Bendera-bendera anggota NATO dikibrkan menjelang KTT NATO di Madrid, Spanyol, Senin (27/6/2022). | AP/Manu Fernandez

Internasional

01 Jul 2022, 03:45 WIB

Rusia dan Cina Kecam NATO

Rusia akan merespons bila pasukan dan infrastruktur militer NATO masuk ke Finlandia dan Swedia.

MADRID -- Moskow dan Beijing mengecam keras pernyataan Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Madrid, Kamis (30/6). Aliansi pertahanan itu menyebut Rusia "ancaman langsung" dan Cina "tantangan serius" pada stabilitas global.

Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan, ia akan merespons bila negara-negara Nordik mengizinkan pasukan dan infrastruktur militer NATO masuk ke wilayah mereka. Ia mengatakan Rusia akan "menciptakan ancaman yang sama pada wilayah yang menciptakan ancaman pada kami."

“Dengan Swedia dan Finlandia, kami tidak memiliki masalah seperti yang kami miliki dengan Ukraina.  Mereka ingin bergabung dengan NATO, silakan," kata Putin kepada televisi pemerintah Rusia.

“Tetapi mereka harus memahami bahwa tidak ada ancaman sebelumnya, sementara sekarang, jika kontingen militer dan infrastruktur dikerahkan di sana, kita harus merespons dengan baik serta menciptakan ancaman yang sama," kata Putin menambahkan, mengacu pada undangan NATO kepada kedua negara itu untuk menjadi anggota baru mereka.

Pemimpin NATO resmi mengundang Finlandia dan Swedia untuk bergabung setelah menyelesaikan penolakan dari Turki. Bila negara-negara Nordik itu disetujui 30 negara anggota, maka perbatasan NATO dengan Rusia hanya berjarak 1.300 kilometer.

Sebelumnya Turki mencabut hak vetonya atas Finlandia dan Swedia untuk bergabung dengan NATO. Turki mengambil langkah tersebut setelah ada kesepakatan antara Finlandia dan Swedia untuk saling melindungi keamanan satu sama lain. Melalui langkah tersebut,  Helsinki dan Stockholm dapat melanjutkan aplikasi mereka untuk bergabung dengan NATO yang menandai perubahan terbesar dalam keamanan Eropa dalam beberapa dekade.

Sementara itu Cina menuduh NATO "memfitnah dan menyerang" mereka. Misi Cina untuk Uni Eropa mengatakan, NATO "mengeklaim negara-negara lain yang menimbulkan tantangan, tetapi sebetulnya NATO yang menciptakan masalah di seluruh dunia."

photo
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bersama Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg sebelum meneken kesepakatan yang bersedia kesediaan Turki menerima Finlandia dan Swedia sebagai anggota NATO di Madrid, Spanyol, Selasa (28/6/2022). - (APBernat Armangue)

Dalam KTT kali ini, NATO menyelesaikan pertemuannya dengan pernyataan tentang masa depan dunia yang suram. Ketika kekuatan-kekuatan besar bersaing dan muncul berbagai ancaman mulai dari serangan siber sampai perubahan iklim.

"(Invasi Rusia ke Ukraina membawa) perombakan besar pada pertahanan kolektif kami sejak akhir Perang Dingin," kata Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg, Kamis.

Invasi itu disebut mengguncang perdamaian Eropa. NATO merespons dengan mengerahkan senjata dan pasukan ke Eropa Timur dalam skala yang tidak pernah terjadi sebelumnya puluhan tahun. Di pertemuan itu, pemimpin-pemimpin NATO sepakat untuk meningkatkan skala kekuatan militer di sepanjang garda timur. Di Eropa Timur, negara-negara seperti Rumania hingga Baltik khawatir dengan rencana masa depan Rusia.

Uni Eropa mengumumkan mulai tahun depan mereka akan meningkatkan kekuatan reaksi cepat hingga delapan kali lipat dari 40 ribu pasukan menjadi 300 ribu pasukan. Pasukan itu akan berjaga di negara masing-masing tapi didedikasikan untuk negara tertentu di timur, tempat NATO berencana menumpuk peralatan dan amunisi.

Negara anggota NATO juga memberikan bantuan militer dan sipil senilai miliaran dolar AS ke Ukraina. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy yang berpidato melalui video meminta bantuan lebih banyak lagi.

Zelenskyy mendesak NATO untuk mengirimkan sistem artileri canggih dan senjata lainya. Ia memperingatkan para pemimpin Uni Eropa antara memberikan bantuan ke Kiev atau "menghadapi perang tertunda dengan Rusia."

Putin menambahkan, tujuan operasi militer khusus di Ukraina tetap tidak berubah. Putin mengatakan, tujuannya adalah untuk membebaskan wilayah Donbas di Ukraina timur dan menciptakan kondisi untuk memastikan keamanan Rusia. 

Sumber : Reuters/Associated Press


Daerah Siap Uji Coba MyPertamina

Daerah siap menjalankan uji coba pembelian Pertalite dan solar menggunakan aplikasi MyPertamina.

SELENGKAPNYA
×