Pekerja memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (9/5/2022). | ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Ekonomi

15 Jun 2022, 06:52 WIB

Investor Pasar Modal Syariah Terus Meningkat

Jumlah investor pasar modal syariah terus mengalami peningkatan.

 

JAKARTA -- Jumlah investor pasar modal syariah terus mengalami peningkatan. Kepala Divisi Pasar Modal Syariah Bursa Efek Indonesia (BEI) Irwan Abdalloh mengatakan, investor syariah per Mei 2022 tercatat sebanyak 110.371 investor.

Irwan menyampaikan, investasi sesuai syariah akan terus ditingkatkan dengan bertambahnya anggota bursa yang menyediakan layanan sharia online trading system (SOTS). "Jumlah itu meningkat 5 persen dibandingkan akhir 2021," kata Irwan kepada Republika, Selasa (14/6).

Meski demikian, pangsa pasar investor syariah menurun karena penambahan investor konvensional lebih tinggi. Jumlah investor pasar modal secara total mencapai 8,86 juta per Mei 2022.

Jumlah investor syariah tersebut adalah investor yang tercatat pada SOTS yang ada di beberapa perusahaan sekuritas. Investor syariah tersebut hanya bisa memilih saham-saham syariah dengan mekanisme transaksi yang terjamin sesuai prinsip syariah.

photo
Karyawan berjalan di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (10/6/2022). - (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

"Saat ini ada 16 anggota bursa penyedia layanan SOTS (ABSOTS) dan yang aktif 14 ABSOTS. Sebentar lagi akan ada ABSOTS baru yang akan diluncurkan pada 23 Juni 2022 di Singapura," katanya.

SOTS baru tersebut adalah milik CGS-CIMB Sekuritas Indonesia. Irwan mengatakan, BEI terus berkomitmen mengembangkan pasar modal syariah, termasuk dalam hal digitalisasi dan penguatan sistem agar masyarakat bisa semakin mudah untuk menjadi investor syariah.

Membuka rekening syariah kini bisa dilakukan secara daring. Irwan mengatakan, BEI telah melakukan penyederhanaan pembuatan akun syariah secara daring sehingga bisa membuka akun kurang dari 30 menit. "Pilot project-nya sudah dilakukan Phintraco Sekuritas," kata dia.

Menurut Irwan, BEI terus mendorong investor dengan preferensi syariah untuk bergabung di SOTS. Dalam SOTS, sistem transaksi saham syariah secara daring telah memenuhi prinsip-prinsip syariah di pasar modal. SOTS dikembangkan oleh anggota bursa sebagai fasilitas atau alat bantu bagi investor yang ingin melakukan transaksi saham secara syariah dan terjamin karena disertifikasi oleh DSN MUI.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Otoritas Jasa Keuangan (ojkindonesia)

Meski demikian, ia mengakui, jumlah investor dengan preferensi syariah bisa saja lebih banyak. Mereka memilih hanya saham-saham syariah, tapi belum menggunakan SOTS, tapi sistem online trading saham umum.

Kinerja pasar modal syariah Indonesia juga terus menunjukkan perkembangan positif. Hal tersebut tecermin dari beberapa indikator, salah satunya penguatan Indonesia Sharia Stock Index (ISSI).

Pada akhir 2021, posisi ISSI mengalami kenaikan sebesar 6,50 persen ke level 189,02 dibandingkan akhir 2020 yang berada di level 177,48. Sedangkan, per 3 Juni 2022, ISSI terus bergerak naik ke level 209,31.

"Memang kenaikan ini tidak secepat konvensional, tapi ini memberikan sinyal positif. Kita berharap saham-saham syariah semakin diminati," kata Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal I OJK Djustini Septiana.

photo
Pekerja melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (9/5/2022). - (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Berdasarkan catatan OJK, jumlah saham syariah tercatat meningkat menjadi 495 pada akhir 2021 dibandingkan dengan akhir tahun 2020 yang mencapai 441. Sedangkan, per 3 Juni 2022, jumlah saham syariah naik signifikan menjadi 501.

Nilai saham syariah tercatat sejumlah Rp 3.983,65 triliun pada akhir 2021 dibandingkan dengan akhir 2020 yang sejumlah Rp 3.344,93 triliun. Sementara itu, per 3 Juni 2022, nilai saham syariah meningkat tajam dan saat ini mencapai Rp 4.434,70 triliun.

Tidak hanya syariah, perkembangan pasar modal Indonesia secara umum juga menunjukkan tren positif. Kondisi itu tecermin dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berhasil mencapai level tertinggi sepanjang masa pada tahun ini.

"Meskipun sempat turun ketika ada isu-isu dari luar negeri yang sedikit memengaruhi, pada akhirnya bangkit lagi dan trennya mulai positif," kata Djustini.

Indikator lainnya terlihat dari kapitalisasi pasar yang meningkat signifikan menjadi Rp 8.252 triliun pada akhir 2021. Angka tersebut naik 18,40 persen dibandingkan dengan 2020 yang sebesar Rp 6.970 triliun. Sementara itu, per 3 Juni 2022, kapitalisasi pasar telah melampaui 2021 dengan nilai mencapai Rp 9.403 triliun.


Bolehkah Securities Crowdfunding Syariah?

Bolehkah bertransaksi dengan platform securities crowdfunding syariah?

SELENGKAPNYA

Bank Indonesia Ungkap Sinyal Kembali Tahan Suku Bunga

Bank Indonesia juga optimistis karena koordinasi terjalin erat antara pemerintah

SELENGKAPNYA

Ar-Rubayyi Berjuang dengan Pena dan Pedang

Sahabiyah yang aktif dalam jihad dan ilmu agama.

SELENGKAPNYA
×