Nusantara
Bio Farma Uji Klinis Fase Ketiga Vaksin di Lombok
Vaksin ini dari hulu hingga hilir dikembangkan di Indonesia oleh Bio Farma.
MATARAM -- Bio Farma melaksanakan uji klinis fase ketiga vaksin Covid-19 BUMN di Puskesmas Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Sekretaris Perusahaan dan Hubungan Investor PT Bio Farma (Persero) R Rifa Herdian mengatakan uji klinis fase tiga vaksin Covid-19 BUMN ini sudah mendapatkan Persetujuan Pelaksanaan Uji Klinik (PPUK) yang ditandatangani Kepala Badan POM Penny K Lukito pada 6 Juni 2022.
"Vaksinasi Covid-19 merupakan game changer, untuk membantu bangsa Indonesia keluar dari permasalahan pandemi," ujarnya, Sabtu (9/7). Uji klinis fase tiga di Lombok melibatkan 953 relawan yang dipusatkan di Puskesmas Gunung Sari.
Selain di Lombok, uji klinis fase tiga juga dilaksanakan di Jakarta bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Indonesia, di Padang bekerja sama FK Universitas Andalas, di Makassar bekerja sama dengan FK Universitas Hasanuddin (Unhas) dan di Semarang bekerja sama dengan FK Universitas Diponegoro (Undip). "Secara nasional uji klinis vaksin ini melibatkan 4.050 relawan," ucap Rifa.
Vaksin ini merupakan vaksin pertama yang dari hulu hingga hilir dikembangkan di Indonesia oleh Bio Farma. Rifa berharap dengan dilakukannya uji klinis fase tiga, vaksin Covid-19 BUMN secepatnya bisa diproduksi secara massal. "Mudah-mudahan akhir tahun sudah bisa diproduksi," katanya.
Ketua Tim Peneliti Center Semarang FK Undip, dr Yetty Movieta Nency, mengatakan, uji klinis fase tiga dilakukan setelah uji fase satu dan dua mendapatkan hasil yang memuaskan. Dimulai pada Februari 2021 selama tiga bulan, uji klinis fase satu ini memberikan hasil yang aman pada relawan dan memberikan peningkatan respons imun tubuh yang meningkat secara signifikan hingga 28 hari setelah vaksinasi kedua.
"Uji klinis ini melibatkan 175 orang berusia 18 tahun ke atas setelah dosis kedua," ujarnya.
Sedangkan uji klinis fase dua dilakukan guna mengevaluasi dan memilih vaksin terbaik untuk berlanjut pada fase ketiga yang melibatkan 360 orang berusia 18 tahun ke atas yang dimulai 13 April 2022. "Saat ini memasuki tahap pemantauan keamanan jangka panjang setelah enam bulan vaksin dosis kedua," katanya.
Uji klinis fase tiga berfungsi mengevaluasi vaksin dan imunitas yang dibandingkan terhadap vaksin pembanding. "Dari hasil uji klinis 1 dan 2 sejauh ini vaksin aman dan efektif. Dan dipastikan halal," katanya.
Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.
Karantina Haji di Pulau Onrust
Pulau ini merupakan saksi sejarah pelaksanaan ibadah haji awal abad ke-20, tepatnya pada 1911.
SELENGKAPNYAAncaman Krisis Makin Nyata
Beberapa negara mengalami krisis parah sehingga tak mampu membayar utangnya.
SELENGKAPNYAMenjadi Keluarga Ahli Zikir
Orang tua dapat mengajak anggota keluarga untuk menghadiri majelis-majelis ilmu dan zikir.
SELENGKAPNYA
