Prof KH Nasaruddin Umar | Ilustrasi : Daan Yahya

Khazanah

20 Jun 2022, 08:48 WIB

Benarkah Thomas Jefferson Muslim?

Jefferson maupun Obama keduanya sering mengutip ayat di dalam mengemukakan argumentasi politik.

OLEH PROF NASARUDDIN UMAR

Catatan Perjalanan Imam Besar Masjid Istiqlal di Amerika Serikat (11)

 

Michael Rieger seorang penulis senior AS pernah mengungkapkan bahwa ada dua presiden AS yang pernah diisukan sebagai seorang Muslim. Pertama ialah PresidenThomas Jefferson dan kedua Presiden Barack Obama.

Adapun yang pertama dituduh sebagai seorang Muslim karena kedekatan dan ketertarikannya terhadap Alquran yang merupakan kitab suci Agama Islam (lihat artikel terdahulu, yakni “Misteri Alquran di Tangan Thomas Jefferson”).

Yang kedua karena genetik Barack Hossen Obama memiliki nasab atau silsilah yang bertalian dengan orang Islam. Ia sendiri pernah sekolah selama tiga tahun di sekolah dasar negeri di Menteng, Jakarta, dan konon teridentifikasi beragama Islam.

Sebab, keluarga ibunya memang keluarga besar Muslim, meskipun ia pernah berkali-kali menyangkalnya menjelang pemilihan presiden untuk periode pertamanya.

Terlepas Muslim atau tidaknya kedua tokoh AS ini, membuktikan bahwa Islam dan AS dari awal berdirinya hingga saat ini selalu memiliki hubungan kedekatan. Baik Jefferson maupun Obama keduanya sering mengutip ayat di dalam mengemukakan argumentasi politik. Ini juga membuktikan bahwa kedua mantan presiden AS ini akrab dengan kitab suci Alquran.

 
Ini juga membuktikan bahwa kedua mantan presiden AS ini akrab dengan kitab suci Alquran.
 
 

Perhatikan kebijakan Jefferson ketika merumuskan bentuk negaranya, mengatakan bahwa suatu waktu nanti Amerika bakal dipimpin oleh seorang Muslim.

Setelah kita mengusir intoleransi agama dari negeri kita yang di bawahnya manusia begitu lama berdarah-darah dan menderita, kita belum mendapatkan sedikit pun (toleransi beragama) jika kita menyetujui intoleransi politik yang sama-sama despotis, jahat, dan mampu dengan penganiayaan yang pahit dan berdarah-darah,” kata Jefferson ketika dilantik sebagai presiden ketiga AS, 4 Maret 1801.

Ini pernyataan luar biasa saat itu, bahkan untuk saat ini di AS.

Dalam melaksanakan diplomasi luar negeri, Jefferson terus melakukan komunikasi dan diplomasi dengan negara-negara Muslim, terutama pada masa Perang Barbary setelah menjabat sebagai presiden Amerika antara tahun 1801-1805.

Atas dukungan riil dari sejumlah negara Muslim dan membuat Amerika menguasai beberapa daerah laut penting, ada peristiwa menarik yang dilakukan Jefferson, yaitu Jefferson mengundang Duta Besar Tunisia pada sebuah jamuan makan malam di Gedung Putih, saat itu bertepatan dengan bulan puasa Ramadhan.

photo
Thomas Jefferson (13 April 1743 – 4 Juli 1826) adalah Presiden Amerika Serikat yang ketiga dengan masa jabatan dari tahun 1801 hingga 1809. - (DOK Wikipedia)

Perjamuan yang seharusnya diadakan pada pukul 15.30 diundur sampai tenggelamnya matahari untuk menghormati duta besar Tunisia yang beragama Islam dan sedang berpuasa. Kebijakan Jefferson ini membuktikan ia memahami bagian dari ajaran Islam di mana seorang Muslim tidak boleh berbuka puasa sebelum waktu Maghrib tiba.

Dalam peristiwa lain, Jefferson saat menjadi presiden ketiga AS, ia menjalin hubungan diplomatik khusus dengan Haji Abdul Rahman, duta besar Tunisia, yang mencapai kesepakatan Perjanjian Tripoli tentang kebijakan pelayaran kapal-kapal Amerika Serikat di Laut Mediterania. Tentu saja kedua belah pihak meraih keuntungan dagang dan ekonomi dengan Perjanjian Tripoli ini.

Sama dengan Presiden Obama, dalam banyak pertemuan sering mengutip ayat Alquran. Pidato paling monumental Obama di Universitas Cairo, Kamis, 4 Juni 2009 pukul 13.10 waktu Kairo, memukau dunia Islam. Ia dengan begitu lancar mengutip tiga ayat dengan cara pengupasan yang begitu cerdas.

photo
Mantan Presiden Barack Obama. - (AP/Carolyn Kaster)

Namun, yang tak kalah menariknya ialah Obama empat kali menyebut secara khusus Indonesia di dalam pidato tersebut. Obama dapat dikatakan sebagai pemimpin AS pertama yang berani berbicara tentang Islam di depan ribuan umat Islam yang diliput secara langsung oleh media-media internasional.

Meskipun Thomas Jefferson dan Barack Obama bukan Muslim, ia telah memberikan apresiasi positif terhadap agama, khususnya Islam. Keduanya juga seperti memiliki pemahaman lebih substansial dan komprehensif tentang Islam. Bagaimana sikap presiden AS yang akan datang, kita tunggu sejarahnya.


Israel Bidik Saudi dan Indonesia

Saat ini Saudi sudah mengizinkan udaranya dilalui penerbangan Israel ke UEA dan Bahrain.

SELENGKAPNYA

Ar-Rubayyi Berjuang dengan Pena dan Pedang

Sahabiyah yang aktif dalam jihad dan ilmu agama.

SELENGKAPNYA

Makna E Pluribus Unum dalam Lambang AS

Kata E Pluribus Unum mempunyai kemiripan dengan istilah yang amat poluler di Indonesia.

SELENGKAPNYA
×