Ilustrasi Hikmah Hari ini | Republika

Hikmah

11 Jun 2022, 03:30 WIB

Buah Manis Entrepreneur

Rasulullah SAW memberikan gambaran tentang wirausaha.

OLEH M FUAD HADZIQ

Dalam surah ar-Ra’d ayat 11 Allah berfirman yang artinya, “Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sehingga kaum tersebut mengubah dirinya sendiri.”

Dari ayat di atas dapat diambil pelajaran bahwa manusia hidup, tugasnya adalah sebagai khalifah di muka bumi. Mereka diperintahkan untuk senantiasa menggali potensi ekonomi demi keberlangsungan masa depannya.

Allah tidak serta-merta melimpahkan rezeki kepada manusia secara langsung jika tidak dibarengi dengan usaha yang nyata. Allah tidak mencintai hamba-hamba-Nya yang meminta-minta dan tangannya selalu di bawah.

Rasulullah menegaskan dalam hadisnya bahwa tangan di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah. Acap kali Rasulullah mencontohkannya dengan gemar memberi dan bersedekah walaupun dalam situasi serba-kekurangan.

Kita sebagai manusia seyogianya menghindarkan diri dari sifat hanya berpangku tangan terhadap takdir Allah SWT. Dia tidak mencintai orang yang berputus asa dari rahmat-Nya. Rahmat-Nya begitu luas, bahkan tidak hanya kepada umat Islam saja, tetapi kepada semua makhluk, karena Dialah Rahmatan lil Alamiin. Dia telah memberikan banyak manfaat yang disebarkan kepada hewan dan tumbuhan ciptaan-Nya untuk diambil manfaat semaksimal mungkin oleh manusia.

Rasulullah SAW memberikan gambaran tentang wirausaha, bahkan beliau merupakan seorang wirausahawan besar dalam masanya. Semenjak kecil, beliau telah bersusah payah ditempa dengan beberapa proses mandiri. Berawal dari usia tujuh tahun, Rasulullah telah membantu pamannya, Abu Thalib, dalam menggembala kambing.

Beberapa waktu kemudian, Rasulullah berniaga di bawah mentor Siti Khadijah RA yang kelak menjadi istrinya. Bahkan, sejak berumur 12 tahun, beliau telah melakukan ekspor-impor sampai ke negeri Syam (Suriah).

Dari riwayat Rasulullah tersebut banyak sekali uswatun hasanah (teladan) tentang pelajaran hidup berwiraswasta. Ia sebagai makhluk paripurna di muka bumi ini pun tidak segan berjualan di pasar, menggelar dagangan di khalayak umum, padahal Allah sudah menjamin semua yang dibutuhkan oleh kekasih-Nya. Apa pun yang diminta oleh Rasulullah niscaya Allah mengabulkannya. Namun, ia malah memberikan contoh konkret, bahkan tidak tanggung-tanggung dengan berdagang tidak hanya di dalam negeri, tapi hingga ke luar negeri.

Sehebat sahabat dekat Rasul seperti Usman bin Affan yang merupakan saudagar kaya yang berasal dari wirausaha. Dari hartanya, perjuangan dakwah Islam mengalami perkembangan pesat pada masa awal perjuangan Islam.

Boleh jadi, tanpa harta hasil wirausahanya, dakwah Islam bisa padam karena kekurangan biaya. Begitu juga Imam Hanafi, walaupun ia berpredikat sebagai seorang imam besar, seorang mujtahid terbesar pada masanya ternyata ia juga pedagang besar. Dari hasil kerjanya, banyak manfaat dan hikmah yang dapat diambil sampai sekarang.

Semoga Allah memberikan semangat kepada kita untuk menjadi orang-orang yang terus berusaha dan dijauhkan dari sifat malas dan berpangku tangan.


Pertanda Kebangkitan Italia

Kemenangan Italia atas Hungaria menjadi momentum penting untuk bangkit.

SELENGKAPNYA

Adab Sebagai Manajemen Rumah Sakit

Adab-adab yang harus ditunaikan oleh para pengelola di rumah sakit.

SELENGKAPNYA

Tetap Jaga Prokes Selama Berhaji

Kasus baru Covid-19 di Arab Saudi mencapai lebih dari 1.000 kasus per hari.

SELENGKAPNYA
×