Musisi Kashmir, Sarfaraz Javaid (kanan) dan Mohsin Hassan Bhat memainkan musik di tepian Srinagar, Kashmir, 17 Juni 2022 lalu. | AP Photo/Dar Yasin

Kisah Mancanegara

06 Jul 2022, 03:45 WIB

Di Kashmir, Musik Jadi Suara Mereka

Gerakan musik yang dibawa Javaid memadukan unsur-unsur Islam dan puisi spiritual.

OLEH DWINA AGUSTIN

Sarfaraz Javaid menepuk-nepuk dadanya secara berirama dalam sebuah video musik. Ia bergoyang mengikuti alunan gitar, dan membiarkan suaranya yang terdengar di hutan.

"Jelaga macam apa yang menyelimuti langit? Jelaga itu telah mengubah duniaku menjadi gelap... Mengapa rumah kami diserahkan kepada orang asing?” suaranya meliuk serak, yang dikutip Associated Press, Selasa (5/7).

Khuaftan Baange dalam bahasa Kashmir berarti "panggilan shalat malam". Lagu itu terdengar seperti nyanyian rintihan bagi Kashmir yang berpenduduk mayoritas Muslim. Wilayah Himalaya ini sangat indah, tetapi menjadi tempat pecahnya konflik teritorial selama beberapa dekade. Tentara yang membawa senjata dan tindakan keras terhadap penduduk menjadi pemandangan biasa.

photo
Musisi Zeeshan Nabi memainkan musik di kediamannya di Srinagar, Kashmir, 13 Juni 2022 lalu. - (AP Photo/Dar Yasin)

Nadanya sedih tetapi mewah dalam simbolisme liris yang diilhami oleh nilai tasawuf. Berwujud Marsiya atau syair puisi yang menjadi ratapan bagi para syuhada Muslim.

"Saya hanya mengekspresikan diri dan berteriak, tetapi ketika harmoni ditambahkan, itu menjadi sebuah lagu," kata Javaid, yang tumbuh menjadi penyair, seperti ayah dan kakeknya.

Javaid adalah salah satu seniman di Kashmir. Dia membawakan musik yang membentuk tradisi musik baru yang memadukan rock Sufi progresif dengan hip-hop dalam ekspresi aspirasi politik yang tegas. Mereka menyebutnya conscious music atau musik yang membangkitkan kesadaran.

Gerakan musik yang dibawa Javaid memadukan unsur-unsur Islam dan puisi spiritual yang dicampur dengan metafora agama. Ini adalah cara memutar untuk menghindari pembatasan berbicara yang diberlakukan India di Kashmir.

Dia juga berusaha menjembatani ketegangan antara tradisi Muslim dan modernisme di wilayah yang dalam banyak hal masih melekat pada masa lalu yang konservatif.

photo
Sejumlah musisi Kashmir memainkan musik di Srinagar, Kashmir, 17 Juni 2022 lalu. - (AP Photo/Dar Yasin)

“Yang (simbolisme agama) lakukan adalah terus-menerus mengetuk pintu, baik dalam bentuk pengingat atau memori masa lalu,” kata komposer Zeeshan Nabi di pinggiran Kota Srinagar, ibu kota Jammu dan Kashmir pada musim panas.

Kashmir memiliki tradisi puisi lisan yang berusia berabad-abad yang sangat dipengaruhi oleh Islam. Syair-syair mistis dan rhapsodik yang sering digunakan saat berdoa.

Bagi Kashmir, musik dalam bahasa Inggris hip-hop dan rap adalah lagu baru perlawanan. Penyanyi lagu seperti Roushan Illahi atau dikenal dengan MC Kash adalah pelopor genre tersebut. Tapi, lagu-lagu Kash terang-terangan mempertanyakan klaim India atas wilayah yang bergolak itu ilegal. Sering diinterogasi oleh polisi mendorong Kash ke titik hampir berhenti bermusik.

Kashmir menjadi wilayah yang disengketakan India dan Pakistan sejak 1947. PBB kemudian membagi Kashmir menjadi dua.

India telah secara tegas membatasi kebebasan berekspresi mengenai masalah di Kashmir. Pembatasan antara lain dirasakan media, perbedaan pendapat, dan praktik keagamaan. Entah berapa banyak warga Kashmir 'hilang" dan gugur. Tekanan itu menyemaikan benih militansi, meski hanya minoritas.

Malam itu, Javaid duduk di tepi Dal Lake, danau yang digelari "permata di mahkota Kashmir". Saat matahari terbenam dan titik air mulai jatuh, Javaid menggumamkan nama-nama orang yang hilang tanpa kabar.

"Saya menuangkan apa yang saya lihat," katanya. "Saya melihat rasa sakit, kegetiran, dan kehilangan." 

Sumber : Associated Press


Memopulerkan Thibbun Nabawi, Terapi Pengobatan Rasulullah

Bekam bisa menjadi terapi kepada jamaah haji di KKHI.

SELENGKAPNYA

Pendidikan Ibadah Kurban

Jika dikaitkan dengan pendidikan, ibadah kurban merupakan ibadah yang sarat edukasi nilai.

SELENGKAPNYA
×