Managing Director International Monetary Fund (IMF) Kristalina Georgieva (kedua kanan) menyampaikan keterangan pers didampingi Menteri BUMN Erick Thohir (kedua kiri) dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno (kanan) usai melakukan kunjungan | ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Geni

Membingkai Ikatan Sarinah dan Bung Karno

Sarinah mengajarkan Bung Karno cinta kasih kepada sesama manusia dan peduli pada rakyat kecil.

OLEH GUMANTI AWALIYAH

Nama Sarinah lebih dikenal masyarakat sekarang sebagai pusat perbelanjaan. Mungkin hanya sedikit yang mengetahui bahwa nama pusat perbelanjaan itu diambil dari salah satu sosok yang berjasa dalam kehidupan presiden pertama Republik Indonesia, Sukarno. 

Kisah mengenai Sarinah diceritakan dalam film pendek berjudul Mbok dan Bung yang ditayangkan di Djakarta Theater XXI pada Jumat (22/7). Dalam film berlatar di Mojolerto tahun 1907 itu diceritakan, Sarinah merupakan pengasuh Kusno (panggilan Bung Karno semasa kecil).

Kala itu, Sukarno kecil ikut pindah bersama ayah dan ibunya ke kota tersebut. Sarinah adalah sosok yang mengajarkan Bung Karno cinta kasih kepada sesama manusia dan peduli pada rakyat kecil. Nilai-nilai kehidupan yang diajarkan Sarinah memiliki pengaruh kuat pada Kusno.

“Karena itu udah lama banget, jadi saya juga harus memperbanyak riset keadaan di Mojokerto pada tahun-tahun segitu itu gimana,” ujar Ninndi.

photo
Presiden RI Joko Widodo (keempat kanan) menandatangani prasasti didampingi Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri (ketiga kanan), Menteri BUMN Erick Thohir (keempat kiri), Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki (ketiga kiri), Ketua DPR RI Puan Maharani (kedua kanan), Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (kedua kiri) dan Direktur Utama PT Sarinah Fetty Kwartati (kiri) saat peresmian wajah baru pusat perbelanjaan Sarinah di Sarinah, Jakarta, Kamis (14/7/2022). - (Republika/Thoudy Badai)

Sinema berdurasi 15 menit ini mengungkap peran Sarinah dalam menjadikan Kusno seorang yang humanis dan menjadi dasar perjuangan Bung Karno dalam membangun Indonesia. Film yang terinspirasi dari kisah Bung Karno dan Sarinah ini diproduksi oleh Rekata Studio sebagai bagian dari rangkaian peresmian transformasi Sarinah pascapemugaran.

Produksi film ini memakan waktu hampir tiga bulan, mulai dari riset hingga syuting. Menurut sutradara film Mbok dan Bung, Ninndi Raras, proses riset menjadi hal paling menantang karena minimnya sumber sejarah tentang Sarinah.

"Proses riset dan menulis skenario itu paling lama sampai dua bulan, tapi memang sangat menarik dan menjadi suatu kehormatan bisa menafsir ulang Sarinah," kata Ninndi dalam konferensi pers di Djakarta Theater, Jumat (22/7).

Menurut Ninndi, sosok perempuan bernama Sarinah ini memiliki karakter dan cara bagaimana dia bersikap, cukup luar biasa pada zaman itu. "Kalau aku lihat sepertinya Sarinah itu, walaupun dia tidak mengenyam pendidikan tapi dia itu genius dan punya statement pada zaman itu," kata dia.

photo
Presiden Ke-5 RI yang juga Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (kanan) didampingi Menteri BUMN Erick Thohir (kedua kiri) saat mengunjungi bekas ruang Presiden pertama Indonesia Ir. Soekarno di Gedung Sarinah, Jakarta, Senin (13/6/2022). - (Republika/Thoudy Badai)

Dalam kesempatan itu putra bungsu Bung Karno, Guruh Sukarno Putra, turut hadir dan menyaksikan bersama pemutaran perdana film. Guruh menceritakan, sosok Sarinah adalah orang yang mengajarkan ayahnya untuk mencintai semua ciptaan Tuhan, mencintai sesama manusia, menghargai, dan rendah hati. 

Guruh juga memiliki pengasuh seperti Mbok Sarinah, namanya Nek Joyo. “Ketika Bapak bercerita tentang Mbok Sarinah, saya juga merasakan hal yang sama dari Nek Joyo. Nek Joyo juga memberi nasihat kepada saya untuk terus sabar dan harus menghargai semua orang,” kata Guruh.

Menurut produser film Mbok dan Bung, Wregas Bhanuteja, Sarinah adalah sosok yang banyak menyampaikan pelajaran pada Kusno tentang bagaimana hidup menjadi manusia yang harus selalu mengasihi. Sarinah juga mengajarkan tentang membantu manusia yang kesusahan dan berkekurangan.

Pelajaran tentang kasih sayang tersebut tidak selalu harus dari keluarga maupun orang yang memiliki hubungan darah, melainkan bisa datang dari siapapun. 

Seperti Sarinah yang mengasuh Kusno, tim produksi berharap semangat manusia untuk menebarkan cinta kasih semakin berlipat ganda. Dengan begitu, manusia bisa hidup bersama-sama di muka bumi ini dengan penuh kedamaian. 

Itulah salah satu alasan Wregas dan kawan-kawan memutuskan menggarap film ini. “Dengan menjadi sosok yang mau mengingatkan, mau berbagi, maupun mau menolong, kita pun turut memberi sumbangan pada kedamaian manusia,” ujar Wregas.

Film pendek Mbok dan Bung dapat disaksikan di akun resmi Youtube Sarinah. Tokoh Sarinah diperankan oleh Marissa Anita.

Sangat sedikit sumber sejarah atau referensi yang mengulas secara mendalam perihal sosok dan kehidupan Sarinah. “Enggak mudah, karena catatan sejarah tentang Sarinah enggak banyak,” kata Marissa.

Namun, minimnya catatan sejarah tersebut memperkuat minat Marissa memerankan Sarinah. Sebagai perempuan, dia merasa Sarinah adalah sosok yang sangat inspiratif sehingga perlu dikenalkan lagi secara masif.

photo
Warga beraktivitas di area pusat perbelanjaan Sarinah, Jakarta, Selasa (5/7/2022). - (Republika/Thoudy Badai)

“Saat saya dapat tawaran dari Wregas untuk memerankan Sarinah, saya sangat tertarik, ditambah karena memang sumber sejarahnya sangat sedikit jadi saya merasa perlu untuk mengenalkannya kepada generasi sekarang,” kata Marissa.

Untuk bisa mendalami karakter Sarinah, Marissa melakukan riset pribadi secara mendalam dan memperbanyak dialog. Riset pribadi dilakukan dengan membaca berbagai jurnal, artikel, dan buku yang menceritakan sosok Sarinah. "Aku juga diskusi sama Ninndi dan tim lain, menyamakan persepsi, intinya walaupun ini film pendek, tapi prosesnya tetap panjang dan intens,” kata dia.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by PT Sarinah (@sarinahindonesia)

Emas Pertama ASEAN Para Games

Mengalahkan Thailand 3-0.

SELENGKAPNYA

Bersenandung di Balik Kabut Bromo

Membuka penampilan dengan “Panggung Sandiwara”, suara Ahmad Albar masih terdengar sangat prima.

SELENGKAPNYA

Rentetan Masalah Global tak Berujung

Perekonomian global makin tak menentu karena setiap negara pun menghadapi banyak masalah.

SELENGKAPNYA