Paul Pogba | Andy Rain/Pool via REUTERS

Sepak Bola

04 Aug 2022, 05:06 WIB

Kans Pogba Bela Prancis di Piala Dunia 2022

Pertanyaannya, bagaimana komposisi lini tengah Prancis tanpa Pogba?

TURIN -- Gelandang Juventus dan tim nasional (timnas) Prancis Paul Pogba memutuskan untuk tidak menjalani operasi. Saat ini, ia mengalami cedera meniskus lateral di lutut kanannya.

Semula, ada dua pendekatan yang dikabarkan bisa menjadi solusi untuk masalahnya tersebut. Pertama, dengan menghilangkan sebagian meniskus di lututnya. Itu membuat ia absen antara 40 hingga 60 hari. Namun, cara itu dinilai lebih cocok untuk pemain yang lebih muda karena dapat memengaruhi mobilitas lutut.

Berikutnya, dengan menjahit lukanya. Jika memakai cara kedua, Pogba diprediksi mendekam di ruang perawatan selama empat sampai lima bulan ke depan. Sang gelandang lantas berkonsultasi dengan ahli yang bisa memberinya petunjuk dalam membuat keputusan.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Paul Labile Pogba (@paulpogba)

Pogba lalu terbang ke Lyon, Prancis. Di sana ia bertemu dokter Bertrand Sonnery-Cotter. Setelah pertemuan tersebut, ia memutuskan untuk menghindari operasi. "Menurut Gazzetta Dello Sport, hal itu merupakan keputusan bersama antara Pogba dan staf medis Juve serta timnas Prancis," demikian laporan yang dikutip dari Football Italia, Rabu (3/8).

Lalu, apa yang akan dilakukannya? Sang gelandang bakal menjalani perawatan konservatif selama lima pekan. Itu memberinya peluang untuk segera memperkuat Bianconeri dan Les Bleus.

Ada beberapa tahapan yang akan dilaluinya. Pertama, Pogba melakukan terapi pemulihan di gimnasium dan kolam renang. Kemudian, pesepak bola Muslim tersebut berlatih di lapangan, terpisah dari rekan setimnya.

Kabar itu bisa melegakan penggemar Prancis. Pasalnya, sang andalan Les Bleus berkesempatan membela skuad Ayam Jantan pada Piala Dunia 2022 di Qatar. Ajang tersebut berlangsung dari 21 November hingga Desember tahun ini.

Prancis merupakan juara bertahan. Empat tahun lalu, anak asuh Didier Deschams berjaya di Rusia. Antoine Griezmann dan rekan-rekan jelas telah siap mempertahankan prestasi yang sudah dicapai.

Demi target tersebut, Deschamps membutuhkan amunisi terbaik. Pogba salah satu sosok kunci tim Ayam Jantan saat berjaya di level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Selain trofi mentereng di Rusia, di eranya, Prancis menjadi runner-up Piala Eropa 2016 serta kampiun UEFA Nations League musim 2020/2021. Nyaris sempurna.

Namun, tak ada yang bisa memastikan sang gelandang bisa segar bugar di Qatar. Pogba hanya berfokus menjalani terapi pemulihan sesuai standar yang ditetapkan para ahli. Selebihnya, waktu yang bisa menjawab.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Equipe de France de Football (@equipedefrance)

Pertanyaannya, bagaimana komposisi lini tengah Les Bleus tanpa Pogba? Berjalannya waktu, Deschamps mulai menemukan calon bintang baru. Sinar N'Golo Kante tak perlu diragukan lagi.

Kemudian, Adrien Rabiot kembali lagi ke permukaan. Sejak berkostum Juventus, Rabiot kembali dipanggil timnasnya. Tak ketinggalan, jugador anyar Real Madrid layak diperhitungkan. Pemain tersebut adalah Aurelien Tchouameni. "Dia masih sangat muda dan memiliki banyak potensi," kata pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti, berisi pujian tentang kualitas Tchouameni, dikutip dari Marca, beberapa waktu lalu.

Apa pun itu, Deschamps memiliki waktu tiga bulan untuk mengevaluasi semua opsi yang tersedia. Ia juga bisa memantau penggawa El Real lainnya, yakni Eduardo Camavinga, serta pemain tengah Atletico Madrid Thomas Lemar. Di Qatar nanti, Prancis tergabung di Grup D bersama Australia, Denmark, dan Tunisia.

Di atas kertas, Denmark merupakan pesaing terberat Les Blues di babak penyisihan. Namun, segala sesuatu bisa terjadi di lapangan. Dua rival lainnya tetap berpeluang membuat kejutan.


Benvenuto Charles De Ketelaere!

Ketelaere dapat memastikan Milan mempertahankan //scudetto// Seri A.

SELENGKAPNYA
×