Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas bertemu dengan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F Al-Rabiah di Kantor Kementerian Haji dan Umrah, Jeddah, Arab Saudi, Ahad (20/3/2022). | Dok Kemenag

Kabar Utama

Evaluasi Haji, RI-Saudi Bentuk Tim untuk 2023

Menag meminta Pemerintah Saudi mengurangi biaya layanan masyair pada musim haji tahun depan.

A SYALABY ICHSAN dari Makkah

JEDDAH – Layanan terhadap jamaah haji merupakan tanggung jawab dua negara, yakni Indonesia dan Arab Saudi. Pascapuncak ibadah haji 2022 di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Kementerian Agama (Kemenag) RI dengan Kementerian Urusan Haji dan Umrah Arab Saudi sepakat membentuk tim bersama agar haji tahun depan bisa lebih baik.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, kesepakatan ini dihasilkan usai berdiskusi dengan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F Al Rabiah terkait persiapan haji 1444 H/2023 M. Menag juga sudah menyampaikan sejumlah catatan perbaikan, baik dari sisi penyelenggaraan di Indonesia maupun di Arab Saudi.

“Kami sepakat membuat task force atau tim bersama untuk membahas persiapan haji tahun depan agar lebih baik lagi,” ujar Menag usai melepas jamaah haji Kloter Solo (SOC-2) di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Jumat (15/7).

Menurut dia, tim ini akan berdiskusi bersama agar masalah yang kerap dihadapi jamaah di lapangan bisa diperbaiki pada masa yang akan datang. Dari sisi Arab Saudi, Menag Yaqut antara lain menyoroti dua hal. 

Pertama, kata dia, penambahan toilet perempuan. Menurutnya, jamaah Indonesia mayoritas perempuan dan mereka membutuhkan waktu lebih lama saat di toilet dibandingkan laki-laki. “Sehingga toilet di Masyair (Arafah, Muzdalif, Mina) perlu ditambah,” kata Menag.

Berdasarkan pantauan Republika, hal ini menimbulkan antrean cukup panjang di toilet wanita. Catatan lainnya adalah kapasitas AC di tenda-tenda jamaah yang kurang dingin.

“Saya sudah menyampaikan itu semua. Kita tempo hari bersepakat masing-masing sudah menunjuk tim dan masing-masing tim ini akan mengevaluasi untuk memperbaiki pelayanan ibadah tahun depan,” ujar dia.

Dari sisi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), Menag mengidentifikasi masih ada petugas yang kurang disiplin dalam bertugas. Dia menjelaskan, upaya mendisiplinkan lebih 2.000 petugas menjadi pekerjaan tersendiri. “Semua harus diniatkan betul dari Tanah Air untuk melayani jamaah, dan bonusnya ikut beribadah haji. Jangan dibalik,” ujar Gus Men, sapaan Menag.

Selain itu, catatan untuk PPIH, Menag meminta agar pakaian dan kain ihram untuk jamaah ditambahkan simbol-simbol negara supaya lebih dikenali. Dia mengaku sudah meminta dirjen Haji dan Umrah agar penyematan simbol-simbol tersebut direalisasikan pada musim haji tahun depan. “Saya sudah minta kepada dirjen supaya diberikan lambang-lambang negara supaya lebih dikenali,” ujar dia.

photo
Jamaah haji bersiap bertolak ke Arafah dari Makkah, Kamis (7/7/2022). - (Dok Kemenag)

Hal kedua yang menjadi sorotan adalah pelayanan di Masyair yang dinilai belum seimbang, dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan. Dengan kenaikan harga yang signifikan, kata Gus Men, harusnya layanan yang diberikan bisa lebih baik lagi.

Hal ini akan dibicarakan dengan Pemerintah Arab Saudi. Menag Yaqut dalam pertemuan informal juga sudah menyampaikan ke Menteri Umrah dan Haji Saudi terkait hal tersebut. “Saya sampaikan, ini yang mengeluh saya, bukan jamaah. Dari apa yang kami bayarkan di Masyair, saya merasa masih jauh dari ekspektasi saya,” ujar dia.

Menag meminta kepada Pemerintah Arab Saudi mengurangi biaya layanan masyair pada musim haji tahun depan. Dia pun sudah mengomunikasikan hal tersebut kepada Menteri Urusan Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F Al-Rabiah.

Kepada Tawfiq, Menag menyampaikan jika biaya masyair selama Armuzna terlalu tinggi bagi jamaah haji Indonesia. “Kemarin Pak Menteri bilang besok kalau jamaahnya bertambah masyairnya berkurang. Kata beliau begitu,” ujar dia.

Meski demikian, Gus Men menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Arab Saudi, Raja Salman, dan Pangeran Muhammad bin Salman. Menag yakin Pemerintah Saudi telah bekerja keras memberikan pelayanan kepada jamaah haji seluruh dunia. Kalau ada kekurangan, itu masih dalam taraf kewajaran.

“Apalagi haji sudah off dua tahun karena pandemi. Banyak model baru juga dalam penyelenggaraannya yang mengarah pada digitalisasi,” ujar dia.

Kepada jamaah haji Indonesia, Menag secara khusus juga meminta maaf jika masih ada kekurangan saat memberikan pelayanan. Dia berjanji di musim haji berikutnya, Pemerintah Indonesia akan terus melakukan perbaikan sehingga tamu Allah dalam beribadah menjadi semakin tenang, nyaman, dan khusyuk.

Kuota jamaah haji Indonesia tahun ini yang mencapai 100.051 jamaah memang menurun drastis ketimbang pada musim haji 2019 dengan sekitar 230 ribu jamaah. Berkurangnya jamaah haji tersebut ikut mendongkrak biaya layanan masyair saat jamaah berada di Armuzna.

Untuk satu jamaah dikenakan biaya 5.656 riyal atau sekitar Rp 22.624.000. Pemerintah pun harus menambah dana Rp 1,5 triliun hanya untuk layanan masyair pada saat-saat terakhir pemberangkatan jamaah haji.

photo
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas meninjau persiapan wukuf di Arafah Selasa (5/7/2022). - (Dok Kemenag)

Sejumlah jamaah mengapresiasi layanan yang didapatkan selama beribadah di Tanah Suci. Jamaah dari Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS), Kholis menjelaskan, pelayanan yang didapatkan lebih daripada cukup. Secara khusus, dia menyatakan, layanan terbaik yang didapatkan adalah katering. “Kita dapat lebih awal saat jam makan,” ujar dia.

Meski demikian, Kholis berharap agar petugas di Sektor Khusus Masjidil Haram ditambah mengingat jamaah rentan tersesat saat beribadah shalat atau umrah. Beruntung, ujar Kholis, sistem zonasi yang diterapkan memudahkan jamaah untuk pulang ke sektor masing-masing.

Jamaah lainnya, Ade Shoma, mengaku puas atas pelayanan yang diberikan para petugas. Hanya saja, jamaah asal Karawang tersebut mengungkapkan, fasilitas toilet yang disediakan saat Arafah sebaiknya bertambah agar antrean tak memanjang.

Kesehatan Jamaah Dipantau Pasca-Kepulangan 

Jamaah haji Indonesia yang dinyatakan sehat saat kepulangan ke Tanah Air tetap akan dipantau kesehatannya.

SELENGKAPNYA

Demi Air Zamzam

Jjamaah haji diperbolehkan membawa lima liter air zamzam saat kembali ke negaranya.

SELENGKAPNYA