Christophe Galtier | AP

Olahraga

02 Aug 2022, 14:40 WIB

Awal yang Manis untuk Galtier

Setelah duel usai, Messi terpilih menjadi man of the match.

OLEH FREDERIKUS DOMINGGUS BATA

Paris Saint-Germain (PSG) tancap gas. Klub berjuluk Les Parisiens itu berhasil menjuarai Piala Super Prancis 2022.

PSG bertemu Nantes saat memperebutkan trofi tersebut. Skuad polesan Christophe Galtier menaklukkan Les Canaris empat gol tanpa balas di Bloomfield Stadium, Tel Aviv, Israel, Senin (1/8) dini hari WIB. Sebuah awal yang manis untuk sang arsitek tim.

Beberapa pekan lalu, Galtier resmi menjadi juru taktik Les Rouge-et-Bleu. Sebuah tantangan berkelas menantinya. Ia memimpin sederet pemain dengan kualitas mumpuni.

Mereka telah berlatih. Skuad PSG juga sempat menjalani tur pramusim ke Asia. Saat mentas di Tel Aviv, pemilik Parc des Princes tampil trengginas.

"Tentu saja penting untuk membawa trofi ini kembali ke Paris," kata Galtier, dikutip dari laman resmi klubnya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Paris Saint-Germain (@psg)

Tak lupa Galtier menyinggung sosok Mauricio Pochettino. Sebelum dirinya bergabung dengan Les Parisiens, ada Pochettino yang duduk di kursi pelatih. Musim lalu, Lionel Messi dan rekan-rekan menjuarai Ligue 1 Prancis.

Itulah mengapa PSG mendapatkan tiket bertempur di Piala Super Prancis. "Saya ingin mendedikasikan ini untuk Mauricio karena tim memenangkan liga berkat dia," ujar Galtier.

Galtier nyaris menurunkan amunisi terbaik. Hanya Kylian Mbappe yang absen. Mbappe harus menjalani akumulasi kartu kuning. Itu dihitung dari keikutsertaanya di Ligue 1 musim lalu.

Tanpa pemain dengan bayaran tertinggi dunia, PSG tetap sulit dihentikan. Masih ada Neymar da Silva Junior dan Messi di sana. Neymar mencetak dua gol. Masing-masing lewat tendangan bebas dan penalti.

"Semua orang pantas mendapatkan ucapan selamat. Semua orang, baik itu yang datang dari bangku cadangan. Semua yang terlibat dalam pertandingan," ujar Neymar, penyerang asal Brasil.

Messi mengoyak jala lawan melalui gerakan individu berkelas. Ia sampai mengecoh kiper Nantes Alban Lafont sebelum menceploskan bola ke gawang kosong. Secara individu, La Pulga, julukan Messi, terus menorehkan catatan mentereng.

Setelah duel usai, Messi terpilih menjadi man of the match. Kini, ia telah mengoleksi 41 gelar. Itu terhitung dari saat dia membawa Barcelona, PSG, dan tim nasional Argentina berjaya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Leo Messi (@leomessi)

La Pulga mendekati rekor jumlah gelar juara milik Dani Alves. Menurut livesoccertv.com, Messi hanya tertinggal satu gelar di belakang eks rekan setimnya itu. Artinya, jumlah gelar Alves menyentuh angka 42.

BT Sport dan Bleacher Report menyebut pria Brasil tersebut sudah mengoleksi 43 trofi. Dalam catatan jurnalis Mirror, Colin Millar, dua keterangan tersebut benar adanya. Totalnya menjadi 43 gelar jika trofi Copa di Nordeste milik Alves di Bahia juga dihitung. Tepatnya pada 2002 silam.

Kemudian, di situs Barcelona, eks Sao Paulo itu disebut telah memiliki 46 trofi. Apa pun itu, sang bek telah berusia 39 tahun. Ia mendekati momen gantung sepatu.

Sementara itu, Messi masih bertarung di level tertinggi. Kesempatan La Pulga untuk berada di posisi teratas terbuka lebar. Ia berada di tim dengan amunisi mumpuni yang ditargetkan untuk memenangkan segalanya.


Pasangan Suami-Istri Atlet Para-atletik Kompak Raih Emas

Dalam pertandingan berikutnya ada kemungkinan Putri digabung dengan kelas lain.

SELENGKAPNYA

Kehadiran Ronaldo Masih Sisakan Keraguan

MU secara tegas menyatakan Ronaldo masuk dalam rencana Ten Hag.

SELENGKAPNYA

Menimbang Kehadiran Rupiah Digital

Pengembangan CBDC akan memicu pemanfaatan teknologi blockchain secara luas.

SELENGKAPNYA
×