Ilustrasi Bank BNI | ANTARA FOTO/Siswowidodo

Ekonomi

01 Jul 2022, 05:05 WIB

BNI Kelola Solusi Jasa Kepelabuhanan

BNI bersama SPMT membangun solusi bisnis dalam penerimaan pembayaran tagihan di jasa kepelabuhanan.

JAKARTA -- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menggandeng PT Sub Pelindo Multi Terminal (SPMT) untuk memperkuat kerja sama integrated cash management (ICM), sebagai solusi bisnis dalam penerimaan pembayaran tagihan, khususnya di segmen jasa kepelabuhanan.

Penguatan kerja sama ini untuk menjawab potensi pertumbuhan kinerja segmen pelabuhan ini mencakup layanan pengelolaan pengeluaran perusahaan ataupun penerimaan dari pengguna jasa atas pembayaran tagihan jasa kepelabuhanan dengan sistem host to host.

SEVP Digital Bisnis BNI Rian Kaslan mengatakan, lewat implementasi ICM, maka seluruh solusi pengeluaran dan penerimaan perusahaan dapat dilakukan secara terpadu. SPMT nantinya juga menyesuaikan semua layanan dengan kebutuhan, seperti potensi layanan IFT, eBG, Ecollection, Direct Dealing , H2H ERP, SCF, notional pooling, serta report management untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam hal pelaporan, monitoring transaksi, dan rekonsiliasi.

"Kami pun berterima kasih atas kepercayaan SPMT pada BNI dan akan bersinergi dengan SPMT untuk memberikan layanan terbaik, baik bagi SPMT maupun pengguna jasa," kata Rian di Jakarta, Kamis (30/6).

 

Sejauh ini, BNI juga telah berhasil mengimplementasikan layanan BNIDirect dengan aktif menggunakan transaksi etax, pembayaran billing payment, payroll serta transfer (inhouse dan domestik) dan telah terintegrasi H2H atas layanan collection Billing Payment dan autocollection untuk Pelabuhan di Belawan dan Dumai.

"Tentunya kami berharap kerja sama ini dapat meningkatkan dan menciptakan nilai tambah dan manfaat dalam pengelolaan keuangan di SPMT," kata Rian.

Sementara itu, Direktur Keuangan SPMT Yon Irawan berharap nantinya pembayaran layanan kepelabuhanan bisa semudah transaksi di e-commerce, mudah, cepat, dan aman serta memberikan layanan terbaik bagi pengguna jasa. "Kami mengapresiasi BNI yang proaktif bersama SPMT membangun solusi bisnis dalam penerimaan pembayaran tagihan di jasa kepelabuhanan," kata Rian.

Yon juga memaparkan, sejak merger PT Pelindo (Persero) pada 1 Oktober 2021, saat ini terdapat empat unit usaha yang salah satunya adalah SPMT yang berpusat di Medan. Secara bisnis multiterminal, SPMT mencakup bisnis kepelabuhanan dengan spesialis bidang operasi terminal multipurpose di Indonesia, seperti terminal curah cair, curah kering, kargo umum, dan lain sebagainya.

Sebelumnya, BNI juga memberikan fasilitas pinjaman senilai Rp 1 triliun kepada PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe), yang akan digunakan perusahaan farmasi tersebut untuk ekspansi usaha termasuk penambahan belanja modal ataupun aksi korporasi lainnya.

Pemberian fasilitas kredit ditandai dengan penandatanganan perjanjian antara Pemimpin Divisi Corporate Banking 1 BNI I Made Sukajaya dan Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius, yang disaksikan Direktur Corporate Banking BNI Silvano Rumantir dan Direktur Keuangan Kalbe Farma Bernadus Karmin Winata.

"Kami berterima kasih atas dukungan BNI dalam pemberian fasilitas kredit ini, yang nantinya dapat digunakan untuk ekspansi usaha, termasuk penambahan belanja modal ataupun aksi korporasi lainnya," kata Vidjongtius.

Vidjongtius melanjutkan, perolehan fasilitas kredit tersebut akan menunjang secara langsung pengembangan usaha perusahaan dari waktu ke waktu dalam rangka memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat Indonesia.

Industri farmasi merupakan salah satu industri yang cukup berdaya tahan dalam menghadapi dampak negatif pandemi Covid-19 karena mampu terus menumbuhkan bisnisnya dalam mendukung akselerasi pemulihan perekonomian nasional serta menyediakan obat-obatan, produk kesehatan, dan nutrisi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pada 2021, nilai penjualan Kalbe Farma mencapai Rp 26 triliun dan pada kuartal I 2022, penjualan perusahaan mencapai Rp 7 triliun atau tumbuh 16 persen dibandingkan kuartal I 2021 dengan penjualan mencapai Rp 6 triliun.

Direktur Corporate Banking BNI Silvano Rumantir mengatakan, hal ini merupakan momentum yang sangat baik bagi BNI untuk dapat memperdalam hubungan kerja sama dengan Kalbe Farma, yang merupakan salah satu pemain terbesar di industri farmasi Indonesia.

Pemberian fasilitas kredit ini merupakan salah satu bentuk komitmen BNI sebagai perbankan nasional untuk turut mendukung perkembangan bisnis sektor prioritas, termasuk industri kesehatan, serta farmasi.

Menurut Silvano, tren pemulihan kinerja ekonomi semakin kuat di pertengahan tahun ini. Pelaku industri perbankan terus membuka berbagai celah pertumbuhan kinerja fungsi intermediasi untuk menambah daya ungkit pemulihan ekonomi.

Sebagai bank BUMN yang fokus pada penyaluran kredit di segmen korporasi, perseroan aktif bertransformasi dan fokus melakukan penyaluran kredit ke top tier company di Indonesia. Sektor kesehatan termasuk farmasi, merupakan salah satu sektor unggulan yang menjadi prioritas BNI dalam hal pengembangan bisnis dan penyaluran kredit.

"Tentunya, di luar kerja sama kredit ini, kami akan lebih banyak lagi mengeksplorasi potensi kolaborasi dengan Kalbe Farma. Sebagai bank yang bertransformasi digital, tentunya banyak produk dan solusi digital yang mampu menjadi nilai tambah kami dalam meningkatkan sinergi kemitraan dengan Kalbe Farma," kata Silvano.

Sumber : Antara


Sirkuit Mandalika Dibuka untuk Umum

ITDC menyediakan tarif tiket harian untuk mengikuti Mandalika Track Walk.

SELENGKAPNYA

Pelindo Bidik Pendapatan Rp 30,4 Triliun 

Capaian positif Pelindo pada 2021 sejalan dengan program merger yang telah dijalankan.

SELENGKAPNYA

Jangan Ada Lagi Kerusakan di Ukraina

Peperangan Rusia-Ukraina telah menyebabkan ancaman krisis pangan global.

SELENGKAPNYA
×