Presiden RI Joko Widodo dan ibu negara Iriana meninjau kompleks apartemen yang terkena serangan bom Rusia di Kota Irpin, Ukraina, Rabu (29/6/2022). | EPA-EFE/LAILY RACHEV/INDONESIAN PRESIDENTIAL

Kabar Utama

30 Jun 2022, 03:55 WIB

Jangan Ada Lagi Kerusakan di Ukraina

Peperangan Rusia-Ukraina telah menyebabkan ancaman krisis pangan global.

JAKARTA – Presiden Joko Widodo telah tiba di Kiev, Ukraina, pada Rabu (29/6) waktu setempat setelah 11 jam menempuh perjalanan darat menggunakan kereta api dari Kota Przemysl, Polandia.

Jokowi bertemu Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, di Istana Maryinsky, dalam upaya mewujudkan perdamaian dengan terhentinya perang antara Rusia dan Ukraina. Dalam memulai misi perdamaian, Jokowi dan Ibu Negara Iriana Jokowi beserta Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, meninjau kompleks apartemen Lipky di Kota Irpin.

Didampingi Wali Kota Irpin Alexander Grigorovich Markushin, Jokowi melihat langsung puing-puing bangunan apartemen yang hancur. Ia menyesalkan ada banyak permukiman dan infrastruktur yang rusak akibat perang.

“Sangat menyedihkan sekali banyak rumah-rumah yang rusak kemudian juga infrastruktur yang rusak. Semoga perang ini bisa segera dihentikan dan tidak ada lagi kota-kota di Ukraina yang rusak,” kata Jokowi dalam siaran pers kepada wartawan, Rabu (29/6).

Sebelum keberangkatannya ke Jerman menghadiri pertemuan negara G-7, Presiden Jokowi menyatakan kunjungannya ke Ukraina untuk bertemu dengan Zelenskyy guna membuka ruang dialog dalam rangka perdamaian serta membuka kembali rantai pasok pangan. Peperangan Rusia-Ukraina telah menyebabkan ancaman krisis pangan global.

Usai mengunjungi Ukraina, Presiden Jokowi kemudian akan menuju Rusia untuk bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin. Dia mendorong agar Presiden Putin membuka ruang dialog dan segera melakukan gencatan senjata. “Dengan misi yang sama, saya akan mengajak Presiden Putin untuk membuka ruang dialog dan sesegera mungkin untuk melakukan gencatan senjata dan menghentikan perang,” ujar Jokowi.

Menlu Retno mengatakan, dalam beberapa hari ini ia terus melakukan komunikasi secara intensif dengan berbagai pihak terkait kunjungan Presiden ke Ukraina dan Rusia. Komunikasi intensif juga terus dilakukan dengan Ukraina dan Rusia. Selain itu komunikasi juga dilakukan dengan Presiden Palang Merah Internasional hingga Sekjen PBB.

Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan, kunjungan Presiden Jokowi ke Ukraina dan Rusia dalam rangka misi perdamaian ini penting dan bersejarah bagi bangsa Indonesia dan dunia. Sebab, kedua negara beberapa bulan terakhir ini sedang berkonflik dan memberi dampak luas bagi negara-negara lain di dunia.

Wapres berharap lawatan Presiden Jokowi ke Ukraina dan Rusia ini membawa hasil untuk terciptanya perdamaian kedua negara. Sebab, perdamaian kedua negara ini nantinya menjadi awal terciptanya pembangunan ekonomi dunia yang stabil di masa yang akan datang. “Kita berdoa semoga perjalanan Presiden selamat dan sukses menjalankan misi perdamaian,” ujar Wapres.

Wapres juga mengajak masyarakat turut mendoakan misi perdamaian tersebut berjalan lancar demi kepentingan seluruh dunia. Menurutnya, lawatan Presiden Jokowi ke Ukraina dan Rusia ini juga menandakan prinsip Indonesia sebagai negara yang selalu menjunjung tinggi terciptanya perdamaian di dunia. Ini sebagaimana tertuang dalam pembukaan UUD 1945 dan dilaksanakan secara konsisten oleh Pemerintah Indonesia.

Wakil Ketua MPR Ahmad Muzani mengapresiasi langkah Presiden Jokowi yang mengupayakan perdamaian Ukraina dan Rusia. Agenda ini sejalan dengan amanat UUD 1945 yang menegaskan bahwa Indonesia bertanggung jawab untuk turut serta dalam upaya menciptakan perdamaian dan ketertiban dunia.

“Langkah presiden ini strategis untuk menghindari ancaman krisis pangan dan energi akibat perang tersebut,” kata Muzani.

Muzani menerangkan perang antarkedua negara tersebut telah memicu krisis pangan dan energi yang menimbulkan peningkatan harga-harga komoditas dunia. Indonesia sebagai Presidensi G-20 dinilai berperan penting untuk menggunakan pengaruhnya guna meredam perang Ukraina-Rusia.

photo
Presiden RI Joko Widodo dan ibu negara Iriana meninjau kompleks apartemen yang terkena serangan bom Rusia di Kota Irpin, Ukraina, Rabu (29/6/2022). - (EPA-EFE/LAILY RACHEV/INDONESIAN PRESIDENTIAL )

Pakar hubungan internasional Universitas Airlangga I Gede Wahyu Wicaksana menyatakan, pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Presiden Rusia dan Ukraina untuk membuka ruang dialog adalah usaha yang baik. Namun, untuk sampai pada hasil akhir terciptanya perdamaian kedua negara butuh upaya lebih besar.

Wahyu menjelaskan, konflik Rusia dan Ukraina adalah permasalahan historis yang melibatkan identitas. Kapasitas Indonesia untuk mendamaikan konflik antara Rusia dan Ukraina sangat kecil. Hal itu karena selama ini Indonesia belum menjadi pemain besar di kawasan Eropa Timur.

Dia menilai, tujuan utama Jokowi mengunjungi Zelensky dan Putin adalah untuk mendinginkan suasana sebelum acara pertemuan puncak (KTT) G20 di Bali. Hal itu penting karena di acara KTT G20 turut hadir Presiden Ukraina dan Presiden Rusia. Indonesia sebagai tuan rumah, menurutnya, tentu tidak ingin ada pertengkaran di forum resmi tersebut.

photo
Pemadam kabakaran melaksanakan tugas di kompleks perumahan yang dibom Rusia di Kiev, pada Ahad (26/6/2022). - (AP/Nariman El-Mofty)

Rusia Masih Bombardir Ukraina

Rusia masih membombardir beberapa wilayah di Ukraina. Pembangkit listrik termal yang berada di wilayah Sievierodonetsk, Luhansk, bagian timur Ukraina, hancur terhantam serangan Rusia. Peristiwa ini terjadi bersamaan dengan pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.

“Pembangkit listrik tenaga panas Sievierodonetsk hampir hancur total karena pertempuran di wilayah Luhansk,” kata Energoatom (Perusahaan Pembangkit Energi Nuklir Nasional Ukraina) lewat akun Telegram, Rabu (29/6), dilaporkan laman kantor berita Ukraina, Ukrinform.net.

Itu bukan pertama kalinya Rusia menghancurkan pembangkit listrik termal milik Ukraina. Pada awal Maret lalu, pembangkit listrik serupa yang berada di Okhtyrka juga hancur terhantam serangan Rusia.

Serangan ke pembangkit listrik termal Sievierodonetsk terjadi saat Zelenskyy menyampaikan pidato secara virtual dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Dalam pidatonya, ia menyerukan Rusia agar diisolasi.

photo
Pemadam kabakaran melaksanakan tugas di kompleks perumahan yang dibom Rusia di Kiev, pada Ahad (26/6/2022). - (AP/Nariman El-Mofty)

“Rusia harus diisolasi. Ia tidak boleh hadir di badan-badan internasional yang ingin dihancurkannya. Tidak boleh ada dialog yang tidak masuk akal sampai ia mulai mencari dialog tersebut,” ujar Zelenskyy.

Ia pun kembali menekankan bahwa negaranya membutuhkan jaminan keamanan. Oleh sebab itu, tempat bagi Ukraina di ruang keamanan bersama harus ditemukan. Terkait hal tersebut, dia melayangkan kritik tersirat ke NATO. 

“Kebijakan pintu terbuka NATO seharusnya tidak menyerupai penghalang tiket lama di bawah tanah Kiev: mereka terbuka, dan ketika Anda mendekat, mereka menutup sampai Anda membayar. Apakah Ukraina belum membayar cukup? Apakah kontribusi kami untuk pertahanan Eropa dan peradaban secara keseluruhannya masih belum mencukupi? Apa lagi yang dibutuhkan?” ucapnya.

Pasukan Rusia juga dilaporkan menyerang daerah Mykolaiv, di selatan Ukraina pada Rabu (29/6). Rusia mengintensifkan serangan di seluruh negeri ketika anggota Organisasi Pertahanan Atlantik Utara (NATO) bertemu di Madrid untuk menjanjikan dukungan abadi ke Ukraina.

Wali Kota Mykolaiv, Oleksandr Senkevych mengatakan, serangan rudal Rusia menewaskan sedikitnya tiga orang di sebuah bangunan perumahan di sana. Menurut dia, delapan rudal Rusia telah menghantam kota itu, termasuk mengenai sebuah blok apartemen.

Foto-foto menunjukkan asap mengepul dari sebuah bangunan empat lantai dengan lantai atasnya sebagian hancur. Namun, Moskow mengatakan, pasukannya telah menghantam apa yang mereka sebut pangkalan pelatihan tentara bayaran asing di wilayah tersebut.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, pasukannya melakukan serangan di pangkalan pelatihan militer untuk ‘tentara bayaran asing’ di dekat kota, juga menghantam delapan depot amunisi serta tempat pembuangan bahan bakar. Mykolaiv telah menjadi benteng melawan upaya Rusia untuk mendorong Barat menuju kota pelabuhan utama Ukraina, Odesa. Serangan Mykolaiv terjadi hanya dua hari setelah rudal Rusia menghantam pusat perbelanjaan di Kremenchuk.

Sementara itu, di timur Ukraina, gubernur Provinsi Luhansk mengatakan, terjadi pertempuran di banyak daerah. Pertempuran juga terjadi di sekitar kota puncak bukit Lysychansk, yang coba dikepung oleh pasukan Rusia. Pertempuran untuk Lysychansk di Luhansk mengikuti jatuhnya Sievierodonetsk, kota kembarnya di seberang Sungai Donets Siverskyi pada Sabtu pekan lalu.

photo
Pemadam kabakaran melaksanakan tugas di kompleks perumahan yang dibom Rusia di Kiev, pada Ahad (26/6/2022). - (AP/Nariman El-Mofty)

Sedangkan Gubernur Kryvyi Rih di Ukraina tengah mengatakan, penembakan Rusia juga meningkat di sana dalam beberapa hari terakhir. “Beberapa desa telah terhapus dari muka bumi,” kata Gubernur Kryvyi Rih, Oleksander Vilkul.

Komandan angkatan bersenjata Ukraina Jenderal Valery Zaluzhny mengatakan, Rusia telah menembakkan sekitar 130 rudal ke Ukraina dalam empat hari terakhir. Ini merupakan sebuah indikasi intensifikasi serangan.

Rusia telah membantah menargetkan wilayah sipil. Namun, PBB mengatakan, setidaknya 4.700 warga sipil telah tewas sejak Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari.

Serangan-serangan meningkat terjadi ketika pasukan Presiden Rusia Vladimir Putin membuat kemajuan yang meski lambat, tapi tak terhindarkan. Invasi Rusia yang masuk bulan kelima ini seturut serangan rudal di sebuah pusat perbelanjaan, yang menewaskan sedikitnya 18 orang di Ukraina tengah pada Senin.


Jokowi Ajak G-7 Atasi Krisis Pangan

Rantai pasok global yang terimbas perang Ukraina-Rusia harus segera dipulihkan. 

SELENGKAPNYA

Polisi Bidik Pihak Manajemen Holywings

Polisi mengincar tersangka di pihak manajemen.

SELENGKAPNYA

MyPertamina Jadi Syarat Beli Pertalite dan Solar

Kebijakan syarat MyPertamina ini mendapatkan ragam komentar dari masyarakat.

SELENGKAPNYA
×