Vaksinator menyuntikkan vaksin Covid-19 ke seorang anak saat pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Lobby Langit 23 Paskal, Kota Bandung, Kamis (28/7/2022). | REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA

Nusantara

01 Aug 2022, 03:45 WIB

Bandung Masih Koordinasi untuk Booster Kedua Nakes

Pemkot Bandung masih mengejar capaian vaksinasi dosis ketiga Covid-19 pada akhir Agustus minimal 50 persen.

BANDUNG -- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bandung Kiwari masih menunggu petunjuk kegiatan vaksinasi dosis keempat atau booster Covid-19 kedua untuk tenaga kesehatan (nakes). Pemberian dosis keempat bagi nakes resmi dimulai sejak Jumat (29/7).

"Sebaiknya iya (secepatnya), terlindungi lebih aman dan murah daripada mengobati. Mengobati harus istirahat," ujar Plt Direktur RSUD Bandung Kiwari Taat Tagore saat dikonfirmasi, Ahad (31/7).

Ia menuturkan, sejauh ini belum mendapatkan petunjuk dari Dinas Kesehatan Kota Bandung terkait pelaksanaan vaksinasi booster untuk nakes. "Petunjuk dari dinas belum ada, kapan mau mulai. Biasa diundang dulu dengan berbagai risiko booster keempat apa," katanya.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Bandung Ira Dewi Anjani mengatakan, vaksinasi dosis keempat bagi nakes masih dalam koordinasi. Proses koordinasi akan membahas tentang pendataan sasaran nakes, kebutuhan logistik, pelaksanaan dan pencatatan, serta pelaporan. "Dosis keempat nakes harus disesuaikan dengan dosis ketiganya," ungkapnya.

photo
warga menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum disuntik vaksin Covid-19 di Lobby Langit 23 Paskal, Kota Bandung, Kamis (28/7/2022). - (REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA)

Selain itu, Pemkot Bandung masih mengejar capaian vaksinasi dosis ketiga Covid-19 pada akhir Agustus minimal 50 persen. "Harus mengejar vaksinasi booster ketiga minimal 50 persen pada akhir Agustus sehingga semua harus direncanakan dengan baik," katanya.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menjelaskan, pemberian dosis keempat untuk nakes karena mereka masuk kategori populasi berisiko. Upaya dosis keempat ini didasarkan pada rata-rata keberlangsungan imunitas dari vaksinasi, yaitu enam bulan pascadisuntikkan.

"Terkait dosis keempat ini, ada penelitian lain yang mendukung. Studi dari COV-Boost yang menunjukkan penyuntikkan dosis keempat vaksin mRNA efektif meningkatkan level antibodi dan imunitas seluler tanpa menimbulkan KIPI yang berat," ujar Wiku.

Selain itu, Covid-19 adalah virus yang sangat mudah bermutasi. Kemunculan varian maupun subvarian baru terus terjadi. Secara tidak langsung, hal ini mengindikasikan bahwa manusia sebagai host atau target virus memberikan peluang yang lebih besar bagi virus untuk memperluas penularannya. 

"Walau mutasi virus bersifat alamiah, intensitasnya akan meningkat jika dibarengi laju penularannya yang juga meningkat di masyarakat," kata Wiku menjelaskan. Dalam satu tahun terakhir, telah terjadi pergeseran dominansi varian dari delta pada 2021 menjadi varian omikron sejak awal 2022.

Bahkan, karena tingginya mutasi varian omikron ini, WHO menetapkan pemantauan khusus Omicron Sub Variant Under Monitoring. Di antaranya BA.4, BA.5, BA.2.12.1, BA. 2.9.1, BA. 2.11, BA.2.13. Dan, terbaru varian BA.2.75 yang ditemukan pada Mei lalu di India dan telah terimportasi ke Indonesia berdasarkan pemantauan Kementerian Kesehatan. Vaksinasi akan memberi kemampuan tubuh untuk melawan Covid-19 dan mutasinya secara lebih optimal. ';

'Hari Apakah 1.725 yang Akan Datang?', Soal 31 Juli 2022

SELENGKAPNYA

Rentetan Masalah Global tak Berujung

Perekonomian global makin tak menentu karena setiap negara pun menghadapi banyak masalah.

SELENGKAPNYA

Semangat Hijrah dalam Membangun Bangsa

Umat Islam wajib memanfaatkan hijrah untuk melakukan perubahan.

SELENGKAPNYA
×