Petugas penyelenggara ibadah haji PPIH Arab Saudi bidang kesehatan terlihat sedang membagikan minuman kepada jamaah haji yang beriap melempar jumroh, Sabtu (9/7/2022) . | Ali Yusuf/Republika

Kabar Utama

Kain Ihram tak Menghalangi Pelayanan untuk Tamu Allah

Petugas berihram cekatan melayani jamaah yang tak henti-henti berdatangan dengan berbagai keluhan

OLEH ALI YUSUF dari Makkah

Prosesi puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) menjadi fase kritis penyenggaan haji. Sebab, banyak jamaah yang kesehatannya tumbang ketika menjalani proses tersebut.

Tak heran jika para petugas kesehatan Indonesia di Armuzna benar-benar maksimal melayani jamaah yang merupakan tamu Allah SWT. Saat di Arafah, semua petugas di pos kesehatan setempat terlihat sibuk. Mereka mondar-mandir mengecek setiap jamaah yang tergeletak di velbed

Masing-masing petugas sudah paham apa yang harus dikerjakan saat malam sampai siang. Selama operasional haji, petugas yang bergabung di bawah kendali operasi (BKO) Posko Kesehatan Arafah bekerja tak kenal waktu. Semua dilakukan demi keselamatan jamaah yang transit di Arafah sebelum ke Muzdalifah dan Mina.

Seperti yang terjadi pada Kamis (7/7) tengah malam, petugas cekatan melayani jamaah yang tak henti-henti berdatangan dengan berbagai keluhan. Meski dalam keadaan berihram, petugas tetap konsentrasi mengobservasi jamaah.

photo
Petugas kesehatan KKHI Makkah PPIH Arab Saudi gelombang kedua bersiap menuju Arafah, Kamis (7/7/2022) malam. - (Ali Yusuf/Republika)

Di velbed nomor 10, ada pasien bernama Sukirno, jamaah asal Purbalingga, Jawa Tengah. Sukirno sedang diganti perbannya untuk menutupi ulkus (luka) diabetik yang sudah akut. 

Berdasarkan pantauan Republika, ada empat orang tim medis dan paramedis yang bekerja sama merawat luka Sukirno. Mereka di antaranya dokter Spesialis Bedah dr Caesa Rizkha Febryane, dokter umum Lutfi Abdul Latif, serta perawat Mahfud dan Susilowati. 

Tindak perawatan luka selesai sekitar 15 menit. Sukirno pun boleh kembali ke kloternya di tenda maktab. 

Di tempat yang sama, di velbed 1, seragam ihram yang membalut rumit juga tak menghalangi dokter Muhammad Zakir Chohan memberikan pelayanan kepada jamaah bernama Nazli Roesli (63 tahun). Nasli perlu  diobservasi karena mengeluh pusing, mual, dan muntah di tendanya. 

“Padahal ketika berangkat tidak ada masalah,” kata suami Nazli. 

photo
Jamaah haji Indonesia sedang diinfus oleh Emergency Medical Team(EMT) PPIH Arab Saudi bidang kesehatan di pos dua jalur Jamarat atas, Ahad (10/7). - (Ali Yusuf/Republika)

Karena keadaan Nazli tidak menunjukkan perbaikan, Zakir kembali melakukan observasi. Observasi ini dilakukan untuk penilaian ulang demi menentukan kondisi pasien. Bila kondisi membaik, jamaah bisa dipulangkan ke kloternya  malam itu.

“Namun, apabila kondisinya tidak membaik akan diobservasi ulang,” kata Zakir. Selain Zakir, Utami Aini Sueb perawat yang membantu observasi Nazli terlihat memijat-mijat kaki Nazli untuk memberikan ketenangan.

Pos Kesehatan Arafah di bawa tanggung Pos Kesehatan Bandara. Menurut Kepala Pos Kesehatan Arafah dr Agus Sultoni, total personel di Posko Kesehatan Arafah sebanyak 38  terdiri atas 14 dokter spesialis, delapan dokter umum, 16 perawat, dua apoteker, dan satu orang elektromedik.

Pelayanan yang totalitas juga dihadirkan petugas kesehatan di jalur Jamarat. Di sana, Tim Kesehatan Bandara (TKB) menjadi tim Bergerak Secara Bergelombang (BSB), pada Ahad (10/7) sore.

photo
Petugas penyelenggara ibadah haji PPIH Arab Saudi bidang kesehatan terlihat sedang membagikan minuman kepada jamaah haji yang beriap melempar jumroh, Sabtu (9/7/2022) . - (Ali Yusuf/Republika)

Ada lima anggota BSB yang ditugaskan untuk menyisir sepanjang jalur Jamarat. Mereka mencari jamaah yang kelelahan menuju tempat melontar jamrah.

Lima anggota BSB itu di antaranya dr Sahril Firmansyah, dr Ziad Batubara, dr Erna, apoteker Nurlaelah, dan perawat Fitria Djamaluddin. Mereka terlihat siaga memantau pergerakan jamaah Indonesia menuju pelontaran jamrah dan pulang kembali kepemondokan.

Pada hari pertama melontar jamrah, Sabtu (9/7), banyak jamaah kelelahan dan tersesat di sepanjang jalur Jamarat. Sebelumnya, jamaah yang memiliki penyakit komorbid dan lansia disarankan untuk badal melempar jamrah. Namun, jamaah tetap ingin melontar jamrah sendiri.

 Akibat ketidakpatuhan terhadap pesan-pesan kesehatan tersebut, ada sekitar 50 jamaah yang kelelalahan di jalur Jamarat. Tim BSB dibekali dengan kursi roda, air, oralit, dan perlengkapan untuk kegawatdaruratan lainnya.

Jamaah Haji Fokus Pemulihan Usai Armuzna

Total jamaah haji Indonesia yang wafat sejak awal keberangkatan berjumlah 41 orang.

SELENGKAPNYA

Misi Penyelamatan di Jalur Jamarat

Hanya Indonesia yang memiliki pos kegawatdaruratan untuk menolong jamaah yang kelelahan.

SELENGKAPNYA

Ratusan Jamaah Diusir Askar

Para petugas berseragam loreng juga diturunkan untuk memecah kerumunan jamaah.

SELENGKAPNYA