Dialog Jumat edisi Jumat 10 Juni 2022. Hasad dan Kehancuran Diri | Republika/Thoudy Badai

Laporan Utama

20 Jun 2022, 00:10 WIB

Dari Prasangka Buruk Bibit Hasad Tumbuh

Orang yang hasad tak lagi berpikir sehat.

OLEH ANDRIAN SAPUTRA

 

Sifat hasad atau dengki merupakan penyakit hati yang sangat dibenci Allah SWT. Sebab orang yang hasad bukan saja menjerumuskan dirinya pada kehinaan, melainkan juga merusak kehidupan sosial. 

Menurut dai yang juga Wakil Katib Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta, KH Muhammad Nur Hayid atau akrab disapa Gus Hayid, hasad berawal dari prasangka buruk. 

Orang yang berprasangka buruk akan mudah terjangkit sifat hasad. Setelahnya akan memunculkan curiga dan mencari kesalahan hingga menimbulkan fitnah dan adu domba. Sebab itu, Gus Hayid mengatakan, sebagaimana menukil Alquran surah al Hujurat ayat 12 bahwa Allah SWT memerintahkan orang-orang yang beriman menjauhi prasangka buruk, dengki, dan penyakit hati lainnya. 

Begitu pun Rasulullah SAW yang mewanti-wanti umatnya agar jangan sampai hasad. Sebab sifat hasad dapat menggerogoti amal kebaikan. Orang yang hasad akan mencari dan membicarakan aib orang lain. Bila ia tidak menemukan aib pada diri orang lain, orang yang hasad akan menyebar fitnah.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (republikaonline)

Sebab itu amal kebaikan orang yang hasad akan habis dan berpindah pada orang dizaliminya. Sedangkan, dosa orang dizalimi akan berpindah kepada orang yang hasad tersebut. 

Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ahmad Zubaidi mengatakan, hasad berbahaya bagi kehidupan manusia. Dari sisi kehidupan sosial, menurutnya, hasad bisa menyulut ketegangan di masyarakat hingga terjadi konflik sosial

"Tentu sifat hasad akan mengganggu hubungan manusia dengan manusia lainnya. Karena bisa menimbulkan permusuhan, hubungan sosial yang tidak baik. Sehingga menyebabkan kerenggangan dalam kehidupan bermasyarakat. Kalau hasad dalam komunitas yang lebih luas lagi juga dikhawatirkan bisa menjadi penyebab konflik sosial dan lain-lain dan ini bisa menyebabkan kehidupan menjadi tidak menyenangkan," kata kiai Zubaidi.

Kiai Zubaidi mengatakan, pada diri orang yang hasad terdapat kebencian, ketidaksukaan pada orang lain yang mendapatkan kebaikan dan kebahagiaan. Orang yang terjangkit hasad juga bisa sampai mengakibatkan orang lain menaruh dendam kepada saudaranya. Bahkan,  menurut Kiai Zubaidi, sifat hasad sering kali menjadi motif perbuatan kriminal atau melanggar hukum positif dan hukum agama. 

Karena itu, Kiai Zubaidi mengajak umat untuk selalu memanjatkan doa agar terhindar dari sifat hasad yang merugikan diri dan menzalimi orang lain. Orang yang dalam hatinya menyimpan hasad hingga wafat dapat menjadi penyebab masuk ke dalam neraka, kendati pun semasa hidup di dunia banyak melakukan ibadah. Sebab pahala ibadahnya hangus karena dampak sifat hasad yang ada pada dirinya telah menzalimi orang lain. 

Tip membersihkan hati

Manusia yang hatinya bersih dari segala penyakit-penyakit batin akan selamat dalam menjalani hidup di dunia dan akan mengantarkan memperoleh kebahagiaan di akhirat. Sebab itu sangat penting bagi seorang mukmin untuk senantiasa berupaya agar menjaga hati tetap bersih dari tiap-tiap penyakit hati. 

Ibnu Atha'illah as-Sakandari dalam kitab Tajul 'Arusy memberikan tip tentang bagaimana membantu membersihkan hati. Di antaranya dengan memperbanyak berzikir, jangan banyak bicara, menyendiri (khalwah) yakni melepaskan setiap hal-hal yang tidak bermanfaat dan senantiasa hati terpaut dengan Allah SWT, serta menyedikitkan makanan dan minuman.

Menurut pendakwah yang juga Kepala Bidang Penyelenggara Peribadatan Masjid Istiqlal Jakarta, KH Bukhori Sail Attahiri, yang dimaksud menyedikitkan makan dan minum bukan saja berarti tidak berlebih-lebihan, tapi juga memastikan makanan dan minuman yang dikonsumsi adalah halal dan baik dan terhindar dari syubhat.

photo
ILUSTRASI Tip tentang bagaimana membantu membersihkan hati. Di antaranya dengan memperbanyak berzikir, jangan banyak bicara - (Republika/Thoudy Badai)

Karena itu, seseorang yang ingin hatinya bersih juga dianjurkan untuk memperbanyak berpuasa. Sebab, menurut Kiai Bukhori, seseorang yang kekenyangan akan membuat malas untuk beribadah dan bekerja. 

"Faedah perut kita kosong, lapar, tidak kenyang itu adalah sucinya hati dan semangat beribadah kuat dan mata hatinya hidup. Karena ada orang punya mata kepala tapi tidak punya mata hati. Artinya, mata hatinya tidak hidup itu karena kekenyangan. Kekenyangan itu juga bisa menyebabkan kebodohan, orang kenyang tidak bisa berpikir dan hati menjadi buta," kata Kiai Bukhori.

Lebih lanjut, Kiai Bukhori mengatakan, sebagaimana menukil keterangan Ibnu Atha'illah dalam kitab Tajul 'Arusy bahwa hati itu mudah terbolak-balik. Terkadang rajin dalam beribadah, tapi terkadang melakukan maksiat. 

Seseorang yang bermaksiat akan semakin mudah membuat hati menjadi hitam sehingga sulit mendapatkan cahaya kebenaran. Sebab itu, Kiai Bukhori menganjurkan agar senantiasa berdoa memohon ditetapkan hati dalam beragama.

"Itulah betapa hati kita itu rawan. Karena itu, harus kita selalu perhatikan, kita jaga hati kita supaya tidak mudah terbolak-balik kemudian tersesat. Kita harus senantiasa memperbanyak zikir, menyedikitkan bicara, kita khalwat, dan kita jangan membiasakan kalau makan terlalu kenyang," katanya. 

 


Jatuh Bangun Dinasti Muwahhidun di Andalusia

Penguasa Muwahhidun ini menaruh perhatian yang besar pada perkembangan dunia pendidikan.

SELENGKAPNYA

Sejarah Dinasti Muwahhidun di Andalusia

Dinasti Muwahhidun yang menggantikan Murabithun di Andalusia itu berawal dari Ibnu Tumart.

SELENGKAPNYA

Jakarta pada Masa Perang Dunia II

Ketika PD II Belanda banyak menangkap warga Jerman di Indonesia dan ‘dibuang’ ke Pulau Onrust di Kepulauan Seribu.

SELENGKAPNYA
×