Karyawan menata produk kuliner yang dipasarkan di Galeri Patrakomala Dekranasda Kota Bandung, Jalan Jakarta, Batununggal, Kota Bandung, Senin (28/3/2022). Sebanyak 250 merek produk dari pelaku UMKM di Kota Bandung dipajang di galeri tersebut guna memudahk | REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA

Inovasi

22 Jun 2022, 08:45 WIB

Hilangkan Hambatan Menuju Ruang Digital

Saat ini, membuat laman untuk berjualan makin mudah dan tanpa coding.

Berbagai aktivitas yang dilakukan di ruang digital, menjadi salah satu warna utama di dinamika kehidupan pada era pandemi. Kegiatan ekonomi yang makin banyak hijrah ke dunia maya, kini juga masih terus berlangsung.

Berdasarkan laporan digital We Are Social dan Hootsuite April 2022, sebanyak 57,1 persen pengguna internet mengakses berbagai laman, dengan tujuan berbelanja. Salah satu yang mendorong hal tersebut, adalah kemudahan transaksi dengan pembayaran secara daring, yang kini makin digemari masyarakat.

Dengan ekosistem pembayaran digital Indonesia yang aman dan nyaman, pasar daring di Indonesia diperkirakan akan terus berkembang. Head of Niagaweb by Niagahoster, Bijak Putranto, dalam Media Meet-Up Niagahoster yang digelar secara daring, Selasa (21/6), menjelaskan, saat ini berjualan melalui marketplace memang masih sangat mendominasi tren belanja daring.

“Bisnis berbasis online memiliki jangkauan pasar yang lebih luas, bisa buka selama 24 jam, tidak membutuhkan modal besar untuk membangun toko, pemasarannya lebih murah dan terukur, serta lebih bisa memahami kebutuhan konsumen,” ujarnya.

Namun, Bijak melanjutkan, selain melalui marketplace, membuka toko secara langsung atau membangun laman khusus untuk berjualan, juga bisa jadi salah satu strategi jitu untuk makin sukses berbelanja daring. Menurutnya, banyak keuntungan yang bisa didapat pelaku usaha ketika memiliki laman khusus jualannya sendiri.

Beberapa di antaranya, adalah bisa memegang kendali penuh atas strategi marketing yang ingin dilakukan, terbebas dari ketatnya persaingan dengan pebisnis lain yang ada di dalam marketplace, dan kebebasan untuk menyasar pasar atau konsumen mana yang dirasa tepat untuk produk yang kita tawarkan.

“Dengan memiliki laman sendiri, kita bisa men-setting, misalnya pasar potensial kita ada di negara A. Dengan demikian, kita buat laman kita khusus hadir dengan bahasa yang digunakan di sana,” ujar Bijak.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Niagahoster (@niagahoster.id)

Selain itu, dengan membangun laman sendiri untuk berjualan, Bijak melanjutkan, kita bisa makin menumbuhkan bisnis dan memperkuat jenama yang kita miliki. Hanya saja, perlu diperhatikan ada beberapa fitur wajib yang harus dimiliki ketika oleh laman yang kita gunakan untuk berjualan.

Pertama, laman harus memiliki keranjang. Fitur yang satu ini, berfungsi layaknya kasir untuk menyelesaikan transaksi. Kemudian, harus pula alada layanan chat untuk membantu pembeli yang ingin bertanya. Kemudian, yang terakhir pastikan laman untuk berjualan juga memiliki laman shipping dan saluran pembayaran.

Hambatan Pola Pikir

Dengan banyaknya manfaat yang bisa didapat pelaku usaha ketika membuat laman untuk mengembangkan bisnis, dalam praktiknya tak semua orang dapat dengan mudahnya terjun ke dunia daring. Menurut Head of Brand and Communication Team Niagahoster, Ayunda Zikrina, dalam kesempatan yang sama, hambatan terbesar dari para pelaku usaha untuk dapat terjun ke dunia daring, adala di pola pikir.

Sampai saat ini, masih banyak pelaku usaha yang begitu dengar saran untuk membuat website, langsung ragu atau tak percaya diri,” ujarnya. Padahal, Ayunda melanjutkan, saat ini perkembangan teknologi sudah makin memudahkan orang untuk memiliki laman pribadi.

Membuat laman juga sudah tidak harus diimbangi dengan kemampuan coding yang mumpuni. Karena, ada pula layanan membuat laman yang tinggal drag and drop.

Dengan demikian, Ayunda, meyakini, sudah semakin tak ada alasan bagi masyarakat untuk ragu ketika akan mengembangkan usahanya. Karena ekosistem digital untuk membantu masyarakat yang ingin berusaha di ranah maya, saat ini sudah semakin mapan.

Hal senada juga disampaikan Integrated Marketing Communications KoinWorks, Nadiya AR Hardjapamekas. Menurutnya, dalam laporan Focus Group Discussion Bank Indonesia terkait sistem pembayaran dan pengelolaan uang rupiah, transaksi ekonomi dan keuangan digital menguat dengan perluasan digital payment.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by KoinWorks NEO for Business (@koinworksneo)

 

KoinWorks sebagai salah satu penyedia solusi kebutuhan finansial dan pembayaran digital di Indonesia, berupaya menyediakan solusi dari segala kebutuhan finansial pribadi maupun bisnis bagi para pelaku usaha,” ujar Nadiya.

Menurutnya, ada berbagai fitur yang bisa dimanfaatkan para pelaku usaha, yang ingin mengembangkan bisnisnya secara daring. dengan berbagai kemudahan.

Salah satunya, adalah dashboard financial overview. Nadiya menjelaskan, salah satu kondisi yang dominan di kalangan pelaku usaha, seperti UMKM di Indonesia saat ini, adalah masih banyaknya pencatatan keuangan yang dilakukan secara manual.

Hal ini membuka potensi terjadinya laporan keuangan yang kurang akuntabel. “Melalui KoinWorks, kami memiliki dashboard yang mampu mencatat pendapatan dan pengeluaran para pelaku usaha, lengkap dengan riwayat transaksi dan kategorisasi yang jelas,” ujar Nadiya.

Dengan begitu, ia melanjutkan, pelaku usaha akan memiliki gambaran tentang seperti apa kondisi kesehatan keuangan dan cash flow dari usahanya secara lebih rinci. “Berbagai keputusan terkait pengembangan usaha pun dapat dengan lebih tepat diambil, karena kita memiliki data akan keuangan yang lebih mumpuni,” jelas Nadiya.

Saat ini, KoinWorks telah memiliki 1,5 juta pelanggan dengan lebih dari Rp 120 juta yang dikeluarkan oleh para pelaku usaha untuk membeli berbagai layanan digital. Niagahoster dan KoinWorks pun kali ini berkolaborasi menyediakan layanan web hosting dan KoinWorks dan solusi berbagai kebutuhan finansial. Tujuannya, agar para pelaku usaha di Indonesia makin dapat terus berkembang lebih pesat di masa yang akan datang. 

Pilihan Pembayaran Favorit

Bagi banyak pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), khususnya yang baru merintis bisnis di era digital saat ini, strategi menarik minat konsumen adalah kunci mendukung pertumbuhan bisnis.  Salah satunya, adalah menyediakan metode pembayaran yang mudah dan terpercaya bagi konsumen dalam bertransaksi.

Berdasarkan Laporan Statistik E-Commerce 2021 yang dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), transfer bank adalah salah satu metode pembayaran yang paling sering digunakan oleh pelaku e-commerce atau bisnis digital. Menurut dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, Hilda Fachrizah SE MM, para pelaku bisnis saat ini perlu cermat memanfaatkan metode pembayaran yang efektif.

Karena hal ini, dapat mendukung pertumbuhan bisnis. Agar dapat terus berkembang dan memastikan keberlangsungan bisnis, Hilda menjelaskan, pelaku UMKM membutuhkan berbagai dukungan dari banyak pihak.

“Mengingat pelaku UMKM yang beroperasi di ranah digital cenderung masih mengandalkan transfer bank untuk melakukan transaksi, dibutuhkan sarana atau layanan yang mudah, terpercaya, dan dapat mendorong minat pelanggan untuk bertransaksi. Yang pada akhirnya akan meningkatkan transaksi pelanggan dan membawa keuntungan,” ujarnya. ';

Presiden: Segera Kendalikan Harga Bahan Pokok

Mendag menargetkan dapat menyelesaikan persoalan minyak goreng dalam waktu satu bulan.

SELENGKAPNYA

Wira-wiri Petugas di Bir Ali

Jamaah laki-laki siap dengan dua lembar kain ihram masing-masing.

SELENGKAPNYA