Warga bertransaksi melalui anjungan tunai mandiri (ATM) di Jakarta, Selasa (21/12/2021). Bank Indonesia secara resmi meluncurkan BI-Fast Payment yang membuat skema harga transfer antar bank turun menjadi Rp2.500 | ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Ekonomi

21 Jul 2022, 05:45 WIB

Bank BUMN Catat Kenaikan Transaksi BI-Fast 

Periode Ramadhan dan Idul Fitri, transaksi BI-FAST mencapai nilai Rp 107,4 triliun.

JAKARTA -- Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor perbankan mencatat kenaikan transaksi BI-Fast secara signifikan. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyebutkan, transaksi BI Fast sebesar Rp 289 triliun pada Juni 2022.

SVP Transaction Banking Retail Sales Bank Mandiri Thomas Wahyudi mengatakan, realisasi tersebut setara dengan 94 juta transaksi. Ia menyampaikan, transaksi BI Fast mengalami pertumbuhan cukup tinggi dibandingkan saat kali pertama diperkenalkan kepada nasabah pada Desember 2021.

Pada akhir Desember 2021, jumlah transaksinya baru mencapai 500 ribu. "Data transaksi BI Fast Bank Mandiri Ytd Juni 2022 sebanyak 94 juta transaksi dengan nilai transaksi sebesar Rp 289 triliun," kata Thomas ketika dihubungi Republika di Jakarta, Rabu (20/7).

Thomas menyebutkan, saat ini kontribusi transaksi outgoing transfer melalui BI Fast Bank Mandiri telah mencapai 54 persen dari total outgoing transfer Bank Mandiri melalui transfer melalui switching company dan BI Fast. "Yang berarti mayoritas nasabah Bank Mandiri sudah mulai beralih menggunakan fitur transfer melalui BI Fast," ujar Thomas menambahkan.

 

Bank BUMN lainnya, yakni PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, selama periode Januari-Juni 2022 mencatatkan jumlah transaksi transfer uang melalui BI Fast naik drastis 373 persen dan secara nilai meningkat 401 persen.

Sekretaris Perusahaan BNI Mucharom mengatakan, secara total transaksi mencapai sebanyak 20,13 juta dengan nilai sebesar Rp 70,89 triliun. “Saat ini, BNI sudah mengembangkan BI Fast di kanal pilihan utama nasabah, seperti BNI Mobile Banking, dan sudah siap digunakan melalui API," kata Mucharom.

Tak hanya itu, pada bulan ini rencananya ada live transaksi BI Fast bagi nasabah institusi maupun perusahaan melalui BNIDirect. Pada Juni 2022, Mucharom mengatakan, frekuensi transaksi kanal digital melalui mobile banking tumbuh signifikan lebih dari 35 persen year on year (yoy), salah satunya didukung oleh pertumbuhan transaksi BI Fast. 

“Secara fee based mobile banking tumbuh tujuh persen yoy pada Juni 2022. Kami pun terus mendorong solusi baru melalui mobile banking untuk mendorong peningkatan transaksi ini,” ujar Mucharom.

BI Fast merupakan sistem pembayaran ritel nasional yang menggantikan sistem kliring nasional Bank Indonesia (SKNBI). Tak seperti SKNBI, BI Fast akan beroperasi tanpa henti sehingga dapat melakukan transfer kapan saja secara real time. Bank Indonesia menetapkan batas maksimal transfer lewat BI Fast sebesar Rp 250 juta, sedangkan minimal transfer Rp 1.

Selain itu, penetapan skema harga BI Fast dari BI ke peserta ditetapkan Rp 19 per transaksi, sementara nasabah dikenakan tarif maksimal Rp 2.500 per transaksi. Adapun nilai ini lebih murah dibandingkan tarif SKNBI yang dipatok maksimum Rp 2.900 per transaksi.  

Sebelumnya, Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI) Filianingsih Hendarta menyatakan, pihaknya menargetkan transaksi BI Fast akan mencapai Rp 811 triliun sepanjang tahun ini. Kita menargetkan, memproyeksikan Rp 811 triliun sampai akhir tahun. Hopefully akan tercapai," kata dia.

 

Sementara itu, hingga 29 Mei 2022, transaksi BI Fast telah mencapai Rp 320,6 triliun dari 85,3 juta transaksi. Untuk periode selama Ramadhan dan libur Idul Fitri, yaitu 3 April sampai 8 Mei 2022, transaksi BI-FAST mencapai 27,6 juta transaksi dengan nilai sebesar Rp 107,4 triliun.

Tak hanya itu, rata-rata harian volume transaksi selama Ramdhan dan libur Idul Fitri juga naik 29 persen menjadi 767.169 transaksi yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata harian Maret 2022 sebanyak 596.771 transaksi.

Filia mengaku optimistis target transaksi Rp 811 triliun akan tercapai mengingat biaya transfer antarbank melalui BI Fast lebih hemat, yaitu Rp 2.500, sehingga sangat menguntungkan, termasuk bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Biasanya kita melakukan online transfer Rp 6.500, sekarang hanya Rp 2.500, jadi perbedaannya Rp 4.000. Kalau untuk UMKM itu terasa banget, kalau dia melakukan pembayaran 10 kali sehari," ujar Filia.

Terlebih lagi, Filia menambahkan, tarif transfer antarbank melalui BI Fast yang sebesar Rp 2.500 merupakan harga maksimal sehingga ada beberapa bank yang memberi promo dengan menggratiskan. ';

AP: Nilai Pajak Bandara Bertambah

Di Bandara Kualanamu dilakukan peningkatan secara berkelanjutan sejak 2019.

SELENGKAPNYA

KAI: Volume Penumpang Naik 42 Persen

KAI sempat mengalami tekanan karena turunnya jumlah penumpang yang signifika.

SELENGKAPNYA

DMI Gelar Konferensi Komunitas Masjid ASEAN

Masjid-masjid di ASEAN memainkan peran penting di tengah masyarakat.

SELENGKAPNYA
×