Bakat dan antusiasme Anggel nyatanya bukan hanya sebagai qariah, tapi juga penakluk olimpiade matematika internasional. | Istimewa

Uswah

Qariah Cilik Penakluk Olimpiade Matematika Internasional

Bakat dan antusiasme Anggel nyatanya bukan hanya sebagai qariah, tapi juga penakluk olimpiade matematika internasional.

 

 

OLEH IMAS DAMAYANTI

Mencintai pelajaran agama dan seni nyatanya bisa disandingkan dengan kecintaan dalam bidang pelajaran lainnya. Nyatanya, seorang santriwati cilik asal Sumatra Barat berhasil menjadi penakluk olimpiade matematika dalam ajang bergengsi internasional.

Anggela Agustin senantiasa memupuk mimpinya sejak kecil. Santriwati asal Sumatra Barat yang bercita-cita menjadi seorang dokter ini dikenal di kampung halamannya sebagai qariah cilik yang kerap memenangi perlombaan tingkat daerah.

"Iya, dulu sejak kecil memang sudah suka dengan dunia qiraah. Di kampung (halaman) saya dikenal sebagai qariah cilik waktu itu," kata Anggel saat dihubungi Republika, Rabu (7/7).

Tak sampai di situ, bakat dan antusiasme Anggel nyatanya bukan hanya sebagai qariah. Dia membuktikan diri sebagai seorang santriwati yang mampu berprestasi dalam ajang nasional maupun internasional di bidang matematika.

 
Baginya, matematika adalah ruang kreativitas tanpa batas yang mengasah daya pikir.
 
 

Sejak kecil, kecintaan Anggel terhadap matematika begitu dalam. Dia ingat betul betapa dia sangat tertantang apabila telah menyelesaikan satu soal matematika dan menginginkan soal-soal selanjutnya. Baginya, matematika adalah ruang kreativitas tanpa batas yang mengasah daya pikir.

"Belajar matematika itu tak membosankan sama sekali. Justru enak, tertantang terus," kata Anggel.

Kecintaan Anggel terhadap bidang matematika terlihat dari bakat yang ia tampilkan. Dalam usia yang cukup dini, santriwati kelas tiga SMP Cendekia Baznas tersebut mampu menyabet berbagai penghargaan bergengsi. Namun, di balik segala pencapaian yang ia torehkan, motivasi dan dukungan dari keluarga serta lingkungan sekolahlah yang membuatnya kian maju hari demi hari.

Salah satu pencapaian dari beberapa penghargaan yang ia terima dalam olimpiade matematika, ajang olimpiade matematika di Hong Kong-lah yang dinilai paling berkesan baginya. Pada momentum itu, Anggel mampu menyabet medali perunggu yang luar biasa membawa nama Indonesia.

Di sisi lain, Anggel berpesan bahwa sebagai seorang santriwati, pelajar, dia harus menjadi pribadi yang istiqamah, begitu pun bagi siswa-siswi lainnya di Indonesia. Menuntut ilmu yang sejatinya merupakan kewajiban akan ia emban selagi napas masih Allah titipkan kepadanya.

Tak heran, sejak usia belia, Anggel sudah bercita-cita untuk dapat meraih beasiswa internasional untuk mengejar cita-citanya sebagai dokter. "Inginnya dapat beasiswa S-1 di Singapura atau Malaysia, yang dekat-dekat dari Indonesia dulu," kata Anggel.

photo
Bakat dan antusiasme Anggel nyatanya bukan hanya sebagai qariah. Santriwati cilik asal Sumatra Barat ini penakluk olimpiade matematika internasional. - (Istimewa)

Ingin sembuhkan ibu

Anggel berasal dari latar belakang keluarga dengan ekonomi yang sederhana. Ayahnya seorang petani, sedangkan ibunya hanyalah seorang penjahit rumahan. Namun, latar belakang itu tak menjadikan Anggel pesimistis dalam menatap cita-cita, terlebih ketika ia mengetahui bahwa sang ibunda mengidap penyakit tiroid.

Melihat bagaimana sang ibunda mengidap penyakit tersebut, Anggel sedari dini telah memupuk mimpi untuk menjadi dokter suatu hari nanti. Misinya adalah hendak menyembuhkan sang ibunda dan juga orang-orang yang membutuhkan.

"Kelak ketika saya bisa jadi dokter, saya berharap bisa sembuhkan ibu dan membantu pasien-pasien lain," ujar siswi tersebut.   

PROFIL

Nama lengkap: Anggela Agustin

Tempat, tanggal lahir: Pabalutan, 25 Agustus 2006

Riwayat pendidikan: TK Bundo Kandung, SD 03 Rambatan, SMP Cendekia BAZNAS

Riwayat aktivitas: Pernah mengikuti program English Tutoring yang bekerja sama dengan anak-anak Indonesia di Amerika Serikat, salah satu penulis kumpulan buku cerpen angkatan 3 sekolah Cendekia Baznas.

Prestasi: Peraih medali perunggu di IKMC 2020, peraih medali perunggu dalam ajang HKIMO 2021, peraih medali perunggu pada ajang ROC 2021, peraih medali perunggu IKMC 2022, peraih medali perunggu dalam ISO 2022, peraih medali perunggu di OSAK 2022, peraih medali perunggu pada PISA 2022, peraih medali perak dalam POSI 2022.

Tingkatkan Kompetensi Amil

Pers punya porsi untuk mengawal pengelolaan dana-dana filantropi.

SELENGKAPNYA

Kiat Menghidupkan Syiar Dzulhijah

Cara mengisi sepuluh hari pertama bulan Dzulhijah dengan memperbanyak ibadah dan zikir

SELENGKAPNYA