Petugas melayani pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertamax di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Bacin, Kudus, Jawa Tengah, Rabu (29/6/2022). | ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/wsj.

Kabar Utama

01 Jul 2022, 03:55 WIB

Pembelian Pertalite Belum Dibatasi

Pertamina membuka pendaftaran uji coba konsumsi Pertalite selama sebulan.

JAKARTA -- PT Pertamina (Persero) memulai tahapan uji coba pembelian Pertalite bagi pengguna terdaftar pada hari ini, Jumat (1/7). Uji coba dimulai dengan membuka pendaftaran kepada masyarakat di daerah yang menjadi lokasi percontohan.

Untuk saat ini, kriteria pengendara atau jenis kendaraan roda empat yang diperbolehkan membeli Pertalite melalui aplikasi MyPertamina belum dibatasi. Pendaftaran pengguna disebut menjadi salah satu langkah bagi Pertamina untuk mendapatkan data pengguna Pertalite. Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga Irto Ginting mengatakan, seluruh masyarakat bisa melakukan pendaftaran di website subsiditepat.mypertamina.id.

Pertamina membuka pendaftaran uji coba konsumsi Pertalite bagi pengguna terdaftar selama sebulan. "Langkah ini dilakukan Pertamina agar kita dan pemerintah tahu siapa saja yang mengonsumsi Pertalite. Ini berlaku bagi semua dan jenis kendaraan roda empat saja," kata Irto di Graha Pertamina, Kamis (30/6).

photo
Warga menunjukan aplikasi MyPertamina saat mengisi bahan bakar pertalite di SPBU Pertamina Abdul Muis, Jakarta, Rabu (29/6/2022). - (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc.)

Setelah melakukan pendaftaran, masyarakat akan menerima kode QR yang bisa ditempel di kendaraan masing-masing. Kode QR tersebut yang akan dipindai oleh petugas SPBU saat ada konsumen yang ingin membeli Pertalite. "(Pindai) Lewat ponsel juga tetap bisa. Nantinya, nozel baru bisa mengeluarkan BBM-nya setelah scan QR berhasil."

Program uji coba pembelian Pertalite bagi pengguna terdaftar dilakukan di 11 kabupaten dan kota. Beberapa daerah yang ditunjuk adalah Kota Padang Panjang, Kabupaten Agam di Sumatra Barat, dan Kota Bandung, Kota Sukabumi di Jawa Barat. Program uji coba dan pendaftaran akan diperluas sambil menunggu kesiapan infrastruktur dan sistem, sekaligus untuk mengakomodasi kendaraan baru yang dibeli masyarakat.

Pembelian Pertalite menggunakan aplikasi MyPertamina disebut menjadi salah satu upaya agar penyaluran BBM bersubsidi lebih tepat sasaran. Kendati demikian, Pertamina mengaku belum bisa memberikan batasan jenis mobil apa saja yang diperbolehkan mengkonsumsi Pertalite.

Pembatasan belum bisa dilakukan karena revisi Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 tentang kriteria penerima subsidi belum rampung. "Semua jenis mobil boleh mendaftar. Karena memang kami belum bisa memberikan kriteria untuk Pertalite. Tap kalau solar jelas ada aturannya."

Dia menjelaskan, Pertalite merupakan BBM jenis penugasan yang selisih harga jual dengan harga keekonomiannya dikompensasi pemerintah ke Pertamina. Namun, karena sejak dahulu tidak adanya aturan kriteria penerima BBM khusus penugasan ini, maka Pertamina tak bisa berbuat banyak.

"Hingga saat ini kami belum melakukan pembatasan, termasuk jumlah pembelian. Tapi dengan pendaftaran tersebut kami bisa tahu dan kita rekam history konsumsinya," ujar Irto.

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mencatat, realisasi penyaluran Pertalite dan solar tahun ini sudah melebihi 50 persen dari alokasi yang ditetapkan. Jika tidak ada perbaikan penyaluran BBM subsidi, maka akan terjadi overkuota.

photo
Supir menunjukkan aplikasi Mypertamina yang nantinya digunakan untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) subsidi Pertalite dan Solar di SPBU Pertamina Retail, Yogyakarta, Rabu (28/6/2022). - (Wihdan Hidayat / Republika)

Anggota BPH Migas Saleh Abdurahman mengatakan, realisasi penyaluran solar sudah mencapai 51,24 persen dari kuota yang ditetapkan sebesar 15,1 juta Kiloliter (KL). Adapun realisasi penyaluran Pertalite sudah mencapai 57,56 persen dari kuota 23,05 juta KL. "Volume kuota BBM baik itu solar maupun Pertalite hampir dipastikan akan melebihi kuota apabila jika tidak ada tindakan," kata Saleh.

Overkuota penyaluran akan berimbas pada beban subsidi pada APBN. Apalagi, saat ini harga minyak mentah dunia sedang tinggi. Kondisi ini akan berimbas pula pada neraca perdagangan.

Program pembelian Pertalite dan solar menggunakan aplikasi MyPertamina mendapatkan tanggapan beragam dari masyarakat. Di Bukit Tinggi, Sumbar yang menjadi salah satu lokasi uji coba, warga menilai program tersebut akan menyulitkan konsumen. Kendati demikian, ada pula yang menganggap transaksi menggunakan uang elektronik merupakan hal yang sangat lumrah saat ini.

"Kan tidak semua pengendara paham menggunakan ponsel pintar," kata seorang pengendara bernama Zulkifli, kemarin.

Pendapat berbeda diutarakan warga bernama Muhammad Rizky. Ia justru menyambut baik kebijakan penerapan My Pertamina tersebut. "Setuju-setuju saja kalau memang itu untuk mempermudah transaksi," katanya.

Menurut dia, penggunaan teknologi untuk transaksi di SPBU sudah sepatutnya ditetapkan mengingat perkembangan transaksi elektronik sudah kian masif. Di pasar saja, kata dia, sudah banyak yang menggunakan kode QR. "Warung-warung kecil juga banyak yang sudah melayani pembayaran dengan uang elektronik," katanya.


Mentan: Pertahankan Lahan Pertanian

Kemendag menggencarkan stabilisasi harga bahan pangan di seluruh Indonesia.

SELENGKAPNYA

Daerah Siap Uji Coba MyPertamina

Daerah siap menjalankan uji coba pembelian Pertalite dan solar menggunakan aplikasi MyPertamina.

SELENGKAPNYA

Hargai Perbedaan Waktu Idul Adha

MUI mengimbau agar semangat hari raya kurban diwujudkan dalam kehidupan umat Islam.

SELENGKAPNYA
×