Mantan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi (tengah) tiba di Gedung Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Rabu (22/6/2022). Lutfi tiba di Gedung Bundar komplek Kejagung sekitar pukul 09.01 WIB untuk memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik terkait kasus dugaan tindak | Republika/Thoudy Badai

Nasional

23 Jun 2022, 07:05 WIB

Kejakgung tidak Temukan Keterlibatan Lutfi

Sebetulnya tim penyidik pernah menjadwalkan memeriksa Lutfi saat menjadi Mendag.

JAKARTA — Mantan Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi, Rabu (22/6), mendatangi Kejaksaan Agung (Kejakgung) terkait kisruh kasus minyak goreng. Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Supardi mengatakan, pemeriksaan terhadap Lutfi belum menemukan adanya keterlibatan dalam dugaan korupsi persetujuan ekspor (PE) crude palm oil (CPO) di Kemendag.

“Tentang keterlibatannya (Lutfi), kita kumpulkan bukti-bukti dulu. Bukti-buktinya masih tersebar. Belum ada dikantongi,” kata Supardi, Rabu. Ia menerangkan, paling penting dalam pemeriksaan Lutfi adalah klarifikasi dan pertanyaan seputar peran lima tersangka yang sudah ditetapkan sementara ini.

Pemeriksaan terhadap Lutfi dilakukan pertama kali setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencopotnya selaku Mendag. Supardi menjelaskan mengapa tim penyidikan baru memeriksa Lutfi setelah dicopot dari jabatan.

Pemeriksaan terhadap Lutfi baru dapat dilakukan akibat pertimbangan waktu dan kebutuhan tim penyidikan. Supardi menepis aggapan adanya kesan politik ataupun kegagapan tim penyidikannya untuk memeriksa Lutfi saat masih menjadi Mendag.

“Kita kan punya strategi dalam penyidikan. Karena ini (pemeriksaan) baru bisa dilakukan,” ujar Supardi. “Belum diperiksa, ditanya kapan diperiksa. Sudah diperiksa, kok tanya alasan kenapa baru diperiksa.”

Supardi menerangkan, sebetulnya tim penyidikannya sudah pernah menjadwalkan untuk memeriksa Lutfi saat menjadi Mendag. Kata dia, penjadwalan tersebut dilakukan sebelum Idul Fitri 2022 dan akan diperiksa setelah Lebaran kemarin.

Akan tetapi, kebutuhan tim penyidikannya saat itu masih fokus untuk memeriksa saksi-saksi lain dalam penguatan bukti terhadap lima tersangka yang sudah ditetapkan.

“Kebutuhannya waktu itu kan memang belum ada. Seperti saya katakan, kalau memang dibutuhkan (Lutfi) kita periksa. Kalau tidak dibutuhkan, ya mungkin tidak diperiksa,” ujar Supardi.

Lutfi memenuhi panggilan pemeriksaan dengan hadir di Gedung Bundar sekitar pukul 09.10 WIB. Mengenakan kemeja batik terang lengan panjang, Lutfi turun di halaman gedung Pidsus dengan didampingi dua orang.

Saat dicegat wartawan sebelum diperiksa, Lutfi sempat menyapa. Tetapi, ia tak menjawab setiap pertanyaan yang terlontar dari para wartawan yang menunggunya.

Dalam kasus dugaan korupsi PE CPO, tim penyidikan di Jampidsus sudah menetapkan lima orang sebagai tersangka. Dua tersangka, yakni Lin Che Wei (LCW) dan Indrasari Wisnu Wardhana (IWW). IWW ditetapkan tersangka, Selasa (19/4), selaku direktur jenderal Perdagangan Luar Negeri (dirjen Perdaglu) di Kemendag yang menerbitkan PE CPO.

LCW ditetapkan tersangka, Selasa (17/5), selaku konsultan dari lembaga riset swasta PT Independent Research & Advisory Indonesia (IRAI).

Tiga tersangka lainnya adalah para bos dan pengelola perusahaan-perusahaan minyak goreng. Mereka, antara lain, Master Parulian Tumanggor (MPT) yang ditetapkan tersangka selaku komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia, Stanley MA (SMA) yang ditetapkan tersangka selaku senior manager corporate affair Permata Hijau Group (PHG), dan Pierre Togar Sitanggang (PTS) yang ditetapkan tersangka selaku general manager di bagian general affair PT Musim Mas.


Vaksinasi Ternak Lambat, PMK Meluas

Baru 1.571 ekor ternak yang telah divaksinasi PMK dalam kurun sepekan.

SELENGKAPNYA

Presiden Jokowi: Krisis Datang Bertubi-tubi

Jokowi mengatakan, Bank Dunia maupun IMF menyampaikan akan ada 60 negara yang ekonominya ambruk.

SELENGKAPNYA

Jejak Perjuangan di Jalan Tuty Alawiyah

Pemberian nama dianggap bahwa ada pejuang hebat dari tanah Betawi.

SELENGKAPNYA
×