Presiden Joko Widodo (tengah) berbincang dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (kiri) dan Menteri Energi dan Infrastruktur UEA Suhail Mohammed Al Mazroei (kanan) setibanya di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), Jumat (1/7/2022). | ANTARA FOTO/HO/BPMI-Muchlis Jr/wpa/rwa.

Kabar Utama

02 Jul 2022, 03:55 WIB

RI-UEA Sepakat Tingkatkan Kerja Sama

Presiden Rusia Vladimir Putin mengaku puas dengan hasil pertemuan bersama Presiden Jokowi

JAKARTA – Presiden Joko Widodo secara maraton melakukan pertemuan penting dalam beberapa hari terakhir. Setelah bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk misi perdamaian, Jokowi bertolak ke Abu Dhabi bertemu Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohamed bin Zayed bin Sultan Al Nahyan (MBZ) menjajaki peluang kerja sama ekonomi dan investasi.

Presiden Jokowi tiba di Istana Al Shatie sekitar pukul 13.30 waktu setempat dan langsung melaksanakan sesi foto bersama dan pertemuan bilateral antara dua delegasi. Dalam sambutan pengantarnya, Presiden mengapresiasi Presiden MBZ atas hubungan persahabatan antara Indonesia dan UEA yang terus meningkat di tengah situasi penuh tantangan sekarang ini.

Dalam kesempatan tersebut, kedua pemimpin negara melakukan pertukaran dokumen MoU kerja sama di bidang perdagangan, perubahan iklim, kesehatan, maritim dan perikanan, pertahanan, pendidikan, dan pelabuhan. “Terima kasih telah menerima kami, di tengah situasi menantang seperti sekarang ini kita terus bekerja sama meningkatkan hubungan antara kedua negara,” ucap Jokowi, dikutip dari siaran pers Istana, Jumat (1/7).

Sebelum bertemu Syeikh Zayed, mantan wali kota Solo itu bertemu dan berdialog dengan sejumlah investor dan pengusaha UEA. Menteri BUMN Erick Thohir yang turut serta dalam pertemuan yang digelar di Hotel Emirates Palace, Abu Dhabi, mengatakan, para investor dan pengusaha UEA optimistis untuk bekerja sama dalam beberapa proyek kedua negara.

“Alhamdulillah tadi pertemuan Bapak Presiden dengan beberapa perusahaan investasi dari Abu Dhabi di mana mereka sangat optimistis untuk bekerja sama dalam beberapa proyek yang bisa disinergikan dua negara, yaitu UAE, Abu Dhabi, dengan tentunya Indonesia,” kata Erick selepas pertemuan, dikutip dari siaran pers Istana, Jumat (1/7).

Erick menjelaskan, setidaknya ada empat poin yang didiskusikan Presiden Jokowi dengan para pengusaha. Pertama, terkait logistik udara. Erick menyampaikan, di era sekarang yang penuh ketidakpastian dalam hal logistik dan rantai pasok, Indonesia dan UEA bisa menjadi mitra strategis.

Menurut Erick, Indonesia dan UEA bisa menjadi mitra yang saling menguntungkan. Indonesia sebagai pusat dari supply chains karena kaya dengan sumber daya alam seperti energi, pangan, dan lain-lain.

photo
Presiden Joko Widodo (keempat kanan) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo (ketiga kanan) disambut Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (kedua kanan) dan Menteri Energi dan Infrastruktur UEA Suhail Mohammed Al Mazroei (kelima kanan) setibanya di Bandara Internasional Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), Jumat (1/7/2022). - (ANTARA FOTO/HO/BPMI-Muchlis Jr/wpa/rwa.)

“Secara bersamaan UAE ini bisa menjadi jendela untuk Indonesia untuk melakukan transaksional dari barang-barang kita ke luar negeri. Ini juga jadi bagian pembukaan lapangan kerja yang sangat besar untuk Indonesia dan tentu bagaimana kita bisa memaksimalkan kerja sama ekonomi,” ujar dia.

Kedua, lanjut Erick, terkait ibu kota Nusantara (IKN). Erick menjelaskan, Indonesia dengan pertumbuhan ekonomi dan penduduknya yang pesat perlu membuat ibu kota baru. Menurutnya, pemerintah perlu menyiapkan kota masa depan untuk penduduk yang saat ini mayoritas berusia muda.

“Tidak mungkin 50 juta usia muda Indonesia itu harus masuk ke kota-kota yang sudah tua. Tentu dengan sistem dari teknologi terbarukan kita harus menyiapkan kota masa depan. UAE sangat optimistis melihat ini sesuatu yang baik karena melihat percontohan kota-kota besar di dunia yang sekarang menjadi juga pusat pertumbuhan ekonomi masing-masing negaranya,” kata dia.

Poin ketiga yakni terkait pembangunan wisata laut dalam konteks ekonomi biru (blue economy). Menurut Erick, Presiden Jokowi ingin agar pembangunan ekonomi biru dapat turut menjaga alam Indonesia, tidak sekadar mengeksploitasinya.

“Kita mempunyai Raja Ampat, mempunyai juga ada yang namanya Komodo yang sangat dilindungi. Nah ini sekarang kita coba melihat bagaimana membangun peta biru secara menyeluruh, wisata laut kita yang friendly atau sangat bersahabat dengan alam dan juga dengan industri cruise atau wisata dengan kedekatan kepada kekeluargaan. Jadi bukan sekadar entertainment dan tourism,” ucapnya.

Terakhir, dalam pertemuan juga dibahas mengenai perbandingan kebijakan keuangan Indonesia dengan banyak negara. Menurut Erick, hal itu dilakukan agar Indonesia bisa lebih kompetitif dan bisa terus menjaring investasi untuk menumbuhkan atau membuka seluas-luasnya lapangan kerja. “Ekonomi Indonesia yang hari ini sangat tumbuh baik dan semua negara mengapresiasi itu,” kata dia.

Para pengusaha dan investor yang hadir dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi yaitu National Security Advisor Sheikh Tahnoun bin Zayed Al Nahyan, CEO Group G42 Ltd Peng Xiao, CEO Abu Dhabi Holding Mohamed Hassan Al Suwaidi, dan Executive Director Lulu Group Ashraf Ali.

Sementara, yang turut mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan tersebut yakni Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Duta Besar RI untuk UEA Husin Bagis, Kepala Badan Otorita IKN Bambang Susantono, dan Kepala Indonesia Investment Authority (INA) Ridha Wirakusumah.

photo
Presiden Joko Widodo (ketiga kanan) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo (kanan) disambut oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (kedua kanan), Menteri Energi dan Infrastruktur UEA Suhail Mohammed Al Mazroei (keempat kanan) dan Duta Besar RI untuk UEA Husin Bagis (keempat kiri) setibanya di Bandara Internasional Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), Jumat (1/7/2022). - (ANTARA FOTO/HO/BPMI-Muchlis Jr/wpa/rwa.)

Putin sepakat

Presiden Rusia Vladimir Putin mengaku puas dengan hasil pertemuan bersama Presiden Jokowi pada Kamis (30/6). Menurut Putin, negosiasi dengan Jokowi sangat berarti. “Mengenai pertemuan kami hari ini dengan Joko Widodo, berlangsung seperti dalam berbisnis dan sangat berarti,” ujar Putin dilansir kantor berita TASS, Jumat (1/7).

Putin pun yakin kesepakatan yang dicapai akan memperkuat kerja sama Indonesia-Rusia dari berbagai aspek. Putin juga mendukung Presidensi G-20 Indonesia. “Kami sangat mendukung upaya Indonesia dan Tuan Presiden dalam menyiapkan pelaksanaan KTT G-20 yang akan digelar di Indonesia tahun ini,” ujarnya.

Jokowi melakukan pertemuan dengan Putin di Moskow. Dalam pertemuan ini, kedua pemimpin membahas masalah rantai pasok pangan dan juga pupuk yang terdampak akibat perang. Akibatnya, ratusan juta masyarakat di dunia, khususnya di negara-negara berkembang terancam akan mengalami krisis pangan dan kelaparan.

Dalam keterangan pers bersama usai pertemuan, Jokowi menyampaikan adanya jaminan keamanan dari Presiden Putin untuk Ukraina agar bisa melanjutkan ekspor produk pangan, terutama melalui jalur laut.

“Saya sangat menghargai Presiden Putin yang tadi menyampaikan bahwa memberikan jaminan keamanan untuk pasokan pangan dan pupuk baik dari Rusia dan juga Ukraina,” kata Jokowi.


Tenda Kesehatan di Mina Diperbaiki

Segala persiapan menghadapi puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina terus dilakukan.

SELENGKAPNYA

Pembelian Pertalite Belum Dibatasi

Pertamina membuka pendaftaran uji coba konsumsi Pertalite selama sebulan.

SELENGKAPNYA

Presiden Jokowi Temui Putin Bawa Pesan Zelenskyy

Jokowi menyampaikan jaminan keamanan dari Presiden Putin untuk ekspor produk pangan.

SELENGKAPNYA
×