Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (tengah) berbincang dengan Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Puan Maharani (kanan) saat paripurna pertama dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II PDI Perjuangan di Jakarta, Selasa (21/6/2022). | ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Nasional

24 Jun 2022, 04:49 WIB

Mega: Cari Pemimpin tak Andalkan Elektoral

Rakernas II PDIP juga mendukung sepenuhnya kebijakan Presiden Joko Widodo.

JAKARTA -- Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menegaskan bahwa menjadi presiden adalah hal yang mudah karena sudah ada aturannya. Menurut Megawati, PDIP tak hanya mengandalkan angka elektabilitas semata dalam mencari sosok pemimpin yang akan diusung sebagai calon presiden 2024.

Namun, dirinya mencari sosok pemimpin bagi masyarakat Indonesia yang mampu menjawab tantangan global di Indonesia. "Maka pemimpin yang saya cari tidak hanya yang mengandalkan elektoral semata. Pemimpin yang didambakan rakyat adalah sosok yang kuat secara ideologis mumpuni yang memiliki kemampuan memimpin tata kelola pemerintahan untuk sebuah negara Indonesia yang begitu besar," tuturnya dalam pidato penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II PDIP, Kamis (23/6).

 

Megawati meminta seluruh pihak bersabar menunggu nama yang akan diusung partai berlambang banteng moncong putih di Pilpres 2024. "Ya, sabarlah sedikit, orang waktunya masih dua tahun. Ya, boleh dong saya umpetin aja terus," kata Megawati.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membacakan rekomendasi hasil Rakernas II PDIP soal ideologi Pancasila, sistem politik, dan Pemilu 2024. Rakernas II PDIP menegaskan, pengusungan calon presiden dan calon wakil presiden Pemilu 2024 menjadi hak prerogatif Megawati.

"Rakernas II partai menegaskan bahwa penetapan pasangan calon presiden dan wakil presiden yang akan diusung oleh PDI Perjuangan pada Pemilu 2024 berdasarkan keputusan kongres V partai, AD/ART partai, dan tradisi demokrasi partai adalah hak prerogatif Ketua Umum Partai Prof DR (HC) Megawati Soekarnoputri," kata Ganjar yang diikuti seruan “merdeka” dari kader PDIP di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta, Kamis.

Rakernas II PDIP juga mendukung sepenuhnya kebijakan Presiden Joko Widodo untuk mewujudkan perdamaian dunia. Partai mendukung Presiden untuk mengambil inisiatif dalam penyelesaian konflik Rusia-Ukraina melalui pelaksanaan politik luar negeri bebas aktif dan sekaligus mewujudkan kepentingan nasional Indonesia.

Ganjar menuturkan, Rakernas II PDIP juga menegaskan pentingnya pembumian Pancasila berdasarkan falsafah dan spirit kelahirannya pada 1 Juni 1945. Pancasila sebagai ideologi, falsafah, landasan, dan bintang penuntun seluruh kebijakan strategis pemerintahan dan menjadi pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Berkaitan dengan hal tersebut, kurikulum pendidikan nasional di seluruh strata pendidikan harus memasukkan Pancasila sebagai mata pelajaran wajib," tutur Ganjar.

Rakernas II PDIP ditutup pada Kamis (23/6). Ada tujuh rekomendasi ideologi Pancasila, sistem politik, dan Pemilu 2024, lalu delapan rekomendasi pembangunan desa, empat rekomendasi pemenangan pemilu, dan lima agenda strategis. 


Mane, Antara Prestasi dan Filantropi

Jejak kedermawanan dan aksi filantropi Mane terekam di kampung halamannya di Senegal.

SELENGKAPNYA

Jokowi Segera Sambangi Zelenskiyy dan Putin

Jokowi akan bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiyy dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

SELENGKAPNYA

Terobosan Menurunkan Angka Kematian Jamaah Haji

Menurunkan angka kematian pada jamaah haji menjadi fokus utama Puskes Haji Kemenkes di tengah pandemi.

SELENGKAPNYA
×