Anggota Tentara Nasional Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB)- OPM merayakan hari jadi di Kabupaten Pegunungan Bintang pada Senin (28/3/2022). | Dok TPNPB

Nasional

30 Jun 2022, 03:45 WIB

KKSB Tembak Mati Anggota TNI

TPNPB-OPM mengeklaim bertanggung jawab atas penembakan di Pos Ramil Kiwirok tersebut.

JAKARTA -- Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Letkol Kav Herman Taryaman mengonformasi penyerangan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) terhadap pos TNI Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang, Papua pada Rabu (29/6). Akibatnya, satu personel TNI meninggal dunia karena luka tembakan.

"Satu personel atas nama Prada Beryl Kholif Al Rohman meninggal dunia," kata Herman dalam keterangan resmi tertulisnya, kemarin.

Herman menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Rabu sekitar pukul 15.30 WIT. Pos Ramil Kiwirok Satgas Kodim Yonif PR 431/SSP Distrik Kiwirok diserang oleh KKSB Ngalum Kupel.

"Diduga dilakukan oleh kelompok Lamek Apleki Taplo terhadap Pos Ramil Kiwirok Satgas Kodim Yonif PR 431/SSP," ujarnya.

Ia menyebut, Prada Beryl terkena tembakan di bagian paha dan meninggal dunia karena kehabisan darah. Rencana evakuasi terhadap korban masih melihat perkembangan situasi. "Akan disampaikan setelah ada kepastian kapan dan dimana evakuasi akan dilakukan," kata dia.

Terpisah, juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), Sebby Sambom menyampaikan, pihaknya bertanggung jawab atas penembakan di Pos Ramil Kiwirok tersebut. TPNPB-OPM merupakan induk dari semua KKSB di Papua.

Sebby menuturkan, serangan itu dilakukan oleh TPNPB KODAP XV Ngalum Kupel. "Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM telah terima laporan resmi dari Pasukan TPNPB KODAP XV Naglum Kupel bahwa TPNPB dibawah pimpinan Lamek A Taplo telah serang Pos TNI di Kiwirok dan berhasil tembak mati seorang anggota TNI," kata Sebby.

Penyerangan KKSB terhadap TNI menjadi kabar rutin dari wilayah Papua. Padahal, pemerintah telah menetapkan KKSB Papua sebagai salah satu kelompok teroris. Pada 26 Maret lalu, kelompok bersenjata itu menyerang Pos Marinir Perikanan Quari Bawah, Distrik Kenyam, Nduga, yang menyebabkan satu perwira pertama Korps Marinir TNI AL, Letnan Dua Marinir Mohamad Iqbal gugur. Serangan itu juga membuat sembilan anggota TNI lain luka berat dan ringan.

Menjelang akhir 2021, Panglima TNI, Jenderal TNI Andika Perkasa menyatakan akan mengevaluasi berbagai hal tentang aktivitas TNI di banyak wilayah Tanah Air. Andika ingin TNI memperlakukan Papua Barat sebagaimana provinsi lain di Indonesia.

"Saya akan lakukan evaluasi, lakukan perubahan dalam hal bagaimana kita beraktivitas, bukan hanya di Papua, tapi juga di seluruh wilayah NKRI," kata dia, dalam jumpa pers di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/11/2021).

Walau begitu, baku tembak antara tentara dengan kelompok bersenjata itu terus terjadi, di antaranya di Distrik Sugapa, Intan Jaya, penembakan Kantor Polsek Sugapa, serta penembakan di Kabupaten Yahukimo.

Bukan saja terhadap aparat, KKSB juga kerap mengincar warga sipil. Pada Ahad (26/6) malam, seorang warga bernama Enal (32 tahun) tewas ditembak saat sedang berolahraga di GOR Aula DPRD Deiyai, Papua.

Kabid Humas Polda Papua, Komisaris Besar AM Kamal menerangkan, penyelidik sudah mengidentifikasi pelaku penembakan terdiri dari tiga orang. “Tiga orang yang diduga KKB (KKSB) sebagai pelaku penembakan, menggunakan senjata laras panjang,” kata Kamal melalui keterangan tertulis. 

Sumber : Antara


Hadiah Wali Murid untuk Guru, Bagaimana Pandangan Fikih?

Sesungguhnya, ada perbedaan pendapat di antara para ahli fikih.

SELENGKAPNYA

KNEKS Dorong Revisi UU Wakaf

KNEKS mendorong revisi Undang-Undang Wakaf untuk meningkatkan pemanfaatan wakaf produktif.

SELENGKAPNYA

ICW yakin KPK tidak pernah mencari Harun Masiku

Waduh...

SELENGKAPNYA
×