Polisi Saudi memeriksa kelengkapan surat jamaah yang hendak memasuki Makkah menjelang musim haji 2021 lalu. | AP/Amr Nabil

Kabar Tanah Suci

22 Jun 2022, 08:00 WIB

Pemalsuan Tasrih Langgar Hukum di Saudi

Aksi kriminalitas oknum mukimin bukan hanya pemalsuan tasrih.

A SYALABY ICHSAN dari Madinah, Arab Saudi

MADINAH — Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi segera menegur oknum Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) yang terlibat pemalsuan tasrih atau surat izin masuk ke Raudhah. Teguran akan diberikan melalui seksi bimbingan ibadah (bimbad) terhadap oknum yang dimaksud.

“Ini kan ada seksi bimbad, tentunya kami akan menegur KBIH itu,” ujar Kadaker Madinah PPIH Arab Saudi Amin Handoyo saat diwawancarai Tim MCH di Kantor Daker Madinah di Kawasan al-Mashani, Madinah, Arab Sudi, Selasa (21/6). 

Dia mengatakan, pemalsuan tasrih ke Raudhah melanggar hukum Saudi. Ada sanksi yang bisa menjerat pelaku pemalsuan tersebut. 

Meski terbilang aksi kriminal, Amin belum akan melaporkan kasus ini ke otoritas Saudi. Menurut dia, pihaknya masih mengambil langkah persuasif mengingat pelakunya merupakan warga negara Indonesia (WNI). 

photo
Polisi Saudi memeriksa kelengkapan surat jamaah yang hendak memasuki Makkah menjelang musim haji 2021 lalu. - (AP/Amr Nabil)

“Kalau Pemerintah Saudi tahu, pasti kena sanksi karena kriminal, tapi apakah kami akan melaporkannya, akan lihat-lihat dulu karena ini warga negara kita,” katanya menjelaskan.

Pihak Saudi mengeluarkan tasrih dalam bentuk digital. PPIH lantas membuat print out dalam bentuk manual sehingga bisa dibawa jamaah. Hasil print out ini yang dipalsukan. Menurut Amin, tasrih yang dipalsukan sempat dipakai jamaah. 

Oknum tersebut sempat mengumpulkan jamaah untuk masuk ke dalam area Raudhah bagian perempuan. Petugas PPIH yang berjaga di Pos Raudhah kemudian melaporkan bahwa pendamping jamaah tersebut bukan dari petugas PPIH. 

Setelah mendapat laporan, pihak perlindungan jamaah (linjam) Daker Madinah dan Sektor Khusus (Seksus) Masjid Nabawi mencari informasi. Diketahui, para jamaah bisa masuk dengan tasrih yang sudah dipalsukan, baik tanggal maupun jamnya. 

Amin mengatakan, mereka memanfaatkan kedekatan dengan penjaga di Saudi. “Karena mereka ini sudah biasa melayani jamaah saat umrah sehingga memiliki kedekatan dan punya trik untuk petugas di situ,” ujarnya.

Oknum pemalsu tasrih mengambil kesempatan dari tingginya antusiasme jamaah haji ke Raudhah. Kepala Seksi Perlindungan Jamaah (Linjam) Daker Madinah PPIH Arab Saudi Harun Al Rasyid mengatakan, modus pemalsuan tasrih dilakukan untuk membuat jamaah masuk ke Raudhah. Atas kesigapan petugas, upaya pemalsuan tasrih tidak berlangsung lama. 

“Ada laporan sedikit pemalsuan tasrih oleh oknum tertentu,” kata dia, Senin (20/6).

photo
Polisi Saudi memeriksa kelengkapan surat jamaah yang hendak memasuki Makkah menjelang musim haji 2021 lalu. - (AP/Amr Nabil)

Pada musim haji tahun ini, Kementerian Haji Arab Saudi dan pengelola Masjid Nabawi menerapkan aturan penggunaan aplikasi Eatmarna bagi jamaah yang hendak masuk ke Raudhah. Selain aplikasi tersebut, pihak Saudi mengeluarkan tasrih bagi jamaah lewat aplikasi e-haj. 

Kriminalitas oknum mukimin

Kadaker Madinah PPIH Arab Saudi Amin Handoyo mengungkapkan, aksi kriminalitas oknum mukimin WNI di Saudi bukan hanya pemalsuan tasrih. Sebelumnya, juga ada semacam pungutan liar (pungli) ziarah. Amin tidak mengetahui detail berapa uang yang dikutip oknum tersebut dari setiap jamaah.

Contoh lainnya, joki untuk mencium Hajar Aswad di Masjidil Haram yang kerap dilakukan oleh oknum mukimin pada musim haji sebelum pandemi. Amin mengimbau jamaah mengikuti aturan di Saudi. 

Jangan sampai jamaah berurusan dengan pihak Saudi hanya karena terlalu semangat masuk ke Raudhah. Setiap pelanggaran aturan oleh WNI juga berpotensi untuk ditindaklanjuti oleh Pemerintah RI di Indonesia. 


Fasilitas Layanan Masyair di Armuzna Diperbaiki

Toilet untuk jamaah selama di Armuzna sudah diperbaiki sehingga akan lebih nyaman.

SELENGKAPNYA

Kasus Aktif Covid-19 Kota Bandung Naik 100 Persen

Kesiagaan terhadap kenaikan Covid-19 juga dilakukan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

SELENGKAPNYA

Wira-wiri Petugas di Bir Ali

Jamaah laki-laki siap dengan dua lembar kain ihram masing-masing.

SELENGKAPNYA
×