Peternak mengecek hewan kurban di tempat penjualan hewan kurban di kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu (6/7/2022). | Republika/Thoudy Badai

Nasional

08 Jul 2022, 03:45 WIB

Peternak Diminta Kooperatif Jalani Vaksinasi PMK

Para peternak diminta tidak menunda-nunda vaksinasi PMK.

SURABAYA -- Plt Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengimbau para peternak untuk kooperatif melaksanakan vaksinasi dan melaporkan hewan ternak yang terinfeksi wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Emil mengaku memahami kekhawatiran para peternak. Dimana masyarakat biasanya akan mencap buruk peternakan bila ada hewan ternaknya yang terkena PMK, yang berimbas pada turunnya nilai jual.

"Tapi kami membutuhkan sinergitas peternak agar lebih kooperatif. Supaya mereka sedini mungkin menginformasikan kalau ada ternak terdampak. Jangan berpikir nanti malah rugi kalau lapor, takut sapinya dicap sebagai sapi sakit dan harganya makin murah. Nggak nolong juga," kata Emil, Kamis (7/7).

Emil juga meminta para peternak tidak menunda-nunda vaksinasi PMK. Emil mengingatkan, tidak ada untungnya menyembunyikan gejala dari sapi yang terpapar virus PMK. Justru jika dilaporkan secepatnya, paramedis hewan bisa berusaha menyembuhkan dan membantu peternak.

Emil juga berpesan agar para peternak tidak mudah melepas ternak sakit dengan harga yang sangat murah. Karena selain dapat diupayakan kesembuhannya, harga-harga yang ditawarkan juga tidak masuk akal.

photo
Pedagang hewan qurban memeriksa domba dan kambing di Ngampilan, Yogyakarta, Rabu (6/7/2022). Untuk kebutuhan hewan kurban 2022 Yogyakarta masih defisit domba. Kebutuhan domba untuk qurban sebanyak 19.202 ekor, sedangkan yang tersedia hanya 17.610 ekor sehingga kurang 1.594 ekor. - (Wihdan Hidayat / Republika)

"Lebih baik ditunggu, diusahakan. Kalau ditawar Rp 2 juta, jangan dilepas. Karena harga ini tidak pas. Kasihan sekali ini. Kami tidak berharap ternak ini mati dan akhirnya membuat peternak merugi. Kondisi ini jangan dibuat lebih berat lagi untuk para peternak," kata Emil.

Emil menjelaskan, vaksinasi PMK pada hewan ternak di Jawa Timur telah mencapai 67 persen dari total 364 ribu dosis vaksinasi yang diberikan. Menurutnya, capaian ini termasuk cepat, mengingat tiga hari lalu tingkat vaksinasi masih berada pada angka 51 persen.

Salah satu peternak di Dusun Kumbo, Desa Telogosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Jafar Sodiq mengaku kesulitan membeli obat herbal untuk sapi perah miliknya yang terpapar PMK. Jafar mengatakan, 24 ekor sapi perah yang dimiliki, semuanya terpapar PMK. Dari 24 hewan ternak tersebut, satu ekor mati, dua dipotong paksa dan dijual murah yaitu Rp 3 juta.

"Kami sudah hancur-hancuran mengeluarkan uang untuk membeli obat herbal. Sedangkan pemerintah hanya memberi bantuan antibiotik dan vitamin yang sebenarnya tidak optimal," ujar Jafar.

Jafar menjelaskan, antibiotik dan vitamin tidak optimal untuk penyembuhan hewan ternak yang terpapar PMK. Menurutnya, obat herbal menjadi opsi peternak untuk mengatasi PMK. Namun, kata dia, harga obat herbal tersebut mahal. Bahkan bisa mencapai Rp 250 ribu hanya untuk satu takaran obat herbal.

"Kadang ada yang butuh tiga obat herbalnya untuk satu ekor jadi Rp 750 ribu. Itu kita berat, ketambahan untuk pemulihan hewan ternak, kita butuh beli konsentrat sapi per hari 2 karung yang harganya Rp 210 ribu per karung," kata Jafar.

Sementara itu, vaksinasi PMK terhadap hewan ternak di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, hingga kini mencapai 2.300 ternak atau 76,67 persen dari target sebanyak 3.000 ekor ternak. "Kami optimistis akhir pekan ini bisa selesai melakukan vaksinasi terhadap 3.000 ekor ternak sesuai dengan vaksin yang tersedia sebanyak 3.000 dosis" kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang Agus Iwan Haswanto.

Sedangkan, Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menyatakan telah menyuntikkan vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) kepada 4.081 ekor hewan ternak di daerahnya. "Untuk kambing dan domba juga nanti mendapat vaksinasi, sambil berjalan. Yang sakit tidak kita beri vaksin, tapi kita obati. Jadi vaksin untuk hewan yang masih sehat," kata Plt Bupati Bogor, Iwan Setiawan.

Saat ini, proses vaksinasi masih terus berjalan oleh Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Bogor dibantu instansi lain untuk menghabiskan vaksin yang diberikan pemerintah pusat melalui Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yakni sebanyak 7.900 dosis.

Sumber : Antara


BI Diminta Cegah Pelemahan Rupiah

Pelemahan nilai tukar rupiah saat ini baru fase awal.

SELENGKAPNYA

Industri Farmasi Halal Butuh Penguatan Litbang

Permintaan terhadap pelayanan kesehatan dengan prinsip syariah semakin meningkat.

SELENGKAPNYA

Pertamina: Harga Pertalite tak Naik

Pertamina akan terus memantau kondisi harga pasar terkait BBM.

SELENGKAPNYA
×