Dubes RI untuk Arab Saudi Abdul Aziz Ahmad (berbatik) meninjau tenda jamaah RI di Arafah, Makkah, Arab Saudi, Sabtu (25/6). | Dok MCH

Jurnal Haji

01 Jul 2022, 08:00 WIB

Tenda Kesehatan di Mina Diperbaiki

Segala persiapan menghadapi puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina terus dilakukan.

ALI YUSUF, A SYALABY ICHSAN dari Makkah

JAKARTA -- Pemerintah Arab Saudi telah menetapkan 10 Dzulhijah bertepatan dengan 9 Juli 2022. Segala persiapan menghadapi puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Arrmuzna) terus dilakukan. 

Pada Rabu (29/6), KKHI Madinah memantau tenda-tenda yang akan digunakan sebagai Posko Pelayanan Kesehatan Mina. Tenda semi permanen tersebut terbuat dari bahan anti api. 

Beberapa tenda rusak karena sudah dua tahun tidak digunakan jamaah haji akibat pandemi Covid-19. Terlihat pekerja memasang Glassfibre Reinforced Concrete (GRC) untuk menutup bagian samping kiri dan kanan tenda. 

Kepala KKHI Madinah dr Enny Nuryanti mengatakan, perbaikan tenda akan selesai sebelum digunakan pada puncak haji. “Pengerjaannya paling selesai dua hari,” kata Enny.

Posko Kesehatan Mina memiliki panjang 27 meter dengan lebar delapan meter. Untuk memudahkan pelayanan kesehatan kepada jamaah, posko ini dibagi menjadi tujuh sekat. Nantinya akan ada masing-masing 10 kasur untuk jamaah perempuan dan  pria yang memerlukan pertolongan.

Enny mengatakan, tim mulai bertugas di Posko Kesehatan Mina pada 10 Dzulhijah pukul 00.00 WAS hingga 13 Dzulhijah atau tanggal 12 Juli. “Sampai pukul jam 15. 00 WAS,” ujarnya.

Tim elektromedis PPIH Arab Saudi bidang kesehatan sudah menyiapkan semua sarana dan prasarana peralatan kesehatan yang akan digunakan di pos kesehatan Armuzna. Beberapa alat kesehatang yang dibawa di antaranya oxygen concentrator, suction pump, nebulizer tensi manual, stetoskop, termometer digital, regulator oksigen, sterilisator, dan minor surgery.

Koordinator Penunjang Medis KKHI Makkah Nurul Jamal Jamil mengatakan peralatan kesehatan ini dibagi tiga kelompok. Kelompok pertama Arafah sebanyak 35 item alat-alat medis, kelompok kedua di Muzdalifah ada 22 item, dan kelompok ketiga di Mina ada 21 item.

photo
Tim PPIH mengecek tenda di kawasan Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna) di Makkah, Arab Saudi, Ahad (19/6/2020). - (Dok MCH)

"Total ada 78 item sarana dan prasarana peralatan kesehatan yang akan dibawa ke pos kesehatan Armuzna, semua sudah kami siapkan," kata dia, Kamis (30/6).

Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) Haji Budi Sylvana mengatakan, KKHI menyiapkan total 782 tenaga kesehatan untuk menghadapi puncak haji. Mereka berasal dari KKHI Makkah dan Madinah.

“Seluruh tenaga kami fokuskan di Armuzna, yang dari Madinah juga sudah ada di Makkah,” kata dia.

Ratusan tenaga kesehatan tersebut terdiri atas 48 dokter spesialis, 67 dokter umum, serta ratusan perawat. Dokter spesialis yang diterjunkan di antaranya spesialis jantung, spesialis paru, spesialis penyakit dalam, anastesi, bedah ortopedi, kulit dan kelamin, mata, dan spesialis jiwa.

“Tenaga dokter dan perawat insya Allah sudah siap. Obat-obatan juga mencukupi untuk puncak Armuzna,” ujarnya.

photo
Tim PPIH mengecek tenda di kawasan Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna) di Makkah, Arab Saudi, Ahad (19/6/2020). - (Dok MCH)

Kepala Seksi Kesehatan Haji Indonesia M Imran mengatakan, hingga saat ini KKHI telah merawat 731 kasus rawat jalan dan 200 rawat inap. “Sekarang ini 67 orang yang rawat inap. Paling banyak penyakit jantung karena memiliki riwayat jantung sebelumnya juga banyak yang diabetes dan hipertensi,” ujarnya.

Perkuat keamanan

Seksi Petugas dan Keamanan Jemaah Daerah Kerja (Daker) PPIH Makkah memperkuat personelnya untuk menghadapi lonjakan jamaah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi. “Personel kami perkuat di Masjidil Haram demi memberikan rasa aman,” ujar Kepala Seksi Petugas dan Keamanan Jamaah, Kolonel Muftil Umam, dalam keterangan yang didapat Republika, Kamis (30/6).

Sebelumnya, sektor khusus Masjidil Haram memiliki 10 personel, kini ditambah 19 menjadi 29 personel. “Ini yang khusus personel dari TNI/Polri,” kata dia.

Total petugas di sektor khusus kini mencapai 80 orang. Mereka tersebar di delapan titik masjid baik di dalam maupun di luar masjid, di antaranya di lokasi tawaf, lokasi sai, pintu Babussalam, sekitar Tower Zamzam, serta tiga terminal bus yang ada di seputaran Masjidil Haram.


Jadwal Melontar Jumrah Dibagi Dua Waktu

Komisi VIII DPR mengapresiasi layanan yang diberikan kepada jamaah haji 2022.

SELENGKAPNYA

Hargai Perbedaan Waktu Idul Adha

MUI mengimbau agar semangat hari raya kurban diwujudkan dalam kehidupan umat Islam.

SELENGKAPNYA

Menkes Segera Keluarkan Aturan Ganja Medis

Kemenkes sudah melakukan kajian penggunaan ganja untuk medis.

SELENGKAPNYA
×