Petugas PT PGN melakukan pengecekan rutin jaringan gas (jargas) pelanggan rumah tangga di Kawasan Batu Aji, Batam, Kepulauan Riau, Rabu (8/7/2020). | ANTARA FOTO/M N Kanwa

Ekonomi

28 Jul 2022, 06:30 WIB

PGN akan Penuhi Gasifikasi Kilang Cilacap

PGN sebagai Subholding Gas Pertamina akan memasuki pasar Indonesia timur.

JAKARTA --  PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk berkomitmen akan memenuhi kebutuhan gas bumi Kilang Cilacap, Jawa Tengah, atau Refinery Unit (RU) IV dengan total volume kontrak tahunan sebesar 51 million standard cubic feet per day (MMSCFD). Subholding Gas Pertamina tersebut berupaya mengoptimalkan proyek Land Based LNG Regasification Terminal RU IV Cilacap.

PGN dan PT Kilang Pertamina Intenasional (KPI) selaku Subholding Refinery & Petrochemical Pertamina menyepakati volume kontrak tahunan berdasarkan kebutuhan kilang existing RU IV Cilacap sebesar 36 MMSCFD mulai 2024 dan untuk proyek New Diesel Hydrotreating (New DHT ) sebesar 15 MMSCFD mulai 2026.

Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Achmad Muchtasyar mengatakan, periode kontrak telah disepakati selama 30 tahun. Periode kontrak ini ditujukan untuk mengoptimalkan keekonomian proyek dan memenuhi target strategis, yakni efisiensi biaya bahan bakar kilang.

 

"Mengacu pada upaya pencapaian penghematan biaya bahan bakar di RU Cilacap merupakan dasar pemilihan opsi penyaluran gas menggunakan skema small land based regasification. Pertamina juga mendukung penuh proyek ini sehingga untuk kebutuhan RU IV Cilacap, PGN akan memanfaatkan LNG portofolio milik Pertamina sebanyak delapan kargo per tahun," kata Achmad, Rabu (27/7).

Achmad mengatakan, untuk penyaluran gas ke RU IV Cilacap akan menggunakan LNG carrier (LNGC) berukuran 19.000 meter kubik pada fase 1 (2024-2025) dan new build LNGC berukuran 35 ribu meter kubik pada fase 2 mulai 2026. Proyek Terminal LNG Regasifikasi RU IV Cilacap juga akan mengoptimasi Kilang Bontang sebagai LNG hub.

PGN terus berkoordinasi mengenai skema pengaliran gas ke RU IV Cilacap, pemanfaatan jeti dan lahan bersama PT KPI, PT PIS, PT Badak NGL serta pihak terkait lainnya sesuai kaidah keproyekan, serta tetap mengutamakan aspek sinergi Pertamina Grup. Sinergi antar-subholding ini akan memberikan manfaat konsolidasi yang optimal untuk Pertamina Grup.

Menurut Achmad, potensi pasar dari penyaluran LNG ke RU IV Cilacap juga cukup besar sekaligus bisa menjadi entry point pengembangan LNG ritel di Jawa Tengah bagian selatan.

photo
Pekerja memasang instalasi pipa gas bumi di Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (25/6/2022). PT PGN Subholding Gas Pertamina menfokuskan utilisasi gas bumi untuk pasar domestik dengan memperluas dan mengombinasikan infrastruktur pipa dan beyond pipeline. - ( ANTARA FOTO/Teguh Prihatna/rwa.)

"PGN memberikan layanan terbaik pada kesepakatan antara PGN dan KPI untuk bisa saling menguntungkan di Pertamina Group. Gasifikasi kilang sekaligus menjadi kontribusi PGN terhadap perekonomian nasional, optimasi sumber energi domestik, dan pencapaian bauran energi nasional pada masa transisi energi," ujar Achmad.

PGN juga akan mengebut 10 proyek gasifikasi pembangkit listrik di Klaster Nusa Tenggara dan Sulawesi Utara, yang merupakan penugasan pemerintah sesuai Keputusan Menteri ESDM No 2 Tahun 2022. Achmad mengatakan, ke 10 proyek ini telah memasuki tahap perizinan kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang laut (KKPRL) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Kesepuluh proyek itu terdiri atas tujuh proyek Klaster Nusa Tenggara (NTB dan NTT), yakni Jeranjang-Lombok NTB di MPP Jeranjang dan PLTG/ PLTGU Lombok Peaker, Sumbawa NTB di PLTMG Sumbawa, Bima NTB di PLTMG Bima, Rangko-Flores NTT di PLTMG Rangko (Flores), Maumere NTT di PLTMG Maumere, Alor NTT di PLTMG Alor, Waingapu NTT di PLTMG Waingapu, dan Kupang NTT di PLTMG Kupang. Serta dua proyek Klaster Sulawesi Utara, yakni Konawe-Kendari di PLTMG Kendari dan Bau-Bau di PLTMG Bau-Bau.

 

Menurut Achmad, kebutuhan gas bumi untuk 10 proyek tersebut direncanakan dipasok lewat moda LNG dari Bontang, Kaltim, dengan total kebutuhan Nusra 28 billion British thermal unit per day (BBTUD). BBTUD dan Sultra 4 BBTUD. Ia menyatakan, PGN berkomitmen menjalani seluruh proses proyek regasifikasi pembangkit listrik sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Persetujuan KKPRL terkait fasilitas jeti itu merupakan salah satu tahapan penting yang mana nantinya fasilitas tersebut akan dimanfaatkan dalam proses transfer LNG sebagai moda transportasi gas antarpulau.

Achmad menambahkan, kondisi lingkungan regasifikasi juga menantang karena pembangkit listrik secara umum terletak di pinggir pantai dengan kondisi gelombang yang cukup tinggi dan tanah berbatu. Bagi PGN, proyek regasifikasi pada pembangkit listrik menjadi semacam pintu masuk untuk hadir ke seluruh segmen pengguna gas bumi, baik industri, komersial, UMKM, rumah tangga, dan transportasi.

Dengan diawali dari kebutuhan anchor gas bumi dari beberapa lokasi pembangkit listrik milik PT PLN (Persero) yang telah ditetapkan, PGN sebagai Subholding Gas Pertamina akan memasuki pasar Indonesia timur sehingga perluasan pemanfaatan gas bumi bagi seluruh wilayah negeri ini dapat segera terwujud.

"Apabila gas tersebut sudah berada di beberapa lokasi Nusa Tenggara maupun Sulawesi Tenggara, akan mudah bagi PGN untuk masuk ke sektor-sektor ritel yang ada di sekitar wilayah tersebut," kata Achmad. 

Sumber : Antara


Laba Bersih BRI Naik 98 Persen

BRI masih optimistis capai target pertumbuhan kredit 9-11 persen. 

SELENGKAPNYA

Wapres Dorong Proyek Wakaf Transisi Energi 

Penting mengamankan pembiayaan berkelanjutan untuk transisi energi fosil ke terbarukan.

SELENGKAPNYA
×