Santri memperlihatkan sayuran hidroponik di Kebun Gizi Hidroponik Pesantren Hidayutllah, Depok, Jawa Barat, Selasa (24/11). Beragam sayur dikelola secara mandiri oleh para santri didampingi pengurus dengan nilai panen mencapai 1 ton dalam sebulan yang nan | Republika/Thoudy Badai

Khazanah

09 Jun 2022, 11:23 WIB

BUM-Pes Topang Kemandirian Pesantren

BUM-Pes diyakini bisa berdampak besar terhadap kesejahteraan bangsa.

 

 

JAKARTA — Salah satu program prioritas Kementerian Agama (Kemenag), yakni kemandirian pesantren memasuki tahap lanjutan. Sebanyak 105 pesantren akan segera membentuk Badan Usaha Milik Pesantren (BUM-Pes). Sejumlah kalangan menyambut baik pembentukan BUM-Pes ini.

"BUM-Pes itu gagasan yang bagus, menguatkan ekosistem usaha ekonomi di pondok-pondok pesantren," ujar Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) KH Muhammad Dian Nafi kepada Republika, Selasa (7/6).

RMI NU, dia mengatakan, juga memiliki banyak pesantren yang sudah memiliki unit usaha. Sebagian besar dalam bentuk koperasi pondok pesantren.

“BUM-Pes harus diarahkan agar dapat memantapkan pesantren, terutama untuk menyediakan layanan pendidikan keagamaan Islam yang semakin berkualitas bagi rakyat Indonesia,” katanya.

photo
Santri memanen sayuran di Kebun Gizi Hidroponik Pesantren Hidayutllah, Depok, Jawa Barat, Selasa (24/11). Beragam sayur dikelola secara mandiri oleh para santri didampingi pengurus dengan nilai panen mencapai 1 ton dalam sebulan yang nantinya digunakan untuk kebutuhan pangan santri serta dijual ke warga sekitar dan minimarket. Republika/Thoudy Badai - (Republika/Thoudy Badai)

Apresiasi juga disampaikan Badan Kerja Sama Pondok Pesantren Indonesia (BKsPPI). “BKsPPI merespons baik dan ini sangat krusial, bahkan kebutuhan bagi pesantren,” kata Sekjen BKsPPI, Akhmad Alim.

Ia menjelaskan, ciri khas dan pilar pesantren adalah kemandirian. Dengan dibentuknya BUM-Pes, menurut dia, akan dapat menopang kemandirian ekonomi pesantren.

"Dalam rangka untuk pemberdayaan ekonomi pesantren, untuk memenuhi kebutuhan santri, kebutuhan pesantren secara luas," ujar dia.

 
Dalam rangka untuk pemberdayaan ekonomi pesantren, untuk memenuhi kebutuhan santri, kebutuhan pesantren secara luas.
 
 

Kendati demikian, dia mengingatkan agar pembentukan BUM-Pes dilakukan dengan rancangan dan proses yang rapi, teratur, benar, dan maksimal. Harapannya, BUM-Pes bisa berkembang dan maju. Ia berharap, BUM-Pes secara organisasi kelembagaan diatur dengan manajemen yang baik, mulai dari proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengendalian, hingga pengawasan.

Akhmad Alim optimistis, jika BUM-Pes dikelola dengan baik, ekonomi pesantren akan mandiri dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat di sekitar pesantren. Bahkan, menurutnya, majunya BUM-Pes juga bisa berdampak besar terhadap kesejahteraan bangsa.

photo
Pengurus Pondok Pesantren Takmirul Islam Solo menunjukan proses pengairan untuk tanaman buah melon di Green House pesantren setempat, Solo, Jawa Tengah, Senin (6/6/2022). Kegiatan urban farming yang didukung Bank Indonesia tersebut sebagai proses pembelajaran kewirausahaan bagi para santri sekaligus untuk meningkatkan kemandirian ekonomi pesantren setempat. - (ANTARAFOTO/Maulana Surya)

Sebelumnya, Tenaga Ahli Menteri Agama, Hasanuddin Ali mengungkapkan, Kemenag telah menetapkan 105 pesantren yang akan menjadi role model pelaksanaan program Kemandirian Pesantren dengan membentuk BUM-Pes. Pesantren-pesantren terpilih tersebut telah mendapat pendampingan dari Kemenag, baik dalam bentuk pelatihan bisnis, penyusunan konsep dan analisis usaha, maupun permodalan yang sifatnya stimulan.

“Hasilnya, 105 pesantren tersebut telah membangun dan menjalankan unit usaha pesantren, baik rintisan maupun pengembangan dari usaha yang sudah ada dalam lima bulan terakhir,” kata Hasanuddin melalui pesan tertulis.

 
Hasilnya, 105 pesantren tersebut telah membangun dan menjalankan unit usaha pesantren, baik rintisan maupun pengembangan dari usaha yang sudah ada dalam lima bulan terakhir.
 
 

Ia menerangkan, persiapan pembentukan BUM-Pes dimatangkan dalam rapat koordinasi yang digelar selama tiga hari, 30 Mei—1 Juni 2022 di Jakarta. Forum ini menjadi ajang presentasi mengenai perkembangan bisnis perwakilan dari 105 pesantren, membahas dan mematangkan regulasi, serta pilihan bentuk kelembagaan bisnis yang akan diterapkan masing-masing pesantren.

Hasanudin menyampaikan, Kemenag tidak akan mengintervensi bentuk kelembagaan yang akan diterapkan. Pilihan itu akan diputuskan masing-masing institusi sesuai karakteristik pesantrennya. 

"Lembaga bisa dalam bentuk PT (perseroan terbatas), CV (persekutuan komanditer), koperasi, atau bentuk lainnya," ujar Hasanudin. Rencananya peluncuran pembentukan BUM-Pes akan digelar bersamaan dengan peringatan Hari Santri Nasional 2022.

photo
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso (kelima kiri) bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (ketiga kiri) dan Ketua Umum Pesantren Modern Pondok Karya Pembangunan KH Amidhan (kelima kanan) meninjau peternakan lele dan ulat maggot yang dikelola Bank Wakaf Mikro Pondok Karya Pembangunan (BWM PKP) usai peresmian di Ciracas, Jakarta, Kamis (24/3/2022). - (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/rwa.)

Sementara, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Waryono Abdul Ghofur menyampaikan, 105 pesantren tersebut merupakan hasil seleksi dari sejumlah pesantren yang mendaftarkan diri.

"(Sebanyak) 105 pesantren ini sudah mendapat pelatihan dan dibantu pada 2021," kata Waryono.

Kemenang berharap, manfaat program kemandirian pesantren tidak hanya dirasakan oleh pesantren, tetapi juga oleh masyarakat sekitar. “Karena itu nanti di tahap ketiga kita akan menuju fase pembentukan Pesantren Community Economic Hub. Jika ekosistem ekonomi ini sudah terbentuk, kita memiliki satu-kesatuan ekosistem ekonomi yang saling terkait dan menopang," kata Waryono.


Awal Persentuhan Islam dan Amerika

Kalangan peneliti AS memperkirakan sekitar 4.000 budak yang Muslim menyeberang ke AS.

SELENGKAPNYA

Spirit NFT di Bayang-Bayang Bear Market

Pameran NFT Jukiverse hadir di Sarinah dan juga Decentraland. 

SELENGKAPNYA

Muslim Indonesia Diajak Tahan Diri

OKI meminta India tegas menyelesaikan penghinaan terhadap Nabi Muhammad dan Islam.

SELENGKAPNYA
×