati dan budaya. Dampak positif lain, tumbuhnya pariwisata di daerah penghasil kopi.

Berwisata ke kebun, pabrik, kedai, hingga ke desa produsen kopi menjadi daya tarik tersendiri.

 
Aroma kopi yang harum dan rasa yang beragam menjadi daya tarik. Kopi Gayo, Sidikalang, Preanger, Kintamani, Bejawa, Toraja, dan lainnya cerminan kekayaan hayati dan budaya. 
 
 

Kopi memiliki jejak sejarah panjang kolonial yang kelam di Indonesia sejak era Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC), tanam paksa, Trias Van Deventer, hingga penjajahan Jepang. Jejak ini dapat ditelusuri di berbagai kawasan perkebunan seluruh nusantara.

Di sisi lain, jejak pahit tersebut mulai digali dari sudut pandang berbeda. Keunikan kopi justru membuat masyarakat dipersatukan. Saat ini storytelling menjadi salah satu andalan dalam penguatan merek produk kopi.

Kini storytelling atau budaya tutur dapat dilakukan dengan berbagai bantuan alat dan media. Bisa juga menjadi salah satu kekuatan produk seperti kopi. Kreativitas mendorong para barista mengolah kopi, menjadikannya menu spesial bercita rasa luar biasa.

Kopi juga tumbuh menjadi pemersatu. Kedai kopi menjadi sebuah “melting pot”, penggerak ekonomi lokal, akulturasi budaya hingga kesadaran berbangsa. Salah satu contoh baik, usaha kopi Highland Roastery Kopi Papua di Jayapura, Papua.

Usaha ini menggerakkan kreativitas pemuda Papua, juga membangun speciality coffee yang sangat bagus.

 
Kopi juga tumbuh menjadi pemersatu. Kedai kopi menjadi sebuah “melting pot”, penggerak ekonomi lokal, akulturasi budaya hingga kesadaran berbangsa. 
 
 

Berbagai produk yang dikembangkan menampilkan merek berdasarkan indikasi geografis (IG) dan storytelling yang kuat. Ini membangun kecintaan penikmat kopi terhadap kekayaan hayati dan citarasa kopi Papua.

Di sisi lain produk kopi yang dihasilkan seperti Kiwirok, Okika, Tangma, Sabin, dan lainnya dapat membangun rasa kepemilikan masyarakat Indonesia terhadap bumi Papua yang merupakan bagian dari NKRI.

Rasa empati tumbuh karena di wilayah yang masih mengalami konflik sekalipun, para penggiat kopi termasuk petani masih semangat untuk berkarya. Apabila dulu kopi meninggakan jejak hitam dalam sejarah Indonesia, kini saatnya kopi menjadi perekat bangsa.

Pemahaman terhadap keanekaragaman hayati, kelestarian alam, perlindungan budaya, dan HAM secara menyeluruh akan menciptakan rasa kebersamaan sebagai satu bangsa. Mencintai kopi adalah juga mencintai Indonesia.


Suka-Duka Pelayan Imam Masjid Nabawi

Hasan berangkat demi memenuhi panggilan tugas di Masjid Nabawi.

SELENGKAPNYA

Dokumen Tujuh Parpol Lengkap

Partai teranyar yang mendaftar adalah Partai Kebangkitan Nusantara (PKN)

SELENGKAPNYA

Suryadi Darmadi Berpeluang Disidang In Abtensia

Kejakgung mengumumkan angka kerugian negara mencapai Rp 78 triliun.

SELENGKAPNYA
×